5 Hal Perlu Diketahui dari Tahun Baru China

Zeedijk Buddhist temple di Amsterdam.

Hari ini di Indonesia menjadi hari libur yakni Tahun Baru Imlek, sedangkan di Jerman memang tidak menjadikannya hari libur. Saya sendiri tidak merayakannya tetapi saya diundang untuk merayakan bersama teman mahasiswa asal Tiongkok yang studi bersama saya. Alasannya, dia begitu merasa sendirian untuk merayakannya. Saya pun bersedia dan tentunya saya senang untuk belajar kultur bagaimana perayaan imlek sesungguhnya di wilayah asalnya.

Teman saya ini berasal dari Tiongkok yang dekat dengan Mongolia. Dari obrolan tersebut, saya merangkumnya menjadi informasi berikut.

1. Penanggalan Tahun Baru China

Tahun Baru China itu tidak ada penanggalan untuk tahun kesekian. Penanggalan tahun yang diyakini warga Tiongkok disebut Farming Calender untuk keperluan tradisi semisal Tahun Baru atau Lampion Festival, selebihnya mereka sudah lebih moderen dengan penanggalan masehi. Misalnya dalam penanggalan tahun masehi kita biasa menyebutkan “Selamat Tahun Baru 2020!” Dalam penanggalan tradisi di masyarakat negeri tirai bambu ini tidak ada angka penyebutan. Tahun berganti dari yang lama ke yang baru berdasarkan pergantian shio dari 12 hewan. Tahun 2020 adalah tahun Tikus yang sekarang dirayakan.

2. Pentingnya malam pergantian tahun

Hal terpenting dari pergantian tahun baru adalah malam pergantian tahun. Ini sama seperti kultur di Jerman yang menyebutnya malam pergantian tahun baru sebagai ‘Silvesterabend’ yang jatuh setiap tanggal 31 Desember. Demikian pula perayaan malam tahun baru bagi warga Tiongkok. Malam pergantian tahun begitu penting untuk dinantikan. Biasanya mereka berkumpul bersama keluarga pada malam jelang pergantian tahun baru. Mereka akan makan bersama.

3. Tahun Baru identik dengan kumpul keluarga

Tahun Baru ini begitu penting untuk masyarakat China dan keturunannya sebagai tradisi untuk berkumpul bersama keluarga. Jika natal bagi warga di Jerman menjadi momen penting bersama keluarga, begitu pun bagi warga China pada Tahun Baru yang mereka rayakan tiap tahun. Ini adalah kesempatan mudik dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Ini juga menjadi waktu untuk berlibur panjang. Umumnya libur panjang sekitar 1 minggu.

Jiaozi yang dimakan saat Tahun Baru Chinna.

4. Makanan yang dinikmati punya makna

Ada satu kata di China, yang langsung diterjemahkan berarti Big Fish Big Meat, artinya makan enak. Karena di masa lalu orang-orang begitu miskin dan orang tidak bisa makan dengan enak dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, mereka senang datangnya Tahun Baru untuk merayakan hari lunar. Mereka bisa makan enak dan anak-anak bisa mendapatkan gula-gula (manisan) serta memakai pakaian baru.

Mereka yang berada di Tiongkok bagian utara menikmati jiazoi. Jiazoi itu seperti pangsit (=chinnese dumpling) yang bisa direbus atau digoreng. Seperti yang dijelaskan teman saya ini, menikmati pangsit seperti pada foto di atas pada jam 12 malam. Kami menikmati isian dumpling vegetaris seperti sayuran dan telur seperti yang kami makan saat teman mahasiswa China ini mengundang kami. Makna isian dumpling vegetaris berarti kebahagiaan dan kedamaian sepanjang tahun. Tentang resep chinnese dumpling akan diceritakan dalam artikel terpisah.

5. Ucapan di Tahun Baru

Di hari pertama tahun baru, acara dilanjutkan dengan kunjungan ke kerabat, yang dimulai dari anggota keluarga yang lebih tua. Kemudian mereka yang lebih tua memberikan Hongbao, yang mungkin saya mengenalnya di Indonesia sebagai Angpao. Ucapan yang umumnya disebutkan adalah (过年好) yang diterjemahkan dalam bahasa Inggris Happy Chinese New year. Saya biasa mengenal ucapan dengan ‘Gong Xi Fat Choi‘ kemudian dia pun menjawab makna ucapan itu sebenarnya. Gong Xi Fat Choi diartikan semoga anda bertambah kaya lagi. Dia pun menjawab ini sambil tertawa.

Tanggal 1 bulan Lunar sebagai tahun baru berlalu yang dianggap sebagai hari libur maka orang-orang akan berlibur lagi pada hari kelima belas setelah tahun baru. Pada hari kelima belas, warga Tiongkok meyakini bulan penuh (full moon) dan menjadikannya sebagai perayaan khusus. Perayaan ini yang dikenal sebagai festival lampion.

Demikian lima hal di atas sebagai informasi yang saya dapatkan dari teman mahasiswa asal Tiongkok yang sedang studi di sini. Wilayah Tiongkok begitu luas. Tiap region punya tradisi masing-masing yang berbeda-beda. Ini menjadi hal menarik untuk saya bahwa keragaman adalah kekayaan untuk saling memahami dan menghormati satu sama lain.

Happy Chinese Lunar Year!

Author: Anna Liwun

I can do all things through Christ who strengthens me [Philippians 4:13]