Mesir (7): High Dam Site Assuan, Begini Cara Mereka Simpan Air

Papan informasi.

Rabu pagi jam 06.30 kami sudah bersiap diri di lobby bawah untuk program perjalanan selanjutnya. Setelah makan pagi di restoran, kami bergegas menuju bus yang membawa kami keliling kota Assuan. Saya pun tak menyadari bahwa kapal kami sudah tiba di Kota Assuan, sepertinya saat kami tidur lelap, kapten kapal mengemudikannya dengan tenang, tanpa terasa ke Assuan. Ya, Assuan dikenal dunia sebagai pasar singgah di benua Afrika.

Pemandangan sekitar dam.

Tiba dalam bus, tour guide menjelaskan program hari ini kepada kami dalam bahasa Jerman. Lalu dia pun banyak cerita tentang Assuan, sementara pak sopir membawa kami ke acara pertama. Cerita tentang kota Assuan, saya buat terpisah. Kami berkunjung ke bendungan air terbesar yang disebut High Dam Site. Dam ini sangat berarti bagi warga Mesir untuk menampung air mengingat jarang sekali hujan datang dan letak sungai nil di Mesir pun bukan di bagian muara. Negara-negara yang dilalui sungai nil, apalagi di muara sudah lebih dulu mendapatkan air, sementara Mesir hanya sisanya saja.

Bendungan.

Atas dasar itu, pemerintah Mesir membangun dam besar sejak Januari tahun 1960 dan selesai dibangun tahun 1971. Dam ini masuk dalam area yang dijaga ketat, mengingat ini adalah sumber air bagi warga Mesir. Untuk masuk ke dalam pun, ada beberapa pos penjagaan yang harus dilalui dilalui. Di pintu utama, tas dan barang bawaan pun harus melewati mesin scanner. Pengunjung yang datang wajib membayar 75 LM Egyptian Pound.

Old Asswan dam.

Dam ini menggantikan Old Asswan Dam. Di dam baru kita bisa berfoto tetapi tidak boleh merekam dengan video. Beberapa petugas militer tampak hilir mudik di sekitar kami. Petugas tur memberikan kami waktu setengah jam untuk foto dan mengeksplorasi.

Monumen persahabatan.

Tempat yang wajib didokumentasikan di sini selain bangunan plant high dam, yakni friendship symbol. Mengapa? Ini adalah monumen yang menandai persahabatan. Sebelum ada dam ini, negara-negara yang dilalui sungai nil memperebutkannya sehingga terjadi konflik. Lewat pembangunan dam ini, orang Mesir tak lagi khawatir kekurangan air.

Setelah berfoto di beberapa tempat yang indah, tiga puluh menit berlalu. Sopir bis segera menyalakan motor untuk segera kami melanjutkan tujuan kami.

Kemana? Nantikan cerita saya selanjutnya!

Author: Anna Liwun

I can do all things through Christ who strengthens me [Philippians 4:13]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.