Ilustrasi.

Lain negara, lain kebiasaan memberi salam dengan mencium pipi. Pengalaman pertama mencium pipi dengan lawan jenis di Munich sempat mengejutkan ketika saya pertama kali bertemu dengan seorang sahabat. Rupanya hal ini adalah wajar untuk cium pipi kanan dan kiri baik pada lawan jenis maupun sesama jenis sebagai tanda persahabatan. Di Munich, mereka menyebutnya “bussi” untuk mengawali dan mengakhiri pertemuan. Bahkan jika pertemuan hanya lewat chatting saja, maka diakhiri dengan kata “bussi” yang berarti cium persahabatan. Cerita saya bisa dilihat di sini.

Namun kebiasaan ini tidak serta merta terjadi di negara lain. Ini menjadi topik diskusi kami saat makan siang dengan rekan kerja beda bangsa dan juga beberapa kenalan saya yang dikenal di Jerman. Sebagai misal, rekan kerja asal Hungaria sedang menelpon sahabatnya yang juga berasal dari negara yang sama. Dia pun mengakhiri pembicaraan dengan kata “puszi” maka saya yang mendengarnya terkejut dan penasaran. “Puszi” adalah istilah yang sama seperti di Munich “bussi” yang berarti cium persahabatan. Cium pipi ini dilakukan dua kali juga.

Sedangkan pengalaman saya dengan kenalan asal Ukraina berbeda. Dia adalah seorang perempuan Ukraina yang datang ke Jerman karena suaminya asal Pakistan bekerja di Jerman. Setiap bertemu dengan saya, dia memberikan cium persahabatan alias cium pipi satu kali. Awalnya saya berpikir bahwa cium pipi dilakukan dua kali, dia tiba-tiba berhenti dan menghardik saya. Dia mengatakan bahwa cium persahabatan dengan menempel pipi di Ukraina, Rusia dan Kazhastan hanya dilakukan satu kali. Saya mendengarnya takjub juga. Ternyata tiap negara berbeda-beda.

Saat saya menjelaskan hal ini saat makan siang, seorang teman lain asal salah satu negara di Timur Tengah menyahut bahwa cium persahabatan di negaranya itu dilakukan tiga kali. Saya tambah terkejut lagi. Dia menjelaskan bahwa cium pipi kanan, cium pipi kiri dan terakhir cium pipi kanan. Hal ini biasa dilakukan, pria dengan pria atau wanita dengan wanita. Namun kenalan lain menambahkan bahwa di negaranya juga terjadi cium persahabatan tiga kali baik sesama jenis maupun lawan jenis. Dia berasal dari Belanda.

Sedangkan saya yang berasal dari Indonesia pun bingung menjelaskan tentang tradisi cium persahabatan di negara saya. Saya berpendapat bahwa cium pipi yang biasa saya lakukan dua kali karena saya sudah lama tidak bertemu dengan sahabat lama. Untuk mengawali dan mengakhiri pertemuan sebagai cium persahabatan memang tidak ada tradisi yang pasti diketahui.

Anda sendiri bagaimana?