Pho asli bentuknya seperti ini.

Makanan yang selalu jadi memori saya jika mendengar kata Vietnam adalah Pho. Pho begitu mudah ditemukan di mana saja dan dinikmati kapan saja selama saya di Vietnam. Mencicipi pho bukan sekali atau dua kali, pasalnya makanan ini ditawarkan dengan harga terjangkau.

Saat di Jerman, makanan khas Asia banyak juga didominasi dengan kuliner asal Vietnam. Salah satunya yang pernah saya bahas di blog adalah mie pho, yang saya ceritakan di sini. Namun pho berikutnya yang diceritakan ini merupakan otentik, asli dan cikal bakal makanan nasional Vietnam.

Pho namh dinh adalah awal mulanya mie pho yang banyak dikenal hingga ke mancanegara. Di Jakarta saja, saya juga menemukan gerai mie pho juga sudah mulai dijual. Mengingat kawasan Vietnam dikenal dengan dua zona, utara dan selatan maka kuliner khasnya pun punya kecenderungan berbeda. Saya membeli mie pho di Vietnam bagian selatan. Sementara setibanya di Jerman, mie pho yang saya jumpai lebih condong ke kuliner Vietnam bagian utara.

Berangsur-angsur migrasi orang Vietnam ke negara-negara Eropa dan Amerika membawa citra pho sebagai makanan nasional Vietnam. Ada yang mengkreasikan mie pho dengan mie instan dan ada pula yang membuat variasi dagingnya disesuaikan dengan selera pembeli. Itu semua dilakukan agar mie pho bisa diterima di semua lidah orang-orang yang tak mengenal sebelumnya.

Pho yang otentik berasal dari wilayah Nam dinh. Pho harus menggunakan mie, bukan nasi. Mie terbuat dari tepung beras. Jika mie pho tidak disajikan dengan mie yang berasal dari tepung beras maka itu bukan mie pho. Kaldunya pun bisa berasal dari kaldu daging ayam, daging sapi atau daging babi. Ada daun ketumbar dan daun mint untuk menikmatinya.

Jika anda mendapati semangkuk mie pho sesuai dengan deskripsi di atas, maka anda termasuk mencoba mie pho yang otentik. Mie pho ini wajib dicoba jika anda berada di Vietnam. Namun seiring migrasi dan perpindahan orang, kini mie pho pun bisa ditemukan di Eropa, Amerika bahkan juga Jakarta, Indonesia.