OPINION

Lima Alasan Kita (Masih) Perlu Berkirim Kartu Ucapan

Kartu ucapan hari raya Natal berbahasa Jerman.

Kartu ucapan di hari ulangtahun berbahasa Jerman.

Apakah anda masih berkirim ucapan saat hari raya tiba? Menjelang hari raya natal, rupanya toko-toko masih memajang penjualan kartu natal. Itu artinya, kartu ucapan masih diminati di tengah kecepatan berkirim pesan seperti sekarang ini. Hal ini yang mendasari saya mengamati alasan orang yang masih berkirim kartu ucapan.

Kartu ucapan konon berasal dari tradisi masyarakat Tiongkok yang gemar berbalas ucapan ketika terjadi perayaan tahun baru Tiongkok. Namun penelusuran informasi lain menyebutkan, masyarakat di Mesir sudah lebih dulu memulai tradisi berkirim ucapan. Lepas dari sejarah permulaan berkirim kartu ucapan, setidaknya sudah diketahui bahwa tradisi berkirim ucapan adalah bagian dari budaya menjelang hari-hari istimewa. Kartu ucapan adalah tanda kasih kepada seseorang yang tak ternilai harganya.

Kartu ucapan juga tidak hanya saat menjelang hari raya saja. Kita juga bisa berkirim kartu ucapan untuk perayaan khusus semisal ulangtahun atau hari istimewa lainnya. Apakah kartu ucapan semakin ditinggalkan? Di tengah media yang semakin cepat dan instan, nyatanya kartu ucapan masih tersedia di rak penjualan. Itu artinya, masih ada peminat untuk membelinya.

Pertanyaannya, mengapa kita masih perlu berkirim kartu ucapan?

1. Karena ucapan yang diberikan terkesan istimewa dan elegan

Apakah anda pernah merasakan perbedaan mendapatkan ucapan tertentu dari seseorang secara elektronik dan yang lainnya diberikan lewat kartu ucapan? Saya pernah. Mendapatkan kartu ucapan itu menurut saya membuat saya sebagai penerima terlihat istimewa. Bayangkan bahwa si pemberi ucapan harus meluangkan waktu untuk pergi memilihkan kartu, mengeluarkan biaya untuk membelinya hingga meluangkan waktu untuk menuliskan kalimat yang berarti kepada saya. Bukankah itu istimewa namanya? Lagipula memberikan ucapan lewat kartu ucapan juga terlihat elegan dan profesional. Bayangkan bahwa anda mendapatkan kartu ucapan dari bos dan teman satu kantor atas promosi pekerjaan. Bukankah kartu ucapan itu begitu bernilai harganya dari sebuah promosi yang baru saja anda dapatkan? Mengapa? Karena anda yang menerima kartu ucapan adalah orang istimewa.

2. Karena ada keakraban antara anda sebagai pengirim dengan si penerima

Memberi ucapan lewat elektronik sah-sah saja. Namun bayangkan bahwa seseorang telah meluangkan waktunya untuk menuliskan kalimat penuh makna di kartu ucapan anda. Itu artinya ada hubungan personal nan intim yang dibangun si pemberi kartu dengan anda, si penerima kartu. Tulisan tangan meningkatkan keterampilan motorik halus dan mengaktifkan daerah di otak yang terlibat dalam pemikiran, bahasa dan memori si penulis kartu ucapan. Rupanya ini tidak hanya melibatkan unsur kognitif dan konatif saja, menuliskan kartu ucapan juga mengandung unsur afektif, bagian unsur psikologis yang mendorong sisi emosional baik si pemberi ucapan maupun si penerima kartu ucapan. Ini membentuk keintiman yang personal yang tidak bisa dilakukan lewat ucapan elektronik. Jika anda ingin membangun keakraban dengan seseorang, ungkapkan itu lewat kartu ucapan.

3. Karena ucapan yang diberikan lewat kartu lebih menyentuh secara emosional

Kartu ucapan mengungkapkan emosi manusia ketimbang anda mendapatkan ucapan secara elektronik. Saya pernah menuliskan ucapan kartu ulangtahun ke sahabat saya. Ternyata ketika saya menuliskannya dengan tangan saya, seolah-olah perasaan saya pun ikut bermain, saya tersentuh. Rupanya ini pun yang dirasakan sahabat saya saat menerima kartu ucapan. Dia yang membacanya pun terharu dan menangis. Kami berpelukan setelahnya. Begitu besar makna ucapan lewat sebuah kartu, daripada anda mendapatkannya secara elektronik.

4. Karena mengirimkan kartu ucapan membuat anda tetap terhubung dengan si penerima

Jika anda ingin tetap terhubung dengan orang yang sudah lama tak dijumpai, beri dia sebuah kartu ucapan. Entah itu kartu ucapan hari raya, hari ulangtahun atau bahkan hari persahabatan misalnya. Dengan kartu ucapan, anda membiarkan orang lain tahu bahwa mereka begitu berarti dan merasa dihargai. Atau, anda mendapatkan undangan makan dari sebuah kolega. Coba kirimkan kartu ucapan terimakasih atas undangan makan sembari memuji masakan si empunya rumah. Dijamin kartu ucapan yang anda tuliskan adalah sebuah perasaan hangat bagi si penerima atas balasan yang sudah mereka lakukan. Hal terhebat dari kartu ucapan adalah anda bisa tetap terhubung dengan si penerima meski anda jauh di mata.

5. Karena kartu ucapan akan menjadi sebuah memori yang indah dalam hidup

Saya pernah berkunjung ke seorang Oma. Dia menunjukkan kepada saya satu kotak berisi kartu ucapan hari ulangtahun, hari valentin dan hari perayaan pernikahan dari mendiang suaminya. Rupanya dia masih menyimpan dengan baik aneka kartu ucapan yang sudah berumur itu. Saya pun demikian, masih menyimpan kartu-kartu dari suami saya yang diberikannya pada saya. Alasannya, anda tak pernah tahu bahwa kartu ucapan itu begitu punya nilai sejarah. Suatu saat kartu ucapan itu bisa menjadi memori yang indah dalam hidup anda, bukan?

Kesimpulan

Di hari Minggu, dimana di Jerman sudah mulai memasuki Minggu Adven Pertama, pikirkan siapa yang akan anda berikan kartu ucapan saat Natal nanti. Hal lain misalnya, pikiran siapa orang ingin anda berikan ucapan lewat kartu. Mungkin kartu ucapan anda begitu bernilai ketimbang sebuah bingkisan hadiah.

Selamat Hari Minggu!

Advertisements

Categories: OPINION

Tagged as:

2 replies »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.