Dua kandidat untuk parlemen Uni Eropa sedang diperkenalkan host TV.

Untuk pertama kalinya sejak terbentuknya Uni Eropa (EU), pemilihan umum (pemilu) untuk parlemen EU diselenggarakan secara langsung. Sekitar 400 sampai 500 juta penduduk di 28 negara Eropa berkesempatan mengajukan pilihannya. Hanya saja sistim di 28 anggota negara Uni Eropa menentukan sistim pemberlakuan suara sesuai suara yang dibutuhkan di parlemen. Saya sendiri kurang paham soal ini.

Europeanwahl atau pemilu di Jerman jatuh pada hari ini. Sebagian besar negara EU pun menggelarnya hari ini. Sedangkan negara lain misal Belanda sudah melaksanakannya pada 23 Mei.

Sebagaimana kebiasaan pemilu di Jerman, pemilu dilaksanakan pada hari Minggu sebagai ruhetag, tidak ada kegiatan bisnis dan industri. Undangan untuk memilih sudah terkirim via pos kepada mereka yang berhak sesuai lokasi tempat tinggal yang terdaftar. Suami saya sudah mendapatkannya jauh-jauh hari. Dengan sistim pemilu yakni langsung, umum dan rahasia maka pemilu ini digelar setiap lima tahun sekali.

Kampanye pun sudah mulai digelar, termasuk iklan, pemasangan banner dan spanduk dan berbagai diskusi diadakan stasiun televisi. Bahkan mahasiswa dan mereka yang berusia muda diajak berpartisipasi untuk kemajuan dan kesejahteraan Uni Eropa.

Hal menarik yang diadakan stasiun televisi Jerman adalah menggelar duel antara dua kandidat, seperti yang saya perlihatkan di foto. Sementara berbagai dorongan ajakan untuk sadar dan ikut berpartisipasi dalam pemilu ini dilakukan oleh para generasi milenial. Bagaimana pun pemilu ini menentukan kesejahteraan dan kelangsungan Uni Eropa yang dicintai. Jadi kampanye ini mengingatkan mereka untuk ikut berpartisipasi karena pemilu ini sangat berarti di masa mendatang.

Orang muda dan perempuan pun berperan aktif untuk kelangsungan Uni Eropa di masa mendatang.

Saya hanya menyimak bagaimana isu yang diangkat para kandidat ini perlu menjadi acuan, apakah beliau layak dipilih. Saya mengamati dua isu penting yakni masalah migrasi dan lingkungan hidup yang menjadi sorotan. Jerman yang memiliki suara terbanyak di parlemen memang harus benar-benar memperhitungkan apa yang harus diperjuangkan, termasuk dua isu tersebut yang sering diulas dalam diskusi-diskusi terbuka.

Selamat memilih teman-teman yang berhak!