TRAVELING

Zadar, Kroasia (2): The Episcopal Complex di Kota Kelahiran Luca Modric

Gereja katolik Santo Donatus yang jadi simbol kota Zadar.

Luca Modric adalah kapten kesebalasan tim sepakbola nasional asal Kroasia. Namanya melambung karena berhasil membawa timnya hingga menjadi juara dua Piala Dunia tahun 2018 lalu. Banyak mata dunia mulai mencari tahu negara cevapcici ini, meski sebenarnya negara Eropa sudah sering menjadikan Kroasia sebagai tujuan wisata. Nah, Zadar adalah kota yang mengesankan bagi Luca Modric. Mengesankan pula bagi kami sebagai wisatawan yang datang ke Zadar dan tinggal beberapa hari di sana.

Sebelumnya saya sudah membahas keindahan pantainya dan sea organ yang mengundang minat wisatawan. Selanjutnya, bagian menarik dari kota tua Zadar adalah the Episcopal Complex. Area seluas 3 hektar ini termasuk wilayah cagar budaya dunia yang dilindungi UNESCO. Selain menjadi situs budaya dan keagamaan, tempat ini juga menjadi magnet turis dalam satu kesatuan yang tak terpisahkan dari sejarah Zadar.

1. Gereja katolik Santo Donatus

Menara gereja yang mengesankan kota Zadar.

Di depannya masih terdapat puing peninggalan situs-situs bersejarah.

Karena pernah menjadi alun-alun kota, depan gereja menjadi panggung warga. Salah satunya saat kami datang, ada pertujukan malam kesenian India.

Gereja ini memiliki monumen yang unik dan menjadi simbol kota Zadar. Dari sini, kita bisa melihat keindahan pantai dan kota tua Zadar. Di depan gereja, sering dijadikan panggung warga. Seperti saat kami datang, ada malam kesenian dari India. Tampak penari India dengan memakai kain sari sedang menarikan dendang India. Setelah itu, ada semacam “nonton bareng” yang kami sendiri tidak tahu cerita dari film tersebut karena berbahasa lokal.

Sebuah legenda dikatakan bahwa Uskup Donatus dari Zadar membangunnya abad 9 Masehi. Gereja yang keseluruhannya dibangun dari batu ini masih kuat hingga sekarang. Menurut warga, gereja ini didedikasikan sebagai penghormatan terhadap tritunggal maha kudus yang dipercaya umat katolik. Pengaruh uskup Donatus menjadikan umat katolik Zadar pada masa itu bisa berjumpa dengan Paus Alexander III. Sesuatu hal yang istimewa dan kebanggaan bagi warga Zadar saat itu, yakni dikunjungi Paus sehingga Zadar sebagai suatu komunitas yang berdiri sendiri dari region Dalmatian.

Untuk menyelusuri gereja dan menara lebih jauh, anda perlu bayar tiket masuk.

2. The Roman Forum

Di depan gereja, terdapat situs batu-batu sebagai puing kuil yang mengesankan dan pernah dibangun sekitar abad 3 sebelum Masehi. Batu-batu pondasi ini juga dikatakan sebagai sisa alun-alun kota yang dijadikan sentra publik saat itu. Jika ada penjahat yang tertangkap, biasanya diletakkan di sini agar banyak orang melihatnya sebagai efek jera.

Anda tidak perlu bayar untuk datang ke sini. Tempat ini selalu dipenuhi banyak orang dan tak pernah sepi.

3. Tembok dan gerbang kota Zadar

Salah satu dari gerbang kota.

Lihat saja bagaimana Zadar dibangun dengan megah, bahkan untuk lantainya sendiri dari batu.

Bangunan ini menjadi penting yang menandai kota Zadar. Sampai sekarang kota tua Zadar dikelilingi gerbang kota yang sarat makna. Kami sampai terkagum-kagum bahwa bangunan ini masih kokoh sampai sekarang. Gerbang kota juga dibangun untuk memberi penghormatan kepada Paus Alexander III yang datang ke Zadar. Kami juga mendapati gerbang kota yang dibangun dengan lambang singa. Ini menandai Santo Markus, salah satu dari empat pengarang Injil.

