Awalnya bangunan ini dibangun berdekatan dengan basilika konstantin pada abad 4. Bangunan ini dapat disebut sebagai tahta pemilihan jaman kejayaan romawi. Itu sebab namanya pun disebut the electoral palace. Hingga akhirnya bangunan tersebut beralihfungsi.

Berlanjut setelah itu bangunan diperluas tampak sayap dari basilika adalah kediaman uskup pada abad 16. Bangunan ini didesain lebih cantik lagi agar bisa menjadi kediaman uskup masa itu. Rupanya pembangunannya sendiri tak langsung jadi hingga memakan waktu lama. Dibangun abad 16 dan selesai pada abad 18.

Pembangunan awalnya pada abad 16 atas ide seorang uskup menginginkan gaya arsitektur renaisance. Kemudian satu abad kemudian, uskup lain menginginkan gaya arsitektur rococo. Akibat perang dunia, bangunan ini pun tak luput dari kehancuran. Selama dua tahun dilakukan pembaikan, bagian rococo tetap dipertahankan hingga sekarang. Bahkan tempat ini dikenal istana rococo yang paling indah di dunia.

Arsitektur gaya rococo pada dasarnya bisa disebut juga gaya baroque. Gaya rococo muncul di Perancis akhir 18. Gaya ini mengadopsi pada ornamen tanamam palem yang merambat. Hal ini juga banyak dijumpai di gereja katolik yang masih mengadopsi gaya arsitektur ala Eropa. Gaya rococo pada istana ini bisa dilihat di tangga yang indah seperti tanaman merambat.

Di hadapan istana terdapat taman yang indah, asri dan dipenuhi patung-patung yang terukir menawan. Ini adalah hasil karya Ferdinand Tietz.

Saat kami datang, banyak orang senang berfoto di depan taman istana. Datanglah di musim panas! Ketika semua bunga bermekaran warna-warni dan air mancur menghiasi taman.