Linz, Austria (3): Fasching, Ramainya Karnaval dan Ragam Kostum

Alun-alun kota Linz dipenuhi lautan orang.
Salah satu grup karnaval mengenakan kostum memenuhi jalan utama.
Kelompok peserta karnaval lainnya.
Kelompok karnaval remaja dengan seragamnya.
Uniknya kelompok karnaval ini menirukan rombongan kepresidenan negeri Paman Sam.
Dan kemeriahan itu pun terjadi.

Fasching adalah salah satu karnaval yang ramai diselenggarakan di Jerman dan negara-negara berbahasa Jerman. Saya sudah pernah meliput acara ini di Munich, kota kecil lain di Bavaria dan kini di Linz, Austria. Umumnya fasching diselenggarakan menjelang dimulainya masa Pra-Paskah atau hari Rabu Abu, Aschermittwoch dalam bahasa Jerman.

Puncak acara Fasching sebelum dimulainya masa Pra-Paskah. Dalam liturgi gereja katolik bahwa Rabu Abu jatuh pada 6 Maret mendatang. Namun pemerintah kota Linz sudah memulainya Sabtu (9/2) kemarin. Acara meriah ini pun turut serta juga dimeriahkan dengan kehadiran Bürgermeister Linz yang simpati terhadap lebih dari 40 grup yang memeriahkan acara karnaval tersebut.

Acara berlangsung siang hari di sekitar alun-alun utama. Tiap kelompok karnaval memamerkan kebolehannya dengan ragam kostum yang dikenakan. Hingar bingar musik, aneka kertas warna-warni hingga pertunjukan alat musik melengkapi acara karnaval ini. Sebagian kelompok membagikan berbagai süsigkeit seperti permen, cokelat, wafer dan sovenir lainnya. Ini menjadi hiburan bagi masyarakat Linz dan pengunjung luar Linz seperti saya dan suami.

Fasching memang identik dengan kostum konyol dan menarik atensi orang banyak. Itu sebab banyak orang senang mendokumentasikan atraksi dan kostum karnaval. Atensi warga juga tersedot pada satu kelompok dengan mobil limousin layaknya rombongan kepresidenan Amerika. Benar saja, di dalam limousin ada orang yang mengenakan topeng seperti presiden Amerika sekarang. Sontak ini mengundang atensi dan animo warga untuk berfoto.

Begitulah fasching, acara ini pastinya akan lebih sering lagi dilaksanakan sampai puncaknya menjelang Rabu Abu nanti. Bahkan undangan karnaval di kota saya pun sudah mulai beredar. Itu berarti fasching di tempat tinggal saya masih akan ada.

Tradisi acara ini memang berkaitan dengan liturgi gereja katolik. Dalam pencarian informasi dikatakan fasching sudah ada sejak abad 13. Kala itu fasching sudah mulai ada tiap kota dengan kemeriahannya tersendiri. Ini menjadi tradisi bagi masyarakat Jerman.

Namun praktik fasching menjadi menurun ketika munculnya ajaran Protestan yang diinisiasi oleh Martin Luther, seorang Jerman juga. Akhirnya tidak semua region di Jerman menyelenggarakan fasching. Kini tradisi fasching dipegang oleh region wilayah yang masih didominasi gereja katolik, seperti Bavaria misalnya. Fasching terbesar tiap tahun biasa dilaksanakan di Köln.

Good to know🙂

Advertisements

Author: Anna Liwun

I can do all things through Christ who strengthens me [Philippians 4:13]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.