Ada beberapa gerbang dan tembok kota, yang bisa dikunjungi kapan saja dan tidak dipungut biaya.

4. Katedral Zadar Santa Anastasia

Arsitektur katedral tampak atas pintu masuk.

Altar yang tampak sederhana.

Tepat di belakang persis gereja katolik Santo Donatus, terdapat katedral Santa Anastasia. Tidak ada tiket masuk, namun anda bisa memberikan donasi jika mau sesuai tempat yang disediakan. Karena gereja ini masih digunakan untuk tempat ibadah, maka pengunjung perlu memperhatikan keperluan untuk berfoto dan melihat-lihat.

Di gereja ini masih tersimpan peninggalan relikui Santa Anastasia. Berkat Uskup dan Martir Donatus, yang berhasil membawa relikui peninggalan Santa Anastasia dari Konstantinopel ke Zadar, maka katedral ini diberi nama Santa Anastasia. Katedral ini sendiri dibangun abad 12 dan 13 Masehi, dengan gaya roman seperti kebanyakan gereja katolik di Zadar saat itu. Kemudian abad 18, gereja dibangun kembali dengan gaya baroque.

5. Gereja katolik Santa Maria

Sebelah kiri, Museum Arkeologi dan sebelah kanan adalah gereja Santa Maria.

Tampak depan gereja.

Masih dalam satu kompleks kota tua Zadar, ada gereja katolik Santa Maria yang dibangun abad 11. Setelah beberapa kali mengalami renovasi namun gereja dengan menara Koloman menjadi gereja yang terkesan romantik. Sebelah gereja, dahulu dijadikan sebagai biara dan sekarang menjadi museum. Di museum ini tersimpan benda-benda rohani seperti relikui orang kudus dan koleksi berharga seperti lukisan, artefak milik kota Zadar.

Untuk memasuki museum, pengunjung perlu membayar tiket masuk.

6. Gereja katolik Santo Chrysoganus

Gereja katolik selanjutnya menjadi penting bagi kota Zadar. Gereja ini diberi nama Santo Chrysogonus sebagai pelindung kota Zadar. Gereja diperkirakan dibangun tahun 1175 dan menjadi bagian dari biara Benedictine. Dengan gaya arsitektur Roman seperti pada gereja-gereja umumnya di Zadar, bangunannya terlihat sederhana namun menawarkan kedamaian bagi pengunjung.

Tahun 1717 disimpan relikui Santo Chrysogonus di sini. Santo Chrysogonus adalah martir dan orang kudus yang diakui gereja katolik dan gereja Ortodoks. Beliau diperkirakan hidup sekitar jaman Kristen Awal, bersamaan dengan Santa Anastasia, putri kaisar Romawi. Beliau adalah guru spiritual dari Santa Anastasia.

Tidak ada tiket masuk jika ingin datang ke sini.

7. Gereja katolik “Our Lady of Health”

Tampak depan gereja.

Taman sebelah gereja, yang berisi patung tokoh publik.

Gereja ini tampak tidak terlihat, karena area sekitarnya merupakan taman yang hijau. Gereja kecil ini dibangun tahun 1703. Di dalam gereja terpajang kopi dari lukisan Bunda Maria yang terkenal. Lukisan asli bernama “Our Lady of Kaštelo” dipamerkan di museum arkeologi, Zadar.

Di dekat gereja terdapat patung-patung tokoh terkenal dengan nama asli Kroasia. Kami sendiri tidak paham, apakah ini tokoh bersejarah atau tokoh publik lainnya? Tidak ada penjelasan. Di sekitar taman hijau ini tersedia bangku taman yang memungkin untuk rehat sejenak.

Cerita menarik dari kota kelahiran Luca Modric, masih berlanjut. Ditunggu ya!

Advertisements

Categories: TRAVELING

Tagged as: ,

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.