OPINION

Diam itu Emas atau Bodoh?

Tiada yang bisa menebak apa yang dipikirkan dan dirasakan tiap orang. Jika saya berpikir diam itu emas, justru orang lain memandang diam yang saya lakukan itu berarti bodoh. Alasan saya diam, berbicara pun tak akan mengubah kondisi. Sedangkan alasan orang lain memandang diam itu bodoh karena berbicara akan mengubah kondisi.

Ternyata ada dua pandangan berbeda dalam satu hal yang sama. Saya berpikir diam itu lebih bijak dan menunjukkan suatu tindakan, meski cuma sekedar diam dan membaca situasi. Lagipula menilai seseorang itu bodoh ‘kan tidak dilihat dari kecakapan berbicara, sedangkan saya saja kuliah sarjana berbahasa Jerman di sini. Ini hanya membuktikan bahwa sesungguhnya saya itu tidak benar-benar bodoh secara intelegensi.

Saya berpikir bahwa ada saatnya kita perlu diam untuk menunjukkan sikap. Diam itu menurut saya tetap emas. Seperti seorang Filsuf Jerman berpendapat “What we can not speak about, we must pass over in silence.”

Anda sendiri bagaimana?

Dari hasil penelusuran, diam itu emas berasal dari karya sastra. Ada yang mengatakan pepatah itu sudah ada sejak berabad-abad lalu di Mesir kuno. Hal itu untuk menunjukkan bahwa diam itu suatu sikap, bukan melulu ketidaktahuan. Mungkin suatu saat ada tindakan. Bisa jadi diam menjadi hal yang bijaksana agar suasananya tidak menjadi runyam. Semua mungkin.

Namun ada pula yang berpendapat bahwa bicara itu perak sedangkan diam itu emas. Hal ini dinyatakan seorang pujangga Inggris abad 19. Peribahasa ini hanya untuk mengingatkan betapa lebih berharganya seseorang ketika mengambil posisi diam.

Bukankah emas itu lebih bernilai daripada perak?

Diam yang bijak ketika seseorang lebih tahu apa yang seharusnya diperbuat ketimbang berbicara. Diam juga adalah seribu kata dan kalimat lebih banyak ketimbang berbicara, meski kita tidak berbicara menyampaikannya. Sekali lagi, diam itu tetap suatu tindakan.

Advertisements

Categories: OPINION

Tagged as: ,

5 replies »

  1. Tulisan yang menarik, Kak. Diam itu adalah sikap, sangat setuju dengan penyataan ini. Diam bisa berarti kebodohan atau sebuah kebijaksanaan tergantung pada ditempatkan di manakah diam ini ?. Diam ketika ketidakadilan ada di depan mata, rasanya bukan sebuah kebijaksanaan tapi sebuah ketidakpedulian. Tapi, diam ketika dimintai pendapat untuk suatu persoalan bukanlah juga sikap yang bijak. Tergantung situasi dan kondisinya, itu saja.

    Liked by 3 people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.