5 Siasat Tetap Menulis (One Day One Post) Kala Traveling

Ilustrasi.

One day one post (ODOP) adalah istilah para blogger untuk tetap aktif tiap hari satu artikel. Begitu pun yang saya lakukan selama lebih dari 750 hari untuk eksis menulis dan membagikan pendapat dan pengalaman lewat blog ini.

Konsisten dan komitmen untuk muncul dengan berbagai tema artikel ternyata tidak mudah. Ini dia tantangan one day one post, sebagaimana yang pernah saya ungkapkan di link ini. Karena saya berpikir ada manfaat yang bisa diperoleh jika saya tetap menulis dan bagikan di blog. Manfaat materi memang tak sebesar dibandingkan kepusan batin bahwa hobi saya menulis tersalurkan dengan baik.

Sejalan dengan upaya ODOP saya bagikan siasat yang saya lakukan agar bisa tetap blogging selama traveling. Sejujurnya ODOP sambil traveling itu bukan hal mudah karena kita berada dalam situasi yang tidak biasa seperti kondisi internet, situasi perjalanan atau rasa lelah seharian plesiran. Berdasarkan pengalaman tersebut, saya buatkan 5 siasat hasil praktik pribadi.

1. Punya “Bank Tulisan”

“Bank Tulisan” adalah julukan saya untuk draft tulisan atau ide/konsep yang muncul untuk menjadi artikel. Sebelum berangkat traveling, saya sudah punya beberapa artikel yang ditabung di “Bank Tulisan” dan sewaktu-waktu dapat saya tarik dan keluarkan menjadi artikel.

Bank Tulisan juga sering saya manfaatkan saat saya tidak punya banyak waktu menulis karena saya lelah di perjalanan atau program acara traveling terlalu padat. Di Bank Tulisan juga saya menyimpan ide atau konsep yang saya temukan selama traveling. Ide menulis muncul manakala saya melihat minuman atau makanan yang menarik dan berbeda untuk diulas. Ide lainnya misalnya tempat tujuan traveling yang baru saja dikunjungi. Saya simpan semua di Bank Tulisan.

Saat saya sedang tak ada kegiatan di malam hari atau saat senggang di perjalanan, saya sempatkan mengembangkan ide dan konsep yang ada di Bank Tulisan. Saya lengkapi dengan informasi lainnya, termasuk foto yang sesuai dan bertanya pada beberapa orang untuk menunjang artikel saya.

2. Riset dan cari tahu

Kebiasaan ODOP itu bukan hal mudah manakala anda tidak sedang di rumah. Oleh karena itu, saya mencari tahu destinasi wisata yang dipilih agar kebiasaan ODOP tetap bisa saya lakukan. Misalnya, apakah hotel atau tempat saya menginap tersedia koneksi internet?

Tahun lalu saya traveling ke sekian negara di Eropa, internet di smartphone saya tidak mengalami hambatan. Jika saya harus upload artikel, internet di benua biru memang tidak bermasalah. Saya tetap bisa melakukannya. Namun ada kalanya traveling ke suatu tempat, jangkauan internet tentu menjadi masalah.

Cari tahu yang lain misalnya, perbedaan waktu. Tiap jam sekian di Jerman tentu saya konsisten upload 1 artikel. Saya ingin tetap konsisten jam tayang artikel. Alhasil riset dan cari tahu bisa membantu saya rutin ODOP.

3. Jaringan internet

Seperti yang diuraikan di atas, ketersediaan internet adalah hal yang mendukung atau menghambat melakukan ODOP. Di beberapa tempat wisata ada yang menerapkan biaya ekstra untuk internet yang memadai. Namun segi keamanan dan kenyamanan perlu juga diperhitungkan agar rutinitas ODOP bisa dilakukan.

Beruntungnya fasilitas pasca bayar yang difasilitasi Telekom dari Jerman memungkinkan saya tetap terhubung internet. Telekom yang saya gunakan bekerjasama dengan provider lokal negara tujuan traveling lalu saya hanya kirim kode SMS untuk mengaktifkan kuota internet. Meski biayanya sedikit lebih mahal dibandingkan biaya ekstra dari hotel, namun saya merasa puas bisa tetap rutin ODOP.

4. Siapkan smartphone untuk segala hal

Jika dahulu saya harus membawa laptop kemana pun saat traveling maka kini smartphone bisa melakukan ODOP dengan mudah. Melalui telepon pintar, saya bisa terhubung pada notes dan kamera yang super canggih. Saya harus cekatan dengan dua jari ketika tour guide sedang menjelaskan lokasi atau informasi wisata. Tangan saya pun segera sigap ambil foto sana sini. Kadang jika saya malas mengetik, saya rekam apa yang saya alami selama traveling agar saya tidak lupa.

Telepon pintar memang memudahkan semuanya. Itu seperti menunjukkan bahwa ODOP bisa dilakukan asalkan saya berniat menekuninya. Memang saya belum menjadi “the blogger” tetapi kecintaan saya menulis memberi saya banyak manfaat. Membaca dan menulis itu adalah dua hal yang tak terpisahkan. Kini tambah lagi, membaca, menulis sambil traveling itu pengalaman seru.

5. Seriuslah mengerjakannya

Terakhir, semua kembali pada keseriusan seseorang yang menekuni ODOP untuk jangka tertentu. Saya sendiri ingin mencapai seribu hari meski terkadang ada banyak tantangan. Misalnya, saya harus siap jam 2 pagi dini hari untuk traveling ke suatu kota, sementara jam sekian saya harus upload artikel. Pada jam tersebut, saya berada dalam perjalanan dan susah terjangkau internet. Saya tetap melakukan ODOP hanya saja waktunya tidak konsisten. Itu menandakan saya serius menekuni ODOP meski ada hambatan ini dan itu.

Semoga bermanfaat!

Author: Anna Liwun

I can do all things through Christ who strengthens me [Philippians 4:13]

2 thoughts on “5 Siasat Tetap Menulis (One Day One Post) Kala Traveling”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.