PSYCHOLOGY

5 Alasan Orang Lupa Nama yang Baru Dikenalnya

Apalah arti sebuah nama! Namun nama itu punya makna untuk dikenali. Tak kenal maka tak sayang. Namun bagaimana jadinya jika anda bukan seorang yang selalu ingat nama seseorang, apalagi rekan kerja anda sendiri. Kejadian ini juga saya alami yang mendorong saya untuk menuliskannya di bawah ini.

Meski ada pelajaran psikologi kognitif yang secara teori bisa menjelaskan alasannya, namun praktiknya saya lebih mudah menjelaskan berdasarkan pengalaman saja. Lupa nama seseorang bukan berarti gejala kepikunan, kecuali itu terjadi kerap kali sehingga anda perlu memeriksakan pada ahlinya. Namun pada dasarnya, saya tahu bahwa bekerja dalam lingkup multikultural adalah mengenal nama-nama orang dari berbagai negara yang terkadang asing buat saya.

Berikut alasannya:

1. Tipe kepribadian Sanguinis

Pertama kali saya menguji diri sendiri ketika awal menjadi mahasiswa jurusan psikologi sekian tahun lalu, hasilnya menunjukkan saya cenderung lebih pada tipe kepribadian sanguinis. Sekarang tipe kepribadian saya pun tetap tak berubah bahwa saya tetap cenderung Sangunis.

Tipe sangunis dipercaya merupakan orang yang ceria, menyenangkan banyak orang, supel, mudah bergaul dan bisa menghangatkan suasana. Mereka yang sangunis adalah orang yang disukai dalam pergaulan dan populer. Namun dibalik kelebihannya, mereka kurang fokus dan punya ingatan yang kurang baik dalam mengingat nama, termasuk nama seseorang. Itulah saya.

Jangan meminta orang bertipe Sangunis untuk mengingat nama! Trik saya sebagai fasilitator atau berbicara di depan mimbar, saya meminta mereka menuliskan nama peserta yang diletakkan di depan meja, seperti table name begitu. Atau, saya sudah menyiapkan kertas tempel seperti “tom and jerry” yang ditempelkan di saku depan baju. Saya malu juga jika harus mengulang pertanyaan, siapa namanya? Padahal orang tersebut sudah menyebutkannya. Bagaimana pun nama yang disebutkan dengan baik adalah apresiasi atau penghargaan kepada orang lain.

2. Nama orang tersebut susah untuk diucapkan

Bagaimana pun kesulitan terbesar mengingat nama adalah ketika seseorang punya nama yang memang susah diingat. Mengenal orang dari berbagai negara membuat saya mengenal aneka macam orang dengan nama yang terkadang asing dan tidak familiar untuk saya. Belum lagi, nama sesuai huruf bisa berbeda dengan penyebutannya. Itu sudah membuat saya lupa nama seseorang. Untuk alasan ini, biasanya saya tanya adakah nama singkat atau nama kecil yang mudah diingat.

3. Anda sedang tidak fokus

Alasan berikut yang menyebabkan saya tiba-tiba lupa nama seseorang adalah saat saya sedang fokus pada satu hal kemudian tergesa-gesa memanggil nama seseorang yang asing atau baru dikenal. Ini sering saya alami, saat saya sedang sibuk mengerjakan satu hal tetapi saya harus menjelaskan hal lain yang baru dikerjakan oleh orang lain. Tiba-tiba saya lupa nama orang lain tersebut, sehingga saya menyebut kriteria lelaki/perempuan dan asal negara. Untunglah lingkup pekerjaan saya berasal dari aneka negara lima benua yang berbeda. Sebagai orang baru, perkenalan saya pada rekan kerja hanya nama dan asal negara. Ternyata perkenalan itu membantu. Jadi saat berkenalan, tanyakan hal lain yang umum atau tidak sekedar nama saja. Ini akan membantu anda menyebutkan secara spesifik saat lupa nama mereka. Saya juga seorang diri berasal dari Indonesia.

4. Masih baru perkenalan

Saya pikir adalah wajar bahwa kita bisa lupa nama di awal perkenalan. Saya termasuk orang yang bekerja paruh waktu dan baru saja mulai mengenal berbagai rekan sekerja. Bahkan saya lupa nama tiap orang yang bekerja bersama saya karena nama tiap orang ditulis begitu lengkap, sementara yang dikenal biasanya hanya nama panggilan. Nama saya Anna dan ada nama keluarga. Toh, mereka tetap memanggil saya “Anna” bukan “Nana” atau “Ance” atau yang lainnya.

5. Anda benar-benar tidak ingin mengingatnya

Ada seorang teman yang adalah pengajar, bisa mengingat nama tiap muridnya dengan baik. Alasannya, mengingat nama adalah bentuk penghargaan pada seseorang. Saat saya tanya, mengapa dia bisa ingat semua anak didiknya? Alasannya, dia ingin hanya punya jumlah siswa terbatas dan tidak banyak. Dia ingin membangun keakraban dengan siswa yang mengambil mata kuliahnya. Cara dia mengingat nama siswa cukup unik. Dia mengaitkan setiap nama siswa dengan nama teman-temannya, orang yang pernah dikenal atau public figure. Misalnya, ada siswa bernama Tomy, dia kaitkan dengan Tom Hanks misalnya. Menurut teman saya ini, ketika anda lupa nama seseorang yang baru dikenal, bisa jadi karena anda benar-benar tidak ingin mengenalnya dengan baik. Itu sebab anda lupa dan melupakannya.

Dari lima alasan di atas, sebenarnya ada alasan lain yang menarik berdasarkan pengalaman. Saya bisa lupa nama seseorang dikarenakan dalam waktu bersamaan, saya harus mengingat hal lain. Misalnya, saya sedang traveling dan bertanya nama jalan yang jadi tujuan saya. Sebelum bertanya, saya awali dengan dialog nama, asal negara dan sebagainya. Ketika saya harus mengingat nama jalan dan rute yang ditempuh, maka saya bisa lupa nama orang yang baru saja saya kenal. Sepertinya, saat anda mengingat maka anda perlu fokus pada satu hal, bukan dua hal yang berbeda.

Apakah anda ada pengalaman serupa?

Advertisements

Categories: PSYCHOLOGY

Tagged as:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.