Leberknodelsuppe.

Saya sudah lama tidak membahas kuliner lokal asal tempat tinggal saya sekarang. Untuk menggenapi ulasan yang ke lima puluh satu, saya mengumpulkan dua makanan yang serupa tetapi berbeda. Dikatakan serupa, karena bahan yang digunakan untuk membuatnya sama. Hal berbeda adalah cara penyajiannya saja, meski keduanya disajikan dalam bentuk sup.

Leberknodelsuppe

Saya pernah mencoba membuat makanan ini sendiri yang dituliskan pengalaman dan resepnya di sini. Berdasarkan pengalaman membuatnya yang rumit, saya akhirnya memilih membeli saja. Di supermarket tersedia juga makanan instan yang langsung dipanaskan begitu tiba di rumah. Sedangkan saya juga pernah memesannya di restoran dengan harga yang cukup terjangkau juga.

Bahan pembuatannya dari daging sapi, hati sapi, tepung roti dan roti baguette yang dihaluskan dengan bumbu seperti bawang putih dan merica. Jika merujuk pada hasilnya, leberknodelsuppe itu mirip bakso, bentuknya yang sama-sama bulat. Sedangkan keduanya memiliki rasa yang berbeda, meski ada kandungan daging sapi. Setelah bahan yang dihaluskan tadi dibentuk bulat, maka kuahnya hanya diberi kaldu sapi saja.

Pada foto tampak ada kreasi sayuran yang dikehendaki sesuai selera. Ini saya pesan di restoran untuk melengkapi rasa dan dekorasi saja.

Leberspätzlesuppe

Makanan selanjutnya yang diulas adalah Leberspätzlesuppe yang tampak mirip. Serupa karena bahan yang digunakan juga sama seperti leberknodelsuppe, yakni daging dan hati sapi. Bentuknya saja yang berbeda, dimana leberspätzlesuppe dibentuk jadi lonjong kecil-kecil.

Apa sebab?

Setelah semua bahan dihaluskan, ada alat bantu namanya spätzlesieb, seperti saringan dandang. Ketika bahan dihaluskan maka olahan bahan akan jatuh melalui lubang saringan ke dalam panci berisi air rebus. Ketika sudah masak, maka bentuknya seperti spätzle atau pasta. Untuk menikmatinya, tambahkan rebusan air kaldu sapi dan irisan daun seledri sebagai dekorasi.

Hmmm, sup yang menyegarkan!