OPINION

Tahukah Anda Skala Warna dan Kegunaan Lampu di Rumah?

Selama ini saya begitu tidak peduli dengan kehadiran lampu. Bagi saya, semua lampu saja saja yang berfungsi untuk menerangi ruangan. Setelah saya berada di Jerman, saya baru tahu bahwa tiap ruangan di rumah itu perlu cahaya lampu berbeda-beda? Wow! Selain itu, saya juga menjadi tahu mengapa restoran memasang lampu temaram saat saya dan suami pergi candle light dinner. (Baca: https://liwunfamily.com/2018/10/25/mengapa-lampu-di-restoran-kafe-cahayanya-redup-saat-makan-malam/)

Belum lagi di sini saya mendapati lampu otomatis yang hemat energi. Lampu itu hanya nyala selama beberapa menit sesuai keperluan saja. Asyiknya lagi, lampu ini bisa mengenali lewat sensor bilamana ada kehadiran sosok manusia. Contoh lampu di halaman, depan garasi mobil, lorong tangga rumah dan toilet atau ruangan lain yang anda kehendaki.

Berbicara tentang lampu, akhirnya saya dapat penjelasan setelah datang ke swalayan toko bangunan di sini. Kebetulan saya memerlukan lampu untuk salah satu ruang di rumah. Saat mencari lampu, ada papan informasi yang menjelaskan warna dan kegunaannya. Ini bukan lampu warna-warni semacam lampu disko tetapi temperatur warna dalam skala kelvin. Dari situ, saya jadi paham bahwa lampu kamar tidur misalnya maka memerlukan skala warna sekitar 2700 Kelvin.

Berikut penjelasannya.

1. Sky white

Dari jenisnya saja sudah diketahui bahwa lampu pada kelompok ini yang paling terang. Skala warna yang diperlukan sekitar 8000 Kelvin. Warnanya putih terang benderang cocok digunakan di ruangan rumah seperti keller, ruang bawah tanah. Di Jerman, kami memiliki ruang bawah tanah dengan keperluan yang bisa dicek di sini. Selain itu, lampu kelompok ini bisa juga digunakan di garasi mobil. Ada banyak hal dilakukan di garasi mobil seperti mencari barang di mobil, memperbaiki mobil dan sebagainya. Itu sebab butuh cahaya terang benderang.

2. Active day white

Berikutnya adalah lampu-lampu yang memiliki warna terang namun tidak lebih terang dari kelompok lampu jenis pertama. Kelompok lampu ini menghasilkan warna natural. Skala warna lampu di jenis ini sekitar 4000 Kelvin. Ruang rumah yang memerlukan lampu jenis ini misalnya ruang kerja. Anda juga bisa meletakkan lampu seperti ini di ruang belajar anak-anak. Selain itu, lampu seperti ini bisa juga diletakkan di ruang tamu. Saya sendiri menempatkan lampu ini di ruang makan. Karena malam hari, cahaya lampu yang terang natural diperlukan untuk menyiapkan makan malam dan menikmatinya, khusus di musim dingin. Seperti musim panas, kami jarang menggunakan lampu di ruang makan karena lamanya sinar Matahari lebih panjang.

3. Relax warm white

Untuk kelompok lampu jenis ketiga dapat dikatakan sebagai lampu sedikit terang, namun tidak juga gelap. Ada sebagian orang yang menempatkan lampu ini di ruang tamu agar memunculkan kehangatan saat malam hari. Skala warna lampu pada kelompok ini sekitar 2700 Kelvin. Lampu jenis ini juga baik digunakan di ruang tidur. Ruang tidur yang terlalu terang benderang juga menimbulkan ketidaknyamanan, itu yang saya alami. Jika seseorang tak bisa tidur, perhatikan lagi cahaya lampu kamar tidur! Itu sebab kelompok lampu ini memunculkan kesan rileks bagi yang menikmatinya.

4. Simulation light

Terakhir, kelompok lampu yang redup dan memang berbeda dari tiga kelompok di atas. Ini hanya sekedar simulasi warna lampu. Lampu jenis ini melibatkan teknik dengan waktu. Anda bisa mengatur nyala lampu kamar tidur hanya menyala sekitar 30 menit ketika anda nyalakan.

Kesimpulan

Setelah mengamati papan informasi tersebut, setidaknya saya mendapatkan penerangan bahwa lampu berfungsi tidak hanya sekedar pencahayaan saja. Bahkan lampu saja bisa memunculkan kesan rileks bagi mereka yang merasakan cahayanya.

Advertisements

Categories: OPINION

Tagged as:

4 replies »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.