Jika Natal Menyebabkan Stress dan Kekhawatiran

Umumnya tiap orang beragama akan berbahagia menyambut datangnya hari raya. Namun sesungguhnya tidak semua orang benar-benar berbahagia menghadapi hari raya yang segera terjadi. Seperti yang akan saya bahas adalah stress dan khawatir saat Natal datang. Tetapi apakah itu mungkin? Mungkin saja bagi sebagian kecil orang yang mengalaminya tanpa disadari. Contohnya adalah kenalan saya yang baru saja mengakui bahwa ia stress saat Natal datang.

Ilustrasi.

Mengapa kita bisa stress dan khawatir saat hari raya tiba?

Berdasarkan tingkat stress yang diujikan Holmes dan Rahe (1967) dikatakan bahwa stress berkontribusi terhadap penyakit yang diderita seseorang. Semakin tinggi tingkat stress maka semakin besar kemungkinan seseorang menjadi sakit. Stress skala ini menjabarkan peristiwa-peristiwa kehidupan manusia yang mendatangkan stress. Kemudian peristiwa tersebut diberi skala untuk menentukan tingkat stressnya. Salah satu peristiwa hidup yang juga mendatangkan stress adalah hari raya Natal.

Meski skor tingkat stress “Christmas” tidak tinggi dibandingkan peristiwa hidup lainnya, seperti dipecat dari pekerjaan atau kematian salah seorang anggota keluarga tetapi nyatanya ada saja orang yang mengalami stress saat Natal tiba. Ini disebabkan karena ada gap antara tuntutan dan kenyataan. Kejadian ini memunculkan stress karena segala sesuatu di luar kendali kita. Ketika kita tidak mampu mengatasinya, muncullah stress, padahal orang-orang yang kita kenal merayakan hari raya Natal sedang berbahagia.

Apakah stress di hari raya itu salah?

Tidak salah. Stress dalam kehidupan sehari bisa terjadi, apalagi stress yang terjadi sekali dalam setahun. Bagi kebanyakan orang misalnya kelahiran bayi adalah peristiwa kehidupan normatif dan wajar bahkan membahagiakan tetapi orang yang tak mampu mengendalikan peristiwa tersebut bisa menjadi stress. Begitu pun saat hari raya Natal, umumnya orang merasa berbahagia merayakannya tetapi ada sebagian kecil orang yang mulai stress.

Kembali ke skala Holmes dan Rahe, Natal menempati skala 12 dari skor 100 yang paling tinggi. Natal memang tidak termasuk dalam 43 peristiwa kehidupan manusia yang paling signifikan memberi stress tetapi ini adalah informasi bahwa peristiwa hidup yang bagi sebagian besar orang itu membahagiakan tetapi ada yang mengalami stress dan kekhawatiran. Seperti yang dikatakan kenalan saya yang seharusnya dia berbahagia saat Natal karena dia juga merayakannya. Dia justru stress dan khawatir menjelang Natal.

Stress dan kekhawatiran jelang hari raya dipicu oleh berbagai faktor yang perlu dikaji lebih dalam. Apa yang menyebabkan seseorang menjadi stress saat hari raya? Apakah stress dipicu oleh faktor eksternal seperti suasana yang membangkitkan trauma di hari raya, sibuk hingga kelelahan menyiapkan pernak-pernik hari raya, konflik dalam keluarga sementara hari raya adalah hari berkumpul keluarga hingga tidak tahu apa yang dilakukan saat hari raya dan sebagainya? Apakah stress dan kekhawatiran di hari raya disebabkan faktor internal seperti takut menghadapi kondisi yang masih lajang, malas bertemu dengan keluarga besar hingga masalah finansial saat hari raya dan sebagainya?

Apa yang sebaiknya dilakukan bila mengalami stress saat hari raya?

Hari raya Natal tinggal esok hari. Natal sesungguhnya menjadi momentum membahagiakan bagi mereka yang merayakannya. Tetapi bila anda mengalami stress saat hari raya tiba, maka anda tidak sendiri. Berdasarkan informasi statistik kesehatan mental ditemukan ada orang yang melaporkan stress saat hari raya tiba. Dan mereka yang ahli menangani kondisi ini untuk membantu orang-orang melewati stress dan kekhawatiran berlebihan.

Jika anda merasa bahwa anda tidak mampu menghadapi seorang diri, maka anda bisa berbagi dengan orang yang terpercaya untuk mengatasi stress dan kekhawatiran yang dihadapi. Bila kondisi stress semakin akut dan butuh penanganan khusus maka anda perlu datang ke ahli yang mampu memberikan terapi khusus.

Selamat menyiapkan Malam Kudus!

Author: Anna Liwun

I can do all things through Christ who strengthens me [Philippians 4:13]