OPINION

Semakin Bertambah Usia, Semakin Bekurang Teman

Apakah anda percaya bahwa semakin anda bertambah usia maka semakin anda kehilangan teman? Mungkin anda menyangkalnya dengan mengatakan bahwa anda selalu punya teman sejak taman kanak-kanak hingga bersekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Itu betul sekali! Apalagi saat kita sedang berusia muda, teman adalah segalanya. Mereka adalah dunia kita bahkan memberi pengaruh pada kehidupan kita.

Memasuki perkuliahan hingga awal anda bekerja maka teman anda tentu semakin bertambah. Tetapi apakah anda yakin bahwa mereka semua adalah teman anda? Ketika kita bertambah dewasa dengan beban pekerjaan setiap hari dan mungkin juga kehidupan berkeluarga maka saya yakin anda semakin kehilangan teman.

Mengapa?

Karena konsep teman saat kita masih muda dengan konsep teman saat kita dewasa itu berbeda. Sebuah studi yang diselenggarakan National Institute on Aging pada April 2017 mengatakan bahwa seiring bertambahnya usia, pertemanan itu lebih kental ketimbang air meski jumlah teman berkurang. Artinya, saat usia bertambah dewasa bukan lagi dihitung seberapa banyak jumlah teman kita melainkan seberapa baik kita mengenal dan saling mendukung satu sama lain. Ukurannya bukan lagi kuantitas tetapi kualitas.

Sejak kapan kita mulai memikirkan kualitas pertemanan?

Studi lain yang diterbitkan dalam jurnal Royal Society Open Science tahun lalu mengatakan bahwa rata-rata sejak usia dua puluh lima tahun kita mulai mengurangi lingkaran pertemanan kita. Rentang usia dua puluh lima tahun ketika seseorang sudah mulai memantapkan pilihan hidupnya seperti karir, berkeluarga atau memutuskan pindah ke suatu tempat yang berjauhan. Bukan tidak mungkin kehilangan lingkaran teman dikarenakan adanya perbedaan minat, cara pandang atau tak punya waktu untuk berteman. Sibuk pekerjaan atau sibuk urusan keluarga.

Dahulu saat masih muda, pengaruh teman sebaya sangat menentukan kebiasaan dan kebahagiaan anda. Namun kini bisa jadi ikatan keluarga atau kesuksesan karir menjadi penentu hidup anda. Kita masih punya teman, namun tak sebaik dan sebanyak yang dikenal saat kita masih muda dulu.

Namun begitu, ada yang berpendapat bahwa teman saat tua adalah investasi. Anda mungkin berpikir bahwa hanya mereka yang berkeluarga bisa berbahagia, nyatanya tidak harus demikian. Anda bisa menemukan teman yang sangat berarti bahkan bersama teman-teman yang intim ini kehidupan anda juga tetap berarti.

Meski kita kehilangan banyak teman saat kita bertambah usia, namun kita tidak kehilangan makna teman itu sendiri.

Selamat berhari Minggu, teman!

Advertisements

Categories: OPINION, PSYCHOLOGY

Tagged as: ,

3 replies »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.