Pretzels, Bretzels dan Kreasinya yang Mendunia

Di Amerika Serikat, bretzels disebut pretzels.
Tetap disebut Bretzels di Prancis.
Bisa makan dengan keju juga.
Atau bretzels dengan salad seperti ini.

Roti berikut pastinya dijumpai di seluruh Jerman. Ya, bretzels begitu disebut di wilayah tempat tinggal saya. Namun bentuk dan rasa sama ternyata punya nama yang berbeda. Misalnya, saya menemukan bretzels menjadi cracker yang enak dinikmati di supermarket di Jakarta. Setelah saya baca di kemasannya, cracker tersebut disebut pretzels yang dibuat di Amerika Serikat.

Di Singapur, saya juga menemukan bretzels yang disediakan salah satu restoran yang menyediakan kuliner Jerman. Tak hanya itu, roti ini juga terjangkau di negara-negara sekitar Jerman seperti di Prancis atau Polandia misalnya. Itu berarti roti ini telah populer dan mendunia.

Pertama kali saya datang ke Jerman, saya sudah jatuh cinta dengan roti ini. Rasanya sederhana, ini seperti roti tak beragi dan rasanya hanya asin. Makan satu roti ditambah minum kopi sebagai sarapan pagi sudah membuat saya kenyang. Itu sebab roti ini sampai sekarang selalu tersedia di mesin pendingin di rumah. Roti ini bisa dinikmati sebagai pengganti kentang atau nasi. Saya tinggal memanggangnya 15 menit di oven dan langsung bisa dinikmati.

Tentu saya pun tergelitik cari tahu asal mula roti ini. Bretzels atau pretzels yang dikenal itu berasal dari sejarah yang panjang dari tangan-tangan para biarawan-biarawati di Italia. Adonan roti ini juga sederhana dan mudah dibuat. Konon mereka membentuk bretzels seperti tampak tangan yang berdoa. Artinya orang diingatkan untuk kembali kepada Sang Pencipta sendiri.

Pembuatan bretzels kemudian menyebar ke negara-negara Eropa sekitarnya. Di Jerman tercatat di abad pertengahan sudah ada toko roti yang menjajakan bretzels. Menariknya lagi, bretzels pun dibuat menjadi beragam aksesoris seperti kalung misalnya. Konon ada makna bagi seseorang yang mengenakan kalung bretzels karena itu berarti membawa keberuntungan. Tiga lubang pada bretzels diyakini lambang trinitas bagi jemaat katolik.

Bretzels juga ditempatkan sebagai aksesoris rumah atau toko. Di festival minum bir di Bavaria misalnya bretzels adalah makanan wajib yang disediakan dan disantap bersama keju. Ada juga bretzels yang dimakan bersama sosis putih. Ada banyak kreasi lainnya bagaimana orang bisa menikmati bretzels karena roti sederhana ini bisa diterima di semua lidah.

Terjadinya migrasi orang Jerman ke Amerika Serikat juga memberi pengaruh cikal bakal bretzels di sana. Entah bagaimana, nama bretzels terdengar menjadi pretzels. Roti ini pun diterima dengan baik sehingga menyebar ke seluruh Amerika Serikat. Pretzels menjadi nama internasional yang juga sering saya temukan di Asia.

Apakah anda pernah mencoba bretzels atau pretzels?

Author: Anna Liwun

I can do all things through Christ who strengthens me [Philippians 4:13]

One thought on “Pretzels, Bretzels dan Kreasinya yang Mendunia”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.