Bratislava, Slowakia (5): Grilled Ribs, Schnitzel dan Pressack yang Jadi Selera Lokal

Grilled ribs, terdiri atas 450 gram iga panggang, salad dan dua macam saus.

Tak lengkap rasanya jika traveling tanpa berhenti di restoran selera lokal. Itu yang jadi pemikiran kami begitu tiba di hotel berbintang empat yang menjadi tujuan liburan selama di Bratislava. Letak hotel ini memang jauh dari pusat wisata namun dekat dengan pusat industri dan perkantoran. Mengingat harga hotel yang cukup terjangkau dan kami bawa kendaraan pribadi maka kami putuskan tinggal di hotel yang berada sejauh tiga puluh menit dari alun-alun kota.

Kami pun cari tahu lokasi kuliner yang mudah dijangkau saat membaca reviu hotel. Beberapa orang yang pernah menginap di hotel, tempat kami menginap, berpendapat ada restoran mewah yang selalu ramai karena citarasa makanannya yang memang lezat. Ternyata benar, restoran ini tak pernah sepi dan selalu ramai didatangi tamu.

Restoran ini bergaya seperti restoran tradisional Bavaria. Meja dan bangku restoran terbuat dari kayu jati yang kokoh. Interior bangunan didominasi dengan unsur kayu. Sebagian orang senang ngobrol sambil minum bir. Sebagian lagi seperti kami yang datang mencicipi kuliner malam.

1. Grilled Ribs

Hmmm, iga panggang yang lezat!

Saya lihat daftar menu restoran ternyata harganya tak merobek kantong. Saya pun langsung memilih menu grilled ribs yang jadi pilihan istimewa restoran itu. Saat memesan, saya tidak memperhatikan bahwa porsi iga seberat 450 gram. Jelas ini besar buat saya, bahkan saya tidak menghabiskan satu iga panggang lainnya. Si pramusaji pun membungkusnya untuk saya bawa pulang.

Iga panggang diletakkan dalam wadah kayu, yang terdiri atas salad sayuran rasa menyegarkan, dua potong iga panggang dan dua macam saus yang beda rasa. Iga panggangnya benar-benar empuk dan bumbunya pun tak begitu menyengat, kaya rempah. Ada rasa thymian, rosemarin dan sedikit madu sepertinya sebagai olesan di daging iga. Enak sekali!

2. Schnitzel

Makanan kedua ini pasti dipesan oleh suami saya, yang tidak suka mencoba kuliner yang tidak dikenalinya. Schnitzel adalah makanan meriah berasal dari Jerman, terbuat dari daging yang dipipihkan dan diberi tepung. Pengaruh kehadiran migrasi orang Jerman jaman dulu ternyata memberi pengaruh kuliner pada selera lokal Slowakia. Contohnya adalah schnitzel dan gaya restoran, tempat kami makan.

Schnitzel dibuat dengan daging dan olesan tepung roti. Ada tambahan kentang yang dipotong dadu, bukan pommes, kentang goreng ala Jerman. Selanjutnya ada salad sayuran di pinggir piring. Porsinya cukup besar. Menariknya, schnitzel ini diberi taburan keju parmesan di atas daging. Hmmm, tidak pernah bertemu schnitzel demikian.

3. Pressack

Sosis, saus asam di tengah dan irisan bawang bombay.

Kuliner terakhir adalah sejenis sosis dengan saus asam. Kuliner ini dipesan oleh suami sementara saya memesan kentang goreng saja. Saus seperti ini juga biasa dijumpai di wilayah tempat tinggal kami. Ini membuktikan bahwa kuliner lokal juga mendapatkan pengaruh dari kehadiran orang Jerman di masa lalu.

Sosis ini sulit saya jelaskan karena ada ragam jenis sosis di Eropa. Sebagai makanan dingin, sosis ini sebelumnya dibekukan terlebih dulu untuk dicetak dalam wadah. Untuk menikmatinya, ada saus asam dan bawang bombay yang diberi garam sedikit.

Kira-kira kuliner mana yang mungkin anda coba di Bratislava?

Author: Anna Liwun

I can do all things through Christ who strengthens me [Philippians 4:13]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.