TRAVELING

Slovenia (5): Ulasan Kuliner di Ljubljana yang Patut Dijelajahi

Pesanan saya, salad dada ayam.

Pesanan suami, grilled sausage.

Salad sayuran khas Slovenia.

Kunjungan ke Ljubljana ditutup dengan ulasan kuliner yang menurut saya menarik. Pasalnya di old town, banyak kafe dan restoran dari berbagai macam rasa dunia yang bisa dinikmati. Mulai dari restoran ala Italia, masakan khas Jerman, kuliner ala Mediterania dan Balkan atau makanan khas Timur Tengah pun ada. Di Ljubjlana menjadi kota multikultur, termasuk pengaruh gastronominya yang ditawarkan restoran dan kafe.

Menurut teman asal Slovenia, makanan lokal banyak mendapatkan pengaruh dari Italia, Kroasia, Austria dan Hungaria. Dengan begitu, kita bisa menemukan makanan yang mirip dengan negara tetangga yang saya sebutkan di atas. Misal, di sini ada pasta dengan kreasinya seperti yang ada di Italia dan goulasch suppe yang berasal dari Hungaria. Jangan heran pula di sini ada cevapcici seperti yang saya temukan di Kroasia!

Untuk membuktikan itu, saya dan suami berhenti di restoran di pusat kota. Membaca menu makanan yang ditawarkan restoran, rasanya saya jadi tak heran bahwa pengaruh empat negara di atas tertera dalam daftar menu. Akhirnya kami memilih gaya makanan khas Jerman, yang identik dengan Austria. Saya memilih salad dada ayam dan suami cukup memilih sosis saja.

Seperti yang sudah pernah saya bahas tentang salad dada ayam, maka tampilan pesanan saya di Ljubljana pun tak jauh berbeda. Salad dada ayam tetap menggunakan fillet dada ayam yang sudah dipanggang sebelumnya. Kemudian ditambahkan salad sayuran yang kurang lebih sama seperti yang pernah saya pesan di Jerman dan Austria. Itu hanya sekedar membuktikan bahwa kulinernya sedikit mirip negara tetangga. Ada satu yang berbeda adalah penempatan ajvar, sambal khas Balkan di pinggir piring pesanan saya dan suami juga.

Pesanan suami adalah grilled sausage dan pommes. Makanan ini seperti umumnya biasa dijumpai di Jerman, Austria dan sekitarnya. Hidangan ini memang tidak istimewa, hanya saja di pinggir piring diletakkan sambal ajvar dan irisan bawang bombay. Ini ciri khas kuliner Balkan. Itu sebab, suami juga memesan salad sayuran untuk menemani makanan kami siang itu.

Di Slovenia, mereka senang menghidangkan sayuran yang masih segar untuk salad. Sebagaimana salad sayuran pada umumnya yang saya jumpai di Jerman, semua sayuran masih tampak segar. Tetapi ada yang berbeda, kacang polong dan kacang merah yang sudah direbus. Ya, orang Slovenia suka menyajikan salad dengan kacang polong, kacang merah, kacang lentil disamping kol, wortel dan tomat yang diiris halus.

Pesanan kuliner kami sudah membuat kami puas menikmati suasana Ljubljana yang ramah itu. Meski begitu, ada satu yang masih penasaran dan tak sempat dicoba. Namanya börek yang mendapatkan pengaruh dari kuliner Turki. Saya pernah membahasnya di sini. Di Slovenia, makanan sejenis pastry ini disebut burek. Börek atau burek di Ljubljana dijual tidak hanya rasa bayam saja, tetapi keju, daging dan dibuat mirip pizza.

Semoga ulasan kuliner dari saya dapat membantu anda saat berkunjung ke Ljubljana, Slovenia.

Advertisements

Categories: TRAVELING

Tagged as: ,

5 replies »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.