ALL ABOUT DEUTSCHLAND

Ini Alasan Kita Tidak Boleh Memotong Pembicaraan di Jerman

Lain budaya lain pula cara berkomunikasinya. Pengalaman ini yang saya amati lewat acara talkshow di televisi atau kebiasaan berkomunikasi di tempat kerja di Jerman. Ini menginspirasi saya untuk menuliskannya alasan, mengapa kita tidak boleh memotong pembicaraan. Dimana pun adalah hal tak baik bila kita memotong pembicaraan orang. Ini termasuk alasan kesopanan.

Saya pun mengamati berbagai diskusi talkshow di televisi pun begitu anggun dan tampak elegan. Di sini, saya mengamati talkshow tidak mungkin dua orang bisa berbicara bersamaan dan saling serang. Si moderator juga tampak menguasai panggung dan tidak memotong apa yang disampaikan pembicara. Di situ saya paham bahwa ada alasannya.

Mengapa demikian?

1. Orang Jerman adalah orang yang santun

Tiap orang mengklaim dirinya adalah orang Jerman maka mereka tahu identitas dirinya sebagai orang yang santun. Ada salam pembuka saat bertegur sapa seperti “Guten Morgen!” atau salam lain seperti “Servus!”, “Gruß Gott!”, “Guten Tag!”, “Moi Moi” atau sekedar “Hallo” saja sudah memberi tanda sapaan dan salam. Mengakhiri perjumpaan pun demikian, ada kata selamat tinggal atau sampai jumpa lagi seperti “Pfiat Dich!”, “Ciao!”, “Auf Wiedersehen!” atau “Schönen Tag!” dan sebagainya. Bahkan ketika kita hendak masuk ke kamar atau ruang kerja orang lain, kita perlu mengetuk pintu dan beri salam. Begitu santunnya maka anda bisa bayangkan bagaimana reaksi mereka jika anda memotong pembicaraan? Selain hal itu dipandang tidak sopan, tentu anda dianggap bukan orang yang santun.

2. Grammatik atau tata bahasa

Alasan berikutnya, tentu menyangkut persoalan grammatik atau tata bahasa. Secara struktur kata, kata kerja dalam bahasa Jerman itu ditempatkan di belakang. Sementara tata bahasa dalam bahasa Indonesia adalah subyek kemudian predikat. Misal, “ich muss arbeiten weil ich Geld für meine Familie brauche” yang diterjemahkan menjadi “Saya harus kerja karena saya butuh uang untuk keluarga saya” dimana “brauche” adalah kata kerja untuk orang pertama. Meski kata kerja tidak selalu ditempatkan di belakang kalimat, namun umumnya ditempatkan di belakang. Dengan begitu, guru bahasa Jerman di sini berpendapat bahwa kita harus menunggu lawan bicara selesai berbicara terlebih dulu agar tahu maksud keseluruhannya. Bayangkan bahwa anda memotong pembicaraan padahal lawan bicara belum mengucapkan kata kerja dan keseluruhan maknanya.

3. Komunikasi yang direct

Saya pernah ikut acara rapat di sini, mereka cukup singkat menyelenggarakan rapat. Cara orang di sini berkomunikasi itu direct, langsung dan tanpa basa-basi. Ini mungkin terdengar menyakitkan buat orang seperti saya, tetapi itulah mereka yang tidak menutupi apa pun. Dalam diskusi atau pembicaraan, tiap orang punya hak yang sama untuk berpendapat. Namun mereka berbicara to the point dan berdasarkan data. Orang di sini adalah orang yang berpikir logis sehingga mereka tidak akan berbicara melantur atau berlebihan. Tentu kita tidak mungkin juga memotong pembicaraan karena mereka pun berbicara apa adanya, tidak berbelit-belit.

Ketiga alasan di atas adalah hasil diskusi saya dengan beberapa teman di sini. Itu menarik buat saya tuliskan untuk menginspirasi.

Jika ada hal yang urgent dan important yang harus disampaikan sehingga perlu memotong pembicaraan maka anda perlu beri kode atau tanda untuk diberi kesempatan berbicara. Biasanya mereka cukup paham dan langsung mengerti.

Semoga bermanfaat!

Advertisements

Categories: ALL ABOUT DEUTSCHLAND

Tagged as:

2 replies »

  1. Hmmm, jadi ingat.
    Pernah kerja dimana direktur utama adalah orang Indonesia tamatan Jerman. Istrinya Jerman juga memegang peranan penting di tempat itu.
    Banyak yang mengatakan, Pak Dirut terkesan otoriter tapi membaca ini aku jadi ingat walaupun dia pemimpin begitu tetapi setiap kita berbicara atau mengemukakan alasan pasti didengar sampai tuntas. Begitu juga dengan istri beliau. Boeh marah dan cerewet tapi kalau kita bicara pasti didengar sampai tuntas.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.