Dresden (3): Katedral Trinitas yang Bersejarah

Katedral Dresden dari Brühl’s terrace.

Saat kami menyusuri sungai Elbe dengan kapal wisata, kami melihat indahnya bangunan gereja katedral ini. Semula di Dresden, Frauenkirche yang pernah dibahas di artikel sebelumnya dikenal sebagai katedral, namun gereja tersebut beralih menjadi gereja protestan seiring bertambahnya jemaat Lutheran di Dresden.

Letaknya di sisi Kastil Dresden.

Atas pertimbangan bahwa Dinasti Saxony sebagai leluhur dan penguasa di Dresden menganut katolik maka dipilihlah gereja Sanctissismae Trinitas sebagai katedral. Di katedral ini dimakamkan Raja dan Ratu serta penguasa kerajaan Saxony di masa lalu. Bahkan anda bisa melihat makam Raja dan Ratu Polandia sebagai bukti keterkaitan wilayah kekuasaan Dinasti Saxony di masa lalu, artinya bisa mencapai negara Polandia.

Tampak dalam gereja.

Katedral ini tidak sebesar gereja katedral yang umumnya saya kunjungi. Padahal gereja ini masih aktif melayani misa untuk umat katolik. Gereja yang dibangun pada abad 18 ini sempat menjadi korban perang. Ya, pada perang dunia kedua bangunan gereja sempat mengalami kehancuran. Kemudian pemerintah setempat melakukan renovasi tanpa mengubah struktur dan gaya bangunan sebelumnya.

Monumen yang saya maksud.

Kekejaman perang pun masih tersimpan dalam monumen di dalam gereja, bagian belakang. Saya melihat banyak turis berhenti dan mengamati monumen tersebut. Monumen itu sebagai simbol bahwa tidak akan ada perang lagi sebagai kejahatan terbesar manusia. Awalnya saya tak paham tanggal tertulis 30 Januari 1933 dan 13 Februari 1945 di dua bilah monumen. Tanggal 30 Januari 1945 adalah tanggal dimana kekejaman itu dimulai dan 13 Februari 1945 adalah tanggal dimana Dresden mengalami pemboman pada perang dunia kedua.

Meski gereja katedral ini sederhana dibandingkan katedral lain yang biasa saya kunjungi, namun kekhusyukan umat untuk berdoa bisa saya rasakan. Ini tampak dari sebagian pengunjung yang datang juga berdoa dan melakukan keheningan di sini. Sedangkan di luar sana, begitu riuh dengan turis dan perbaikan bangunan.

Bagaimana pun kedamaian itu selalu bisa kita rasakan saat kita berada di rumah Tuhan.

Selamat berhari Minggu!

Advertisements

Author: Anna Liwun

I can do all things through Christ who strengthens me [Philippians 4:13]

2 thoughts on “Dresden (3): Katedral Trinitas yang Bersejarah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.