Makedonia tidak hanya nama negara di Eropa tetapi juga nama salah satu area regional di Yunani. Makedonia disebut memiliki populasi terbesar kedua di Yunani. Nama Makedonia memang tak asing disebut sejak jaman para dulu kala. Ibukota Makedonia adalah Thesalonika, yang juga sering disebut dalam kitab suci. Kini saya membahas menu bola-bola daging asal Makedonia. Ini seperti bakso menurut saya, hanya saja tidak ada tambahan tepung kanji. Kaftedes benar-benar bola daging sapi sebenarnya.

Sebenarnya menu khas Yunani yang disebut masuk area Balkan hampir memiliki kesamaan bentuk, tekstur dan rasa. Contohnya Kaftedes ini seperti mirip dengan Suzuki atau Soutzukakia yang pernah saya bahas sebelumnya. Silahkan anda buka link yang saya berikan!

Perbedaan kedua bola daging tersebut adalah pada saus dan teksturnya. Pada suzuki, bola daging sapi tersebut dipanggang dan disantap tanpa saus. Kita menikmatinya dengan nasi pedas paparika. Sedangkan kaftedes merupakan bola daging sapi yang bertekstur lembut dan disantap bersama saus merah. Meski begitu tidak semua kaftedes itu dinikmati dengan saus. Ada juga yang menyantapnya tanpa saus dan dibiarkan kering setelah digoreng atau dimasak dalam oven sebentar.

Saat saya menelusuri makanan kaftedes, ada juga yang menyebut makanan ini terbuat dari daging kambing. Sedangkan kaftedes yang saya pesan merupakan daging sapi cincang seperti bakso begitu yang diberi bumbu sedikit dan dibentuk seperti bola-bola. Kaftedes juga bisa dinikmati dengan saus tzatziki. Saus yoghurt dengan timun dan berasa bawang putih.

Kaftedes lainnya diberi tambahan saus tomat yang kental seperti rasa saus pasta bolognose. Ini yang saya pesan. Untuk melengkapi rasa merah pada kaftedes, saya mendapat salad wortel disamping kentang goreng. Ini adalah kaftedes moderen menurut saya.

Apakah anda tertarik mencobanya?