Mesir (25): Kairo Museum Nasional, Tempat Koleksi dan Informasi Peradaban Sejarah yang Wajib Dikunjungi

Museum tampak depan.
Firaun Amenhotep III, yang ditemukan di Karnak Temple.
Lokasi lantai dasar.

Salah satu mumi yang dipamerkan.
Peti mati emas untuk menyimpan mumi di dalam.

Begitu tiba di Kairo, anda sebaiknya berkunjung ke museum nasional atau yang disebut sebagai El Mathaf El Masri dalam bahasa setempat. Sebagai destinasi wisata dunia, tempat ini tak pernah sepi dikunjungi wisatawan. Seperti saat kami datang, antrian begitu padat, tak teratur dan tampak kurang tertib. Bersyukurlah kami datang bersama agen tur, sehingga kami tidak begitu sulit untuk tiba di pintu masuk. Saran saya, anda perlu pergi dalam kelompok wisata sehingga mempermudah antrian masuk dan mendapatkan penjelasan selama di museum.

Setibanya di pintu masuk, tas dan barang bawaan harus melalui jalur screening tertentu. Itu sebab, sebaiknya anda tak perlu membawa banyak barang untuk mempersingkat jalur antrian. Lalu ikuti semua petunjuk pemandu wisata agar anda tidak tersesat. Maklum museum ini sangat besar. Saya rasa satu hari pun tak akan pernah selesai karena museum ini sarat dengan koleksi dan informasi bernilai historis yang tinggi. Jumlah koleksi antiknya sekitar 120 ribu. Untuk menjaga keutuhan benda purbakala ini, sebaiknya anda tak perlu menyentuh atau menjamahnya.

Museum yang dibangun sejak tahun 1902 ini terdiri atas dua lantai dan 56 kamar besar. Lantai pertama berisikan artefak periode tahun 1069 – 1550 Sebelum Masehi. Di lantai ini juga terdapat sarkofagus, patung hingga metal, aksesoris yang dipergunakan saat periode yang disebut the new Kingdom. Lantai 1 ini begitu luas karena sebagian koleksinya berasal dari Valley of The Kings yang pernah saya kunjungi sebelumnya. Peninggalan para Firaun seperti Tuthmosis III atau Hatshepsut yang ditemukan di kompleks pemakaman Luxor Barat juga tersedia di sini.

Koleksi perhiasan misalnya sebanyak dua kamar. Ini menjadi perhatian buat saya bahwa warga Mesir dulu sudah tahu fashion, bagaimana mereka mendandani wajah, membuat tindik di telinga dan mengenakan kalung sebagai akesesoris. Untuk area perhiasan bernilai jual tinggi, tidak bisa didokumentasi pengunjung, hanya bisa dilihat secara bergantian dalam kamar tertutup.

Gambaran peninggalan Tutankhamun, termasuk topeng emasnya yang sampai sekarang masih dipamerkan di negara lain.




Hal menarik lainnya adalah satu area yang terdiri beberapa kamar peninggalan berharga dari Firaun Tutankhamun.

Gambaran kehidupan sebelum masehi yang memperlihatkan perhiasan dan aksesoris yang sudah ada.
Kursi peninggalan yang dipakai Firaun.





Sphinx, tempat paling banyak dijadikan berfoto para wisatawan.

Firaun Menkaure dari Dinasti Keempat, didampingi dewa Hathor dan Bat.

Denah peninggalan Tutankhamun menarik perhatian kami ketika beliau memiliki banyak peninggalan. Bahkan Firaun Tutankhamun memiliki topeng terbuat dari emas, yang kemudian dipamerkan di sejumlah negara maju yang tertarik dengan temuan ini. Dia disebut sebagai “King Tut” yang mencengangkan dunia dengan peninggalannya sekitar lima ribu. Di Museum ini peninggalannya disimpan dalam 7 kamar.

Tentu anda juga penasaran tentang penampakan mumi. Museum ini memiliki dua kamar menyimpan mumi dan satu kamar menyimpan mumi hewan. Pada mumi manusia diperlihatkan kubur batu, penutup tubuh yang terbuat dari dekorasi dan lapisan mewah hingga contoh mumi yang tampak masih utuh yang usianya mencapai tiga ribu tahun lebih. Dan dahulu mereka juga membuat mumi hewan. Di sini juga bisa ditemukan sphinx batu, hewan berwajah manusia yang di luar museum sudah tak utuh lagi.

Sedangkan lantai dasar berisi dokumen papirus, potret kehidupan sehari-hari dan dewa-dewa kuno. Lalu anda akan menemukan pintu keluar museum yang melewati toko sovenir besar. Di sini tersedia aneka pernak-pernik yang bisa dijadikan buah tangan. Bahkan jika pengunjung haus, di sini juga tersedia minuman yang dijual. Untuk toilet umum tersedia di dekat sini, namun pastikan uang receh untuk memberikan tip untuk jasa mereka.

Padatnya turis dan banyaknya koleksi memang membuat pengunjung seperti kami bingung. Itu sebab saya sarankan untuk datang bersama pemandu wisata sehingga anda benar-benar tahu bagaimana memanfaatkan kunjungan anda.

Apakah anda suka berkunjung ke museum juga?

Author: Anna Liwun

I can do all things through Christ who strengthens me [Philippians 4:13]