TRAVELING

Zadar, Kroasia (4): Ini Alasannya Menjadi Kota Wisata

Bergerak ke arah selatan Zadar, anda bisa mendapatkan ketenangan dari keramaian kota Zadar.

Mata uang Kroasia, Kuna (KN).

Aneka water sport ditawarkan di sini.

Berjemur ata berenang, silahkan saja!

Kendaraan wisata gratis untuk turis yang disesuaikan jadwalnya untuk berkeliling Zadar.

Salah satu sudut restoran di Zadar.

Malam hari di Zadar.

Menjelang senja.

Dalam brosur wisata dikatakan bahwa Zadar adalah jantungnya mediterania. Namanya telah ada sejak abad 9 dan 10 sebelum Masehi yang dibuktikan dengan peninggalan kuil yang sekarang tinggal puing-puing saja yang ditutupi kaca. Nama Zadar disebut kaisar Byzantium sebagai kota yang pernah ada pada masa itu, bersamaan dengan Diadora di Yunani. Berbagai peninggalan seperti “the Roman Forum” sebagai bukti situs yang mengesankan dari masa lalu. Keindahan laut Adriatik menambah pesona Zadar sebagai tujuan turis Eropa sejak dulu.

Tahun 2016 Zadar dinobatkan sebagai The best European Destination dalam penghargaan bergengsi yang diselenggarakan website european best destination. Setelah voting selama tiga hari, Zadar mengalahkan 19 kota lainnya di Eropa. Zadar yang semula kota tua era romawi yang tampak dari sisa peninggalannya, beralih menjadi kota modern yang terlihat dari restoran, museum ilusi, penawaran paket wisata hingga sea organ yang memikat pelancong. Penduduknya pun ramah dan siap menyambut turis yang datang.

Keindahan pantainya tak hanya memikat pelancong Eropa. Di tepi pantai Zadar tertera bahwa Alfred Hitchcock (1964) menyebut Zadar sebagai tempat terindah untuk menikmati matahari terbenam daripada Key West di Florida. Bagaimana pun Zadar telah berhasil memikat banyak pelancong untuk datang ke sini, bahkan dengan yacht sekali pun.

Zadar kerap disinggahi para pelancong dengan menggunakan kapal kecil, semacam yacht. Itu sebab tersedia dermaga parkir yacht dan banyak yacht mewah berseliweran di sini. Dahulu mereka memang berlabuh di Zadar hanya sekedar minum kopi sembari rehat sejenak. Dikutip dari brosur wisata dikatakan bahwa kafe pertama di Zadar telah dibuka sejak tahun 1730.

Hingga sekarang kafe tua yang masih beroperasi sejak tahun 1796 masih bisa dinikmati meski sudah berganti pemilik. Bahkan dalam perbendaharaan kamus bahasa lokal, ditemukan kata “Kafenisati” yang berarti lebih dari sekedar minum kopi. Itu artinya minum kopi menjadi bagian keseharian sosial masyarakat di sini untuk memelihara silahturahmi dalam keluarga dan pertemanan.

Ada banyak ragam kuliner yang bisa ditemukan di sini. Tidak hanya makanan lokal, banyak restoran menawarkan menu internasional. Di sekitar hotel kami menginap ada restoran Asia juga. Lalu kota ini juga menawarkan kenyamanan, ketenangan dan keamanan bagi wisatawan yang datang. Bagi para muda-mudi, ada tawaran night life yang memikat.

Tak suka keramaian ala turis, ada taman nasional Kornati yang wajib dikunjungi. Bergerak ke selatan, ada wilayah sekitar Zadar yang juga menawan namun tak begitu ramai pelancong. Di sini anda bisa menikmati aneka olahraga air hingga berjemur di pantainya yang tertutup. Anda juga bisa melihat tambak garam yang masih dikelola warga setempat.

Sekian alasan yang sudah saya sebut di atas, semoga membuat anda penasaran untuk berkunjung.

Advertisements

Categories: TRAVELING

Tagged as: , ,

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.