Trier, Jerman (5): Karl Marx House

Tampak depan Museum Karl Marx.
Patung Karl Marx.

Sebagaimana yang saya ceritakan sebelumnya, bahwa Trier menjadi tujuan wisatawan yang datang ke Jerman untuk menyelami sejarah masa lampau. Di Trier ini saya sudah menuliskan situs yang jadi peninggalan kekaisaran romawi. Bahkan bangunan yang megah seperti layaknya di Roma, Italia yang masih dipertahankan hingga sekarang. Rupanya tak hanya itu Trier dikenal, kota ini juga tempat kelahiran pemikir besar dunia. Dia adalah Karl Marx yang dikenal sebagai filosof, ekonom, sejarahwan bahkan bisa disebut politisi. Namanya dikenal dunia lewat buah gagasan yang dicetuskannya.

Sebagian orang di dunia masih mengagumi karya pemikiran Karl Marx ini, terutama wisatawan dari Tiongkok. Itu sebab saat kami datang, ada beberapa kelompok wisatawan asal Tiongkok yang sedang berkunjung. Beberapa wisatawan Tiongkok lainnya tampak antri mengambil foto di depan patung Karl Marx yang dikagumi itu.

Letak museum ini dekat dengan Porta Nigra, yang akan saya ceritakan berikutnya. Karl Marx lahir tahun 1818 di Trier, kemudian wafat tahun 1883 di London. Ia lahir di rumah yang sekarang dijadikan museum. Dahulu Trier masuk dalam wilayah kekuasaan Prusia. Untuk menyelami seperti apa masa kecil dan hidup Karl Marx, silahkan datang ke museum ini!

Dunia pun mengakui buah pemikiran Karl Marx yang kemudian banyak menginspirasi dalam bidang filsafat, politik dan ekonomi. Ia sendiri dinyatakan stateless, tanpa kewarganegaraan. Semasa hidup, ia menetap di beberapa negara Eropa lainnya. Bahkan ia sempat bekerja sebagai jurnalis dan ditahan di London. Meski hidupnya tak mulus dan banyak kecaman, namun banyak orang di dunia yang masih mengaguminya hingga sekarang.

Ini yang menjadi alasan dibukanya kembali museum yang pernah jadi rumah kelahiran Karl Marx. Museum ini awalnya didirikan tahun 1928. Lalu sempat ditutup beberapa kali karena berbagai alasan. Bahkan museum itu sempat dijadikan tempat percetakan, kemudian yayasan. Namun kini museum tersebut dibuka kembali, dengan tambahan lantai tiga yang lebih luas dan lapang.

Untuk masuk, pengunjung dikenakan biaya karcis. Di sini pengunjung bisa mendapatkan informasi lengkap dari mulai brosur dan flyer tercetak hingga media audio lainnya. Setiap tahun tercatat puluhan ribu wisatawan datang ke sini. Sebagian besar wisatawan tidak hanya dari Tiongkok, tetapi juga Eropa Timur dan Rusia.

Author: Anna Liwun

I can do all things through Christ who strengthens me [Philippians 4:13]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.