Tiba di Bratislava, kami pun segera memarkirkan mobil di pusat kota. Bratislava itu dulu disebut kota Pozsony, yang banyak dihuni orang Jerman. Apalagi jarak kota yang diapit dua negara menyebabkan kota ini tumbuh pesat dan bergaya metropolis. Catatan tahun 2017, Bratislava menempati urutan ketiga kota di wilayah Uni Eropa yang punya indeks GDP tertinggi setelah Hamburg dan Luxembourg city.

Kami berkunjung ke salah satu kafe. Kafe ini rupanya didekasikan untuk seorang perupa kenamaan yang bernama F.X Messerschmidt. Dia adalah pria kelahiran Bavaria yang telah menghasilkan banyak karya seni yang mendunia. Masa tua hingga wafatnya, Messerschmidt memilih di Bratislava. Karyanya yang memukau dunia adalah tentang “the Character heads” dan sebagian dipamerkan di USA dan Italia. Karya aslinya masih disimpan di Bratislava galery.

Messerschmidt hidup di era abad 18. Dia sendiri pernah mengambil bagian dari perhelatan pemilihan Ratu Maria Theresia dari Hungaria. Tujuh tahun sebelum wafat, dia memilih tinggal di Bratislava bersama saudara laki-lakinya. Sebelum pecah perang dunia kedua, tiga karya Messerschmidt masih tersimpan di Bratislava. Hingga terjadi rezim komunis di Bratislava, karya Messerschmidt berpindah tangan.

Sambil duduk mengamati karya Messerschmidt, pramusaji datang menawarkan apa yang hendak dipesan. Saya pesan latte machiato yang benar-benar enak. Bertambah nikmat, saya pun memesan kue cokelat yang sudah pernah saya bahas sebelumnya.

Mungkin jika saya tak berhenti di kafe ini, saya tidak akan pernah tahu tokoh seni ternama ini. F.X Messerschmidt adalah tokoh perupa yang banyak menghasilkan karya emas tentang karakter emosi manusia.

Kota Bratislava tampak instragamble. Banyak spot cantik untuk berfoto, termasuk di kafe ini.