10 Novel Indonesia Tentang Perjuangan Pemuda yang Menggapai Cita-Cita

Sumber foto: Canva.

Selamat Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober!
Setiap orang punya mimpi dalam hidupnya. Mimpi itu kata orang-orang tua nan bijak harus setinggi langit. Mimpi itu menjadi kebanggan ketika semakin lama kita berhasil membuktikannya pada dunia. Tentu, mimpi harus dapat membuat hidup lebih baik dari sebelumnya.

Terkadang, untuk mencapai itu semua kita membutuhkan tekad yang kuat. Tapi, tekad tersebut biasanya mendapatkan banyak halangan. Mulai dari sulitnya mencari motivasi, hingga cobaan yang datang saat kita mengejar cita-cita.

Untuk mengisi kembali motivasi mengejar mimpi, berikut adalah novel-novel Indonesia penuh inspirasi yang berkisah tentang bagaimana pemuda berjuang dalam menggapai cita-citanya. Jika mereka bisa, kenapa kita tidak bisa? Berikut adalah novelnya.

1. Laskar Pelangi

Bayak orang yang mencintai kisah dari Laskar Pelangi. Bagaimana tidak? Ceritanya sungguh menyentuh tentang bagaimana para murid SD Muhammadiyah Gantong, Belitong mencoba untuk terus belajar walaupun sekolah mereka akan ditutup. Tidak hanya belajar untuk meraih ilmu setinggi-tingginya, mereka juga selalu bermimpi untuk mengembangkan pulau tempat mereka tinggal, keluar dari kemiskinan, dan juga menjelajahi dunia. Semua itu lewat semangat para pemuda untuk mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya. Saling membantu, saling menyayangi, dan saling menyemangati. Tidak heran ketika sukses besar buku ini kemudian dibuat ke dalam film.

2. Sang Pemimpi

Masih lanjutan dari Laskar Pelangi, Sang Pemimpi adalah buku yang berkisah tentang bagaimana perjuangan Ikal untuk terus belajar dan menjelajahi dunia. Di sini, Ikal dikisahkan merantau dari Belitong ke Jakarta. Sambil bekerja sebagai pegawai pos, ia terus berusaha untuk memenuhi cita-citanya untuk menjelajahi dunia. Karenanya, ia mengejarnya lewat beasiswa. Kisahnya sangat menginspirasi bagi anak-anak dan pemuda-pemudi yang sedang berusaha untuk mengejar ilmu sampai ke negeri seberang. Bagaimana perjuangan yang harus dilakukan dan diperjuangakan hingga semua itu bisa tercapai.

3. Edensor

Buku ketiga dari tetralogi Laskar Pelangi, buku ini memiliki latar setting yang berbeda dengan dua buku sebelumnya. Jika dulu kedua buku memiliki setting di Indonesia, buku ini sebagian besarnya berlatarkan di Eropa. Ya, buku ini adalah kisah tentang bagaimana Ikal dan Arai sepupunya berkuliah di Eropa, tepatnya di Paris. Di dalamnya digambarkan pengalaman Ikal dan Arai mencoba mewujudkan cita-citanya untuk menjelajahi dunia. Merasakan bagaimana dinginnya Rusia hingga panasnya gurun Sahara. Banyak orang yang bisa termotivasi untuk terus bermimpi menjelajah dunia dan mewujudkannya setelah membaca buku ini.

4. Maryamah Karpov

Ini adalah seri terakhir dari tetralogi Laskar Pelangi. Di buku ini dikisahkan bagaimana Andrea Hirata menceritakan tentang sahabatnya Lintang, Arai, dan A Ling. Di sini, ada banyak mimpi yang diperjuangkan. Mulai dari mimpi mengejar cita-cita, mimpi membuat kehidupan menjadi lebih baik, hingga mimpi tentang cinta. Semuanya ada di sini dan bisa memotivasi banyak pemuda untuk terus bermimpi untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

5. 5 cm

Bertualang bersama sahabat dekat adalah hal yang sangat menyenangkan. Dan hal inilah yang dilakukan oleh lima orang teman mendaki Puncak Mahameru di Gunung Semeru. Di dalamnya, selain berisikan tentang cinta antar para sahabat. Juda berisikan tentang impian, harapan, cita-cita dan perjuangan tekad untuk menjalani hidup lebih baik. Ceritanya sungguh menyentuh dan memberi semangat pemuda untuk menggantungkan cita-cita 5 cm di depan mata mereka, dan fokus untuk mengejar cita-cita tersebut sampai berhasil mewujudkannya.

