Bahagia itu “The Way of Life” Bukan Target Hidup

Banyak orang menjadikan kebahagiaan menjadi tujuan utama. Padahal saat mereka berusaha keras mendapatkan kebahagiaan, cara dan kerja mereka itu belum tentu membuat bahagia.

Bahagia itu adalah cara untuk kita hidup, bukan tujuan utama. Seberapa pun harta yang dimiliki, jika seseorang merasa bahagia memilikinya maka tujuan hidupnya akan terasa mudah diraih. Tetapi seseorang memiliki harta dan berusaha keras mengejar kebahagiaan, maka dia mendapati kesia-siaan. Kebahagiaan itu tidak untuk diraih, hanya perlu dialami dan diakui. Apakah saya sudah bahagia?

Bagaimana pun bahagia itu sederhana saja, tetapi target manusia yang disusunnya itu kompleks dan rumit. Dengan begitu, seseorang menjadi frustrasi ketika ia tidak mencapai tujuan dan targetnya. Jika ingin mencapai target dan prioritas hidup, jadikan bahagia itu caranya. Saya punya target untuk memiliki rumah idaman dengan bahagia menjalani pekerjaan sebagai buruh pabrik. Bahagia menjadi buruh pabrik berarti saya bersyukur bangun pagi untuk bekerja, dan seterusnya. Bahagia menciptakan suasana positif.

Mengapa?

Dengan bahagia, kita lebih mudah mendapatkan pengaruh positif. Pikiran yang positif itu tentu mendorong tindakan konstruktif, bukan destruktif. Contohnya, jika kita bisa tetap bahagia saat kalah maka kita bisa memberi ucapan selamat berbahagia kepada lawan. Tetapi bayangkan jika kita tidak bahagia saat kita kalah, maka kita bisa marah-marah, memaki, mengumpat bahkan merusak dan menyerang orang lain.

Seorang peneliti yang menguji dampak kebahagian terhadap kinerja berpendapat bahwa saat kita bahagia, otak kita akan berfungsi maksimal. Di sisi lain, seorang karyawan yang bahagia juga membuat kreatif. Itu sebab saat anda bahagia bekerja maka perusahaan pun puas dengan performa anda. Saya ingat pertanyaan awal saat saya menyelesaikan percobaan kerja (probetag) di Jerman, si supervisor tersebut kerap bertanya “Apakah anda menyukai apa yang anda kerjakan?” Ini penting karena kesukaan itu memicu kebahagiaan.

Begitu besar pengaruh kebahagiaan dalam hidup manusia. Bayangkan jika kita tidak bahagia terhadap apa yang kita jalani, tentu ada kekecewaan dan hal-hal negatif lainnya yang menghinggapi kita.

Bahagia itu HAK setiap orang.

Jika anda belum merasa bahagia, cari dan temukan itu dalam diri sendiri. Kebanyakan orang memaknai bahagia dari luar diri. Padahal jika kita memaknai bahagia dari luar diri sendiri, kita tidak pernah terpuaskan.

Sederhananya, tuliskan satu hal yang membahagiakan saat ini!

Jika sudah, lakukan begitu seterusnya sehingga anda tahu bahwa anda adalah orang yang berbahagia. Ingat bahagia itu tidak perlu besok atau nanti. Bahagia itu kapan saja.

Bahagia itu cara anda memahami rencana Tuhan dalam hidup, seberapa pun sulitnya yang dihadapi.

Advertisements

Author: Anna Liwun

I can do all things through Christ who strengthens me [Philippians 4:13]

2 thoughts on “Bahagia itu “The Way of Life” Bukan Target Hidup”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.