TRAVELING

Linz, Austria (1): Freinbergkirche Hl. Maximillian, Gereja dan Menara di Atas Bukit

Tampak samping memperlihatkan ciri arsitektur gereja.

Gereja bersisian dengan benteng yang material pembangunannya mirip.

Dari sisi lain.

Menara batu, di samping gereja.

Penggambaran gaya arsitektur gothick dan batu, baik itu bata merah maupun batu alam.

Happy Sunday! Apa rencana anda di hari Minggu ini? Bagaimana jika saya ajak anda mengunjungi salah satu gereja katolik di Linz, yang menurut saya bentuk bangunannya menarik?

Kami tiba di Freinberg, dekat pinggiran kota Linz, Austria. Freinberg ini seperti bukit dan dari sini kita bisa melihat panorama kota Linz. Karena kami melihat tak tersedia tempat parkir mobil, maka kami urung memutuskan ambil foto panorama kota Linz. Lagipula salju turun lebat menutupi pemandangan menjadi putih dan berawan. Kami terus melaju dengan kendaraan.

Tampak kanan ada gereja yang dibangun unik nan menarik. Kami pun jadi penasaran. Suami segera melipir, tepat di situ tersedia tempat parkir. Kami pun berhenti sejenak untuk mendokumentasikan.

Gereja ini mungil dan tak banyak bangku umat di dalam. Suasana di dalam umum seperti kebanyakan gereja-gereja katolik lainnya. Altar sederhana dan tampak di seberangnya adalah organ besar. Bangku umat masih tampak kokoh yang terbuat dari kayu. Jumlahnya tak banyak, dibandingkan kebanyakan gereja katolik di Jakarta. Tak ada orang yang berdoa dalam gereja. Sepi.

Kemudian saya keluar gereja. Saya lebih tertarik mengamati bentuk bangunan yang berbeda ciri arsitekturnya. Biasanya saya dengan mudah menebak bentuk arsitektur gereja, seperti baroque, gothic, brick gothic, atau rococo. Tebakan saya, gereja ini berciri brick gothic.

Brick gothic dalam bahasa Jerman disebut backsteingothic, yang mengusung konsep gothic dan bangunan batu. Gaya gothic terlihat dari ujung-ujung menara yang dibuat lancip. Sedangkan bangunan seluruhnya dengan batu, dihiasi juga bata merah sebagaimana umumnya. Ini disebut ciri bangunan gereja gaya backsteingothic.

Penelusuran informasi dikatakan bahwa gereja dibangun atas inisiatif Archduke Maximilian dari Austria Este. Memang ada prasasti di dinding gereja tertulis bahwa ini adalah gereja maximilian. Sementara samping gereja adalah menara batu yang juga sama-sama indah bangunannya. Dihiasi jendela-jendela dan bata merah. Rupanya dahulu ini adalah benteng pertahanan.

Sekitar tahun 1828 gereja dan benteng pertahanan dibangun bersamaan. Kemudian tahun 1837 gereja diresmikan dan menjadi bagian dari para biarawan Yesuit. Tak jauh dari menara dan gereja memang ada kompleks sekolah katolik. Sementara di seberang gereja ada jalur pedestrian dimana orang-orang bisa mengamati panorama kota Linz dari atas.

Hmm, menarik! Setidaknya kami tidak lupa berkunjung ke rumah Tuhan.

Advertisements

Categories: TRAVELING

Tagged as: ,

1 reply »

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.