Mesir (8): Assuan Philae Temple, Didedikasikan Untuk Dewa Isis yang Tak Pernah Selesai Dibangun

Kuil tampak dari perahu yang kami tumpangi.
Pilar batu besar menandai ciri khas bangunan kekaisaran romawi.
Tampak sphinx yang tak utuh lagi di depan pintu masuk.

Apa kabar anda di hari Minggu? Saya ajak jalan-jalan lagi ya. Setelah puas berfoto di High Plant Dam, bus pun melanjutkan perjalanan. Petugas tur menjelaskan kisah kota Assuan yang kami jejaki saat itu. Ada pula yang menyebutnya Aswan. Itu sama saja. Tentang kota Assuan, saya buat terpisah.

Dewa Isis adalah dewa alam semesta. Itu sebab di atas kepalanya adalah bola dunia.
Tampak beberapa dewa lainnya dengan pilar batu yang bercirikan bunga lotus.

Tak sampai empat puluh menit, bus berhenti di suatu dermaga kecil. Ada banyak rombongan turis juga di situ. Tempat yang kami kunjungi selanjutnya adalah Philae Temple. Letak kuil ini ada di sebuah pulau kecil dan memerlukan perahu menuju ke sana. Rombongan turis berbahasa Jerman dibagi dua kelompok agar perahu aman menuju tujuan.

Sepanjang parkir bus hingga perahu berlabuh, hilir mudik pedagang sovenir menjajakan dagangannya. Kami tidak menggubris hingga berhasil duduk di perahu motor. Perahu bergerak menjauhi dermaga, menuju kuil tujuan. Pemandangan danau ini benar-benar alami dan indah. Letaknya berada di Lake Nasser, antara High Dam dan Old Dam. Di sekitar sini, suku nubian tinggal dengan karakteristik yang sedikit berbeda dari orang Mesir umumnya. Ya, suku nubian berasal dari Ethiopia, yang lebih sering kita kenal sebagai orang Ethiopia.

Kami tiba di Philae Tempel. Tiket masuk sebesar 140EGP dibagikan dari tour guide. Di depan pintu masuk ada papan informasi yang menjelaskan bahwa kuil ini dibangun jaman Mesir lampau yang didedikasikan untuk dewa Isis. Kuil sudah ada sejak jaman Dinasti Taharqa abad 6 atau 7 sebelum masehi. Kemudian pada abad 2 sebelum masehi, Raja Ptolomeus II berusaha menyelesaikan kuil ini, tetapi upayanya belum berakhir juga. Hingga Mesir dikuasai kekaisaran romawi pun, Philae Tempel tak pernah selesai terbangun.

Dewa Isis digambarkan juga sebagai a Bird goddess. Dia juga dipercaya memiliki sayap.
Tiap dindingnya menggambarkan pujian kepada dewa Isis.
Ini adalah lambang bunga lotus.

Dewa Isis adalah ibu dari Horus yang dipercaya menolong saat kematian. Menurut mitologi Yunani lampau, dewa Isis memegang peran penting karena melahirkan dewa Horus. Di kuil ini kisah dewa Isis diperlihatkan lewat simbol-simbol huruf hierogliph yang terukir di dinding utama kuil. Bahkan jaman Ptolomeus II, dewa Isis diyakini sebagai penguasa alam semesta. Kuil ini adalah bukti bagaimana orang dulu begitu mengagungkan dewa Isis, universal goddess.

Saya yang mendengarkan penjelasan petugas tur dalam bahasa Jerman terkagum-kagum bahwa dulu saya senang sekali menonton film-film mitologi Yunani. Ini bukanlah mimpi bahwa akhirnya saya bisa menyambangi kuil ini, meski kini kondisinya pun tak sempurna lagi. Apalagi pada abad 3-4 sesudah masehi, kuil ini ditinggalkan ketika orang-orang masa itu telah mengenal Tuhan. Tak hanya itu, bencana banjir beberapa kali yang melanda pulau terpencil ini sempat mengancam kuil ini meski akhirnya terselamatkan.

