ALL ABOUT DEUTSCHLAND

Marstallmuseum, Munich (1): Dari Kandang Kuda Hingga Museum

Patung kuda untuk visual pada kereta kencana dipakai saat penobatan Kaisar Karls VII.

Pintu masuk dan hiasan ukiran gaya rococo tampak mencolok di kereta kencana ini.

Kereta kencana yang dipakai untuk penobatan Kaisar Karls VII.

Replika kuda yang dipakai bangsawan jaman dulu.

Replika kereta kuda dan pengiringnya yang digunakan bangsawan masa lalu.

Kunjungan saya akhir pekan lalu ke sebuah museum yang menarik di sekitaran München. Nama museum ini adalah Marstallmuseum yang letaknya berdekatan dengan kastil, Schloss Nymphenburg. Untuk tiketnya bisa juga sekalian digabung dengan kunjungan ke kastil. Tiket gabungan untuk mahasiswa harganya jadi lebih murah yakni 8,5€ sedangkan tiket umum adalah 10€.

Museum ini awalnya memang untuk kandang kuda dan meletakkan kereta kencana yang digunakan para bangsawan dari keluarga kerajaan Bavaria. Bangunannya sendiri sudah ada sejak tahun 1719. Karena letaknya bersebelahan dengan kastil yang jadi kediaman para bangsawan, maka kandang kuda ini pun disulap menjadi tempat yang menawan. Di sini pula ada beragam kereta kencana yang digunakan kaisar dan permaisuri sebagai moda transportasi di jaman dulu kala.

Tahun 1923 museum ini dibuka untuk umum setelah mempertimbangkan aneka koleksi yang sangat berharga dan bersejarah. Di sini pengunjung bisa melihat kuda lengkap dengan namanya sebagai transportasi yang digunakan bangsawan. Informasi ini diperlihatkan lewat lukisan masing-masing kuda dengan namanya. Bahkan ada lukisan yang memperlihatkan Raja Ludwig II sedang menunggang kuda kesayangannya.

Pada saat museum ini dibuka, tentu tak luput dari kejadian perang dunia kedua yang melanda Jerman. Tempat ini juga menjadi korban dan mengalami kerusakan. Museum ini sempat diungsikan ke dekat bagian kastil yang memang letaknya dekat. Selesai direnovasi, museum ini kemudian dibuka lagi untuk umum.

Lukisan kuda berikut namanya yang digunakan bangsawan masa lalu.

Kereta kencana lainnya.

Untuk menghidupkan suasana museum, pengunjung seperti mendengarkan suara gemerincing kaki kuda yang membawa kereta kencana. Tidak hanya itu. Ada patung kuda yang mirip sekali dan memang untuk memvisualisasikan bagaimana sesungguhnya kendaraan ini dijalankan.

Visualisasi lainnya juga memperlihatkan bagaimana kuda dan kereta kencana berjalan dalam satu kelompok panji kekaisaran berjalan beriringan sampai berpuluh-puluh kilometer panjangnya. Hal menarik lainnya adalah keunikan tiap kereta kencana yang menjadi simbol si pemakainya. Di abad 18 gaya arsitektur rococo memang sedang menjadi trend di Eropa, termasuk dalam kereta kencana ini pun ada tangan arsitek dan seniman yang membuatnya tampak sempurna.

Museum ini menjadi berharga bukan hanya nilai sejarah yang tersimpan ratusan tahun lalu. Misalnya, ada kereta kencana yang digunakan Kaisar Karls VII saat dinobatkan jadi raja. Museum ini juga memperlihatkan karya seni dunia yang terwakili lewat moda transportasi kereta kencana. Bayangkan saja ukiran yang detil dan lukisan sempurna terpahat di kereta kencana ini yang menunjukkan jejak produk seni yang lengkap. Dahulu kereta kencana ini lambang status pemiliknya.

Nantikan cerita saya berikutnya!

Advertisements

Categories: ALL ABOUT DEUTSCHLAND

Tagged as: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.