Apakah Vampir itu Ada di Romania?

Sejak saya masih duduk di bangku sekolah, teman-teman saya dulu terbiasa berbagi cerita soal film yang mereka tonton. Seingat saya waktu itu, film tentang vampir adalah film yang sering kami bicarakan di sekolah. Film tentang vampir bisa dikemas horor, drama hingga komedi. Intinya adalah vampir adalah seseorang yang digambarkan setengah manusia dan setengah hantu yang menakutkan karena vampir suka menyerang dan menghisap darah manusia.

Film tentang vampir tidak hanya satu kali saya tonton tetapi beberapa kali. Vampir digambarkan takut dengan bawang putih dan salib. Vampir digambarkan dapat membunuh manusia kapan saja, sehingga isu ini begitu menakutkan. Apakah vampir itu rumor ataukah sesungguhnya vampir itu benar-benar ada? Selintas itu pertanyaan saya sejak anak-anak dulu di Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, isu vampir tidak hanya menakutkan saya dan teman-teman saya saja di Indonesia tetapi juga orang lain yang berada di belahan dunia lain. Ada seorang teman asal Rusia dan Tanzania yang bertemu dengan saya dalam satu kesempatan pekerjaan. Kami berbicara banyak hal soal budaya. Selang beberapa lama datanglah teman lain. Dia berasal dari Romania. Suasana pertemuan kami bertambah semarak karena kami berbicara satu sama lain soal budaya dan kebiasaan masing-masing negara.

Tiba topik kami adalah vampir di Romania. Rupanya isu vampir tidak hanya menjakiti saya yang berawal dari film yang ditonton saat saya masih anak-anak. Teman saya lain dari belahan dunia lain pun punya pengalaman yang sama. Pertanyaan kami sama, apakah vampir itu benar-benar ada? Kami pun terdiam beberapa saat menunggu penjelasan teman asal Romania tersebut menjelaskannya.

Vampir itu sesungguhnya hanya cerita dongeng yang disebarkan dari mulut ke mulut sehingga menjadi legenda untuk dipercayai. Kalimat tersebut meluncur dari teman saya asal Romania tersebut. Misalnya, vampir itu adalah sesosok setengah manusia yang takut akan bawang putih. Dalam film dimunculkan bahwa bawang putih ditempatkan dimana-mana agar vampir itu tidak menghampiri. Padahal kita semua tahu bahwa bawang putih itu bagus untuk kesehatan. Dahulu orang di Romania tak begitu suka mengkonsumsi bawang putih. Bau bawang putih yang menyengat di mulut sangat dibenci meski baik untuk kesehatan. Akhirnya isu itu pun berhembus bahwa jika kita makan bawang putih maka vampir tidak menghampiri untuk menghisap darah.

Begitu pun dengan salib dan simbol-simbol keagamaan untuk mengusir vampir. Isu vampir terjadi ketika abad pertengahan. Kala itu masyarakat masih mempercayai hal-hal gaib dan mistis. Untuk mengembalikan keyakinan bahwa hanya Tuhan satu-satunya yang punya kekuatan, termasuk mengalahkan hal-hal mistis maka isu vampir itu pun dihembuskan. Vampir pun takut.

Bagaimana pun saya dan teman-teman lain menjadi puas mendengarkan penjelasan teman asal Romania ini. Setidaknya berkenalan antar bangsa membuat kami mengenal berbagai hal yang dahulu mungkin tidak kami ketahui sebelumnya. Entah benar atau tidak pendapat teman saya asal Romania ini, berbagi soal kebiasaan dan tradisi antar negara memberikan kita pencerahan untuk saling menghargai satu sama lain.

Apakah anda sendiri senang menonton film tentang vampir?

Author: Anna Liwun

I can do all things through Christ who strengthens me [Philippians 4:13]

3 thoughts on “Apakah Vampir itu Ada di Romania?”

  1. Ayu sendiri sangat menyukai cerita-cerita mengenai vampire atau makhluk abadi lainnya. Ini seperti hal alamiah yang dimiliki oleh manusia yang sangat tidak abadi seperti Ayu hahaaha.

    Ia, cerita tentang vampire itu ternyata hanya mitos belaka ya. Tapi, asik, karena malah menjadi ciri khas yang menarik untuk suatu daerah atau negara.

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.