Split, Kroasia (1): Kota Terbesar Kedua yang Menarik Dikunjungi

Split juga kota pelabuhan. Cantik ya!
Sisi pantai banyak terdapat palem raja dan tempat duduk yang bisa buat rileks.
Banyak bangunan di kota lama terbuat dari batu putih, peninggalan kejayaan romawi.
Ini yang disebut wilayah Dalmatian, bebatuan dan tampak gersang.

Setelah puas berlibur di Zadar, kami memutuskan untuk menjelajah wilayah lain di Kroasia. Kami putuskan ke kota sebelah yakni Split. Rupanya Split ini merupakan kota terbesar kedua di Kroasia. Kami pun segera meluncur dengan waktu tempuh dari Zadar kurang dari dua jam pakai kendaraan pribadi.

Tak henti-hentinya kami berdecak kagum dengan panorama alam sepanjang perjalanan dari Zadar ke Split. Meski tampak berbatuan dan gersang namun ciptaan Tuhan di sini begitu indah. Ini yang disebut Dalmatian. Begitu pun di sisi jalan lainnya adalah laut Adriatik yang mempesona mata. Perjalanan kami tentu melalui jalan tol, bebas macet dan jalanan yang mulus.

Split merupakan kota besar dibandingkan Zadar. Tandanya adalah macet di jalan raya, beberapa mall dan gedung perkantoran di sini. Namun Split juga tujuan wisata karena ada pelabuhan, tempat bersandarnya kapal-kapal wisata dan kapal penumpang. Di Split banyak terdapat bangunan tua terbuat dari batu putih peninggalan kejayaan romawi.

Meski berganti pergolakan politik dari berbagai pemerintahan, Split tetap menawan untuk dikunjungi. Buktinya saat kami datang, banyak wisatawan dari berbagai negara berwisata di sini. Kota ini menawarkan masa lalu dan modernitas bersamaan. Penduduknya begitu bangga memperkenalkan kecantikan Split kepada wisatawan.

Penduduk di sini ramah terhadap wistawan yang datang. Mereka tahu bagaimana memperlakukan turis dengan jasa yang ditawarkan. Hotel, restoran dan kafe dipenuhi wisatawan. Di sini pun ada pasar murah yang menjual cinderamata khas Kroasia. Itu artinya, kota ini sering dikunjungi wisatawan.

Hanya saja banyak hal terlupakan di Split karena kami salah memarkirkan mobil. Akhirnya mobil diangkut petugas parkir. Kami begitu kaget ketika mobil tak ada di tempat parkir. Kami harus mengejarnya dengan taksi ke tempat penampungan mobil-mobil yang salah parkir. Petugas memberikan surat denda dan kami harus membayarnya di bank setempat. Sempat kaget dan lupa sesaat menikmati indahnya Split. Mungkin karena Split adalah kota yang lebih besar ketimbang Zadar.

Contoh parkir sepeda, harus tertib.

Tipsnya: Sebagai turis, perhatikan berbagai petunjuk dan informasi yang tertera agar tidak kena denda!

Cerita kunjungan ke Split selanjutnya, akan segera dibuat.

Advertisements

Author: Anna Liwun

I can do all things through Christ who strengthens me [Philippians 4:13]

One thought on “Split, Kroasia (1): Kota Terbesar Kedua yang Menarik Dikunjungi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.