6. Negeri 5 Menara

Mengambil pendekatan yang mirip dengan Laskar Pelangi, buku ini adalah kisah yang terinspirasi dari pengalaman sang penulis A. Fuadi dalam mengejar cita-citanya. Tidak tanggung-tanggung, ia mengejar mimpinya sejak masuk pesantren di Jawa Timur. Ia yang merupakan anak dari Maninjau, Sumatera Barat, akhirnya bertemu dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung, dan Baso dari Gowa. Semuanya bersahabat dan saling mengingatkan akan cita-citanya masing-masing. Buku ini juga memberikan mantra bagi para pemuda yang mengejar cita-cita: man jadda wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Maka dari itu, cita-cita harus dikejar dengan sungguh-sungguh agar bisa dicapai.

7. Ranah 3 Warna

Lanjutan dari Negeri 5 Menara, Ranah 3 Warna bercerita tentang bagaimana kehidupan Alif setelah menyelesaikan pendidikan di Pondok Madani, pesantrennya tempat menimba ilmu sejak kecil. Ia yang bercita-cita untuk menjadi Habibie lalu kembali merantau ke Teknologi Tinggi Bandung sebelum akhirnya melanglangbuana hingga ke Amerika Serikat. Tidak ketinggalan dari buku pertamanya, di buku ini juga terdapat mantra yang bisa menjadi “bensin” untuk para pemuda yang sedang berusaha mewujudkan cita-citanya. man shabara zhafara. Siapa yang bersabar akan beruntung. Dengan dua mantra tersebut, sesungguhnya pemuda di mana pun bisa mendapatkan impiannya.

8. Rantau 1 Muara

Man saara ala darbi washala. Siapa yang berjalan di jalannya akan sampai di tujuan. Itu adalah mantra dari buku seri Negeri 5 Menara di buku Rantau 1 Menara. Di buku ini dikisahkan bagaimana Alif berjuang dari satu tujuan ke satu cobaan dan terus mencoba untuk menghadapinya. Sehingga ia bisa menggapai cita-citanya. Mulai dari lulus dari universitas, bekerja menjadi wartawan, mendapatkan beasiswa, hingga membantu Amak dan juga adik-adiknya. Buku ini menggambarkan betapa perlunya kita untuk terus berjuang berjalan menggapai cita-cita walau banyak cobaan yang datang.

9. 9 Matahari

Matari yang merupakan tokoh dalam novel ini terus menunjukkan bahwa cobaan dan hambatan akan selalu datang saat kita berusaha mengejar cita-cita. Hanya saja, apakah kita akan kalah oleh cobaan, atau berusaha melewati masalah tersebut satu per satu hingga akhirnya kita mendapatkan apa yang kita impikan. Semua ini tertuang dalam buku 9 Matahari yang terbit pertama kali di tahun 2008. Buku ini juga menjelaskan bahwa tokoh yang ada di dalamnya dulunya adalah seorang yang memandang hidup dengan pahit. Hingga akhirnya ia terus berusaha untuk mengejar cita-citanya.

10. 9 Summer 10 Autumn

“Kita tidak bisa memilih masa kecil kita, tapi masa depan itu, kita yang menentukannya.” Itulah kalimat yang terngiang di kepala pembaca ketika membaca buku ini. Iwan memiliki ayah seorang supir angkot dan juga ibu yang bahkan tidak lulus SD. Tapi, jangan tanyakan cita-cita dan tekad yang dimilikinya untuk menggapai cita-cita memiliki hidup yang lebih baik. Kesungguhannya menggapai mimpi membawanya menaklukkan kota terbesar di dunia, New York, Amerika Serikat. Dan menjadikannya sebuah contoh kisah sukses menggapai mimpi jika kita bersungguh-sungguh ingin mewujudkannya.

Demikian 10 novel Indonesia yang perlu dibaca pemuda untuk menggapai mimpinya. Karena, setelah membaca bukunya kita menjadi tahu bahwa kita harus terus berjuang mewujudkan mimpi dan cita-cita. Jika dahulu pemuda bermimpi untuk merebut kemerdekaan dan terbebas dari penjajahan. Paling tidak saat ini, pemuda harus membuat sumpah pada diri sendiri, untuk terus berusaha mengejar cita-cita dan impian.

Baca juga https://liwunfamily.com/2017/10/28/bukan-darimana-kamu-berasal-tetapi-kemana-kamu-melangkah-5t-bagi-remaja/

Author: Anna Liwun

I can do all things through Christ who strengthens me [Philippians 4:13]

5 thoughts on “10 Novel Indonesia Tentang Perjuangan Pemuda yang Menggapai Cita-Cita”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.