ALL ABOUT DEUTSCHLAND

Tambal Gigi Cukup Sekali Datang, Canggihnya!

Perawatan gigi itu penting. Anjuran untuk datang dua kali dalam setahun ke dokter gigi sering saya lakukan. Bagaimana pun saya tahu betapa menderitanya sakit gigi itu. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati? Itu sebab saya sering bolak-balik perawatan gigi agar tak mengalami sakit gigi.

Di hari Sabtu, suami ajak nonton bioskop. Saya pun ikut sebagai pilihan romantis menjelang Sabtu Malam. Kami beli paket dua soft drinks dan popcorn. Menikmati film sambil mengunyah jagung-jagung popcorn itu memang asyik. Begitu asyiknya hingga saya mengambil biji jagung yang tak jadi popcorn. Alhasil ini menghancurkan tambal gigi di salah satu gigi. Itu menyebabkan gigi gompal dan rasa tak nyaman di mulut pun datang.

Akibat gigi yang pecah ini, saya pun merasa tak nyaman mengunyah makanan. Rasa sakit bukan pada gigi yang berlubang tetapi saat lidah bergesekan dengan gigi yang pecah tersebut. Saya mengeluh ke suami supaya pergi ke dokter gigi.

Untuk pergi ke dokter gigi di Jerman memang alangkah baiknya sudah membuat janji terlebih dulu. Ketika saya menelpon staf praktik dokter gigi, dia menyarankan untuk datang satu bulan lagi. Lalu saya menolak dan menjelaskan kondisi yang saya alami. Akhirnya saya bisa datang keesokan harinya, dengan catatan menunggu panggilan periksa sepanjang pagi sebelum jam dua belas siang. Jika ada pasien yang tak datang, waktu periksa pasien yang tak lama atau dokter punya waktu maka dokter segera menangani gigi saya yang bermasalah.

Akhirnya!

Perawat datang memanggil nama saya. Saya masuk ruang periksa. Saya jelaskan kondisi yang saya alami. Lalu perawat minta saya jalankan foto rontgen di ruangan lain. Semua peralatan di ruang praktik dokter gigi ini begitu moderen, canggih dan tak memakan waktu lama. Berbeda dari praktik dokter gigi di Jakarta, tempat langganan saya. Maklum saya pernah menjalani enam tahun pasang kawat gigi sehingga seyogyanya rutin kontrol gigi di praktik dokter langganan di Jakarta.

Lima menit kemudian saya sudah kembali di ruang periksa gigi. Dokter gigi datang dan berdialog dengan perawat gigi. Lalu dia membuka mulut saya dan cek gigi saya yang bermasalah. Dia pun mengatakan bahwa material tambal gigi yang terpasang di gigi saya sudah tak pernah dipakai lagi di Jerman.

Lalu dia bertanya pada saya, ada dua material tambal gigi yang tersedia. Material pertama berharga murah dan ditanggung asuransi sedangkan satu lagi harganya sekian Euro dan tidak ditanggung asuransi. Saya pun menjawab pilihan tambal gigi yang ditawarkan. Dokter pun menyanggupi.

Saya diam sebentar di ruang periksa. Saya mengamati ruang periksa gigi yang canggih dan moderen. Tidak menyeramkan dan dibuat nyaman untuk pasien. Keren!

Selang sekian menit, dokter datang memberi obat bius yang sudah dikatakan sebelumnya bahwa suntikan jarumnya sakit. Lalu saya tidak merasakan sakit apa pun pada area gigi yang bermasalah selama dokter gigi dan perawat melakukan tambal gigi. Dan selesai!

Saya kagum akan kecepatan mereka mengerjakan gigi saya yang bermasalah. Lalu dokter gigi menyarankan untuk tidak makan selama satu jam sampai pengaruh obat bius berakhir. Saya juga mendapatkan ceramah bahwa ada beberapa gigi yang juga rentan berlubang. Saya harus rajin kontrol gigi. Itu pesan dokter gigi. Dan, tak ada pertemuan selanjutnya! Gigi saya pun tak bermasalah lagi.

Berdasarkan pengalaman tambal gigi di Jakarta, maka saya perlu datang dua kali atau beberapa kali sesuai kesepakatan dokter gigi. Pertemun pertama, dokter gigi memeriksa dan membersihkan gigi. Kemudian pada gigi bermsalah diberi semacam obat berbau cengkeh. Kemudian saya diberitahukan pertemuan selanjutnya. Pertemuan selanjutnya, dokter gigi memeriksa gigi lagi gigi yang bermasalah. Kemudian dokter gigi baru menyetujui untuk dilakukan penambalan gigi.

Dari pengalaman tambal gigi di sini, saya kagum bahwa peralatan yang digunakan benar-benar canggih, moderen dan cepat. Saya pun hanya perlu datang sekali ke praktik dokter gigi dan gigi pun tak bermasalah lagi.

Advertisements

Categories: ALL ABOUT DEUTSCHLAND

Tagged as:

5 replies »

    • Gak sakit sama sekali. Saya tanya beberapa teman mahasiswa Indonesia yg juga pernah bermasalah giginya di sini, mereka juga bilang tak ada rasa sakit saat gigi sedang dilakukan pengobatan. Keren lah! Kebayang kalo sakit gigi, sakitnya tuh di sini😂😂😂😂

      Perawatan gigi yang bagus di Jkt? Saya kurang paham krn dulu saya punya dokter langganan.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.