Cara Unik Orang Cari Uang (2): Jual Sovenir di Sungai Nil

Uang bukan segalanya tetapi segalanya butuh uang. Itu sebab ada banyak cara dilakukan agar bisa menghasilkan uang, sepanjang uang itu halal dan tidak mengambil hak orang lain. Saya pikir perlu ada kreativitas atau kenekatan untuk bekerja mendapatkan uang. Seperti hal berikut yang saya temukan di Mesir, dimana mereka berusaha mendapatkan uang dengan menjual sovenir.

Baca juga: https://liwunfamily.com/2018/06/12/cara-unik-orang-cari-uang-1/

Penjual sovenir menawarkan dagangan ke penumpang kapal.
Pedagang sovenir berdialog ke kapten dan anak buah kapal agar mereka bisa mendekatkan perahu mereka.

Selama kami mengikuti tur di kapal wisata menyusuri sungai nil, ada hal menarik tentang upaya orang mencari uang. Pada dasarnya mereka tahu bahwa penumpang kapal pesiar yang menyusuri sungai nil adalah para wisatawan dari luar Mesir. Tentu ini menjadi kesempatan ladang uang untuk menjual sovenir.

Sesungguhnya kita sebagai turis biasa membeli sovenir di toko sovenir. Bahkan di kapal pesiar yang kami tumpangi pun tersedia toko sovenir dimana kami bisa dengan mudah membelinya.

Namun berbeda dengan cara unik yang dilakukan oleh mereka yang nekat menjajakannya dengan menyandarkan perahu kecil mereka ke kapal kami. Cara nekat ini mungkin tidak bisa dilakukan semua orang, terutama mereka yang tak bisa berenang. Untuk menarik simpati penumpang kapal awalnya mereka berteriak menyapa atau bernyanyi. Ketika para penumpang menepi dan melihat ke bawah, asal suara maka mulailah mereka menawarkan barang dagangan mereka.

Mula-mula mereka menyebut harga dalam Euro, padahal penumpang ada juga orang Inggris yang menggunakan pound sebagai mata uang. Jika terjadi kesepakatan harga, dalam teriakan tentunya dan bahasa Inggris seadanya, maka barang sovenir yang dimaksudkan dilemparkan ke atas, dalam kapal. Setelah penumpang sebagai pembeli sovenir mengecek barang yang dimaksud maka uang disisipkan dalam barang lain. Lalu uang yang disisipkan dalam barang kembali dilempar ke bawah, dalam perahu.

Atraksi jual beli sovenir yang menarik tersebut tentu saja terbilang nekat dan tak wajar. Di satu sisi, penumpang iba dengan upaya mereka mencari uang, mulai memuji penumpang hingga menyanyi. Namun di sisi lain, bisa saja hal ini menjadi tak nyaman dan aman. Bagi penumpang kapal wisata yang tak membeli jelas, ini sangat mengganggu. Bahkan ada kejadian dimana barang yang dikirim tak tepat sasaran sehingga menimbulkan kerugian bagi mereka si penjual sovenir.

Kerugian itu belum seberapa dari pertaruhan keselematan mereka di deras arusnya sungai nil. Ada kejadian dimana mereka yang nekat menjual sovenir dengan cara ini harus berhadapan dengan kapten atau anak buah kapal yang tak setuju dengan cara mereka menggelendot di sisi kapal. Begitulah!

Persaingan menjual sovenir di Mesir pun terbilang tinggi. Cara lain, yang tidak saya dokumentasikan adalah pengemudi perahu layar penyeberangan menawarkan dan menjual sovenir pada kami selama perjalanan, sebelum kami tiba di kapal pesiar. Ada juga sebagian dari kelompok turis dari kami membelinya.

Baca juga https://liwunfamily.com/2019/10/23/mesir-15-3-sovenir-wajib-buat-turis/

Nah, itu tadi pengalaman mencari uang dengan cara unik nan nekat.

Advertisements

Author: Anna Liwun

I can do all things through Christ who strengthens me [Philippians 4:13]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.