Kuil ini pada akhirnya memang tak selesai dibangun. Di sisi kiri kuil, pengunjung akan menemukan Temple of Horus dan Temple of Nakhtenbo. Juga kita bisa melihat Hadrian Gate, yang berciri khas kekaisaran romawi dengan pilar batu kokoh dan menjulang tinggi. Setelah itu, ada dua patung singa seperti sphinx yang tampaknya tak utuh lagi. Figur dewa Isis, Hathor dan Horus terukir di pintu masuk kuil.

Altar.
Tampak tak pernah selesai dibangun.
Pemandangan cantik danau Nasser.

Berbagai huruf hierogliph yang menyatakan pujian untuk dewa Isis tampak jelas di sini. Namun ada hal menarik, di sini ada altar yang dikaitkan keyakinan masyarakat Mesir kuno sesudah Masehi. Ini seperti menandakan mereka adalah jemaat kristen awal sekitar abad 4-5 setelah masehi. Ini menandakan tak ada lagi penyembahan kepada dewa. Bisa jadi ini adalah cikal bakal kristen koptik yang juga menjadi bagian 10% dari warga Mesir yang mayoritas islam.

Di sini juga diperlihatkan bunga lotus sebagai simbol wilayah Mesir atas, yakni wilayah Assuan sekitarnya. Bahkan beberapa pilar batu juga menggambarkan bunga lotus. Jika anda menyimak cerita sebelumnya tentang high dam plant, terdapat monumen persahabatan yang juga dilambangkan sebagai bunga lotus.

Keluar dari kuil, kita bisa melihat pemandangan danau Nasser yang cantik. Ada juga ruang pemujaan, yang letaknya di seberang. Sisi lain adalah toilet dan kios penjulan sovenir.

Di luar tampak ada kursi batu yang berbentuk teater. Entah apa maksudnya. Pengunjung diberi kesempatan berfoto di sekitar kuil selama tiga puluh menit.

Tips dari saya, jika anda hendak ke sini:

  1. Siapkan pakaian casual.
  2. Alas kaki yang nyaman.
  3. Pakai topi atau penutup kepala agar tidak kepanasan.
  4. Pakai kacamata surya jika butuh.
  5. Pakai sunblock jika perlu.
  6. Ikuti petugas tur resmi agar aman dan nyaman selama trip.
  7. Bawa minum.
  8. Siapkan uang receh untuk keperluan toilet.

Selamat jalan-jalan!

Author: Anna Liwun

I can do all things through Christ who strengthens me [Philippians 4:13]

9 thoughts on “Mesir (8): Assuan Philae Temple, Didedikasikan Untuk Dewa Isis yang Tak Pernah Selesai Dibangun”

  1. Setiap kali melihat situs bersejarah seperti ini, saya selalu terkagum-kagum dengan potensi yang dimiliki oleh manusia. Luar biasa sekali!
    Kepercayaan yang kuat, melahirkan aksi yang bisa bertahan berpuluh-puluh tahun begini. Sangat menarik!

    Seperti biasanya, terima kasih atas sharing tulisannya, Kak. Oh ya, tampilan blog-nya baru ya, Kak. Asik nih!

    Liked by 4 people

    1. Sama-sama dek, senang bisa menulis pengalaman menarik ini😊

      Terus terang aku gak ubah2 sama sekali. WordPress kayak kasih kejutan gitu, tanpa pemberitahuan. Aku juga terkejut. Senang juga kalo para pengunjung suka.

      Terimakasih feedback nya dek🤗

      Liked by 5 people

    2. Wah, Kak. Kalau menurut Ayu, Kakak sangat diperkenankan untuk berbangga diri. Tulisan yang kakak terbitkan selalu berbobot dan membuat pembaca seperti Ayu berdecak kagum.
      Serius kece!
      Kakak juga sangat rendah hati mau berbagi pengalaman pribadi dan keluarga seperti ini. Ini bagi Ayu adalah hal yang sangat luar biasa!

      Semangat ya, Kak.

      Wah, WordPress bisa melakukan demikian ya ?. Wah, ini buat Ayu harus mengatakan ‘luar biasa’ untuk kesekian kalinya.

      Liked by 4 people

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.