Amsterdam (5): 6 Gereja Menawan di Pusat Kota

Basilika Santo Nikolaus tampak belakang.

Ketika berkunjung ke Belanda, hal yang ingin saya lakukan adalah berkunjung ke gereja karena saya dulu pernah bersekolah di sekolah katolik yang dididik oleh beberapa suster dan pastor yang berasal dari Belanda. Saya hanya membayangkan bahwa di Belanda pasti ada banyak gereja. Itu sebab salah satu tujuan saya adalah mendatangi gereja di Amsterdam, meski saya dan suami tidak pergi ke semua gereja di Amsterdam.

Enam gereja yang saya liput berikut memiliki bangunan arsitektur yang indah. Tampak menara gereja menjulang yang mudah terlihat siapa saja. Gereja ini ada yang menjadi kebanggaan kota Amsterdam dan ada yang memang terletak di jantung kota Amsterdam. Sebagian gereja yang saya liput masih aktif melayani ibadah dan kebaktian tetapi ada juga yang hanya menjadi museum.

1. Basilika Santo Nikolaus

Basilika Santo Nikolaus dari seberang Amsterdam Central Station.

Tempat selanjutnya yang wajib dikunjungi adalah Basilika Santo Nikolaus, atau di Indonesia dikenal sebagai gereja sinterklas. Tokoh yang sering dikenal kala natal tiba. Itu pula yang mendasari saya untuk datang ke gereja tersebut. Sayangnya, saya datang di waktu kurang tepat. Jam 17.00 gereja katolik ini sudah tutup. Mengingat saya datang saat libur natal, saya berpikir bisa menyaksikan lebih dekat basilika ini, yang menurut sebagaian besar orang, basilika ini sangat indah dengan interior, ukiran jendela kaca dan muralnya. Saya hanya memandangi dari kejauhan karena letaknya di jantung kota Amsterdam sehingga membuatnya menjadi icon kota Amsterdam.

Dari dekat, Basilika Santo Nikolaus dengan dua menaranya.

Letak gereja katolik ini di seberang pusat informasi turis dan stasiun utama kereta. Dua menara gereja ini mengingatkan gereja-gereja di Jerman seperti Frauenkirche dengan mengusung gaya arsitektur neo-baroque. Dua kapel yang didedikasikan untuk santo Yosep dan santa Maria berada di sisi kanan dan kiri gereja. Basilika ini selesai dibangun tahun 1887 yang didedikasikan untuk santo nikolaus, pelindung kota Amsterdam. Pengunjung yang datang pasti terpesona dengan mural di dalam yang berisi 11 rasul Yesus, tanpa Yudas Iskariot di situ.

2. Oede kerk

Menara gereja.
Kini menjadi museum.

Gereja kedua ini saya tidak menemukan keseluruhan gereja, saya hanya mengambilnya dari jarak dekat. Disebut ‘old church‘ gereja tua karena paling tua didirikan yakni tahun 1280. Di gereja ini ada kursi untuk bangsawan dan pemimpin. Berangsur-angsur tiap abad terjadi perubahan dan restorasi. Kekacauan terjadi ketika gerakan Luther merambah ke Amsterdam. Gereja ini menjadi saksi sejarah tentang reformasi gereja di situ.

Hal menarik dari gereja ini adalah empat loncengnya yang melambangkan Iman, Harapan, Kasih dan Kebebasan. Berbagai ornamen dan lukisan yang menghiasi gereja ini berasal dari abad pertengahan. Kaca jendela gereja terukir indah dan penuh warna. Organnya juga spetakuler seperti umumnya gereja katolik di Jerman yang saya kunjungi.

3. Westerkerk

Gereja dari kejauhan.

Ini adalah gereja pertama yang saya kunjungi setelah berkunjung ke Anne Frank Huis. Letaknya dekat dengan museum keju, museum tulip dan museum Anne Frank. Gereja ini adalah gereja protestan yang menjadi kebanggaan kota Amsterdam. Gereja ini masih aktif menyelenggarakan kebaktian tiap Minggu, sedangkan tiap hari gereja dibuka jam 10.30 waktu setempat. Sebagai informasi, gereja dibangun pada abad 17 dengan towernya yang bisa dijangkau untuk melihat keindahan kota Amsterdam.

4. Zuiderkerk

Gereja ini memiliki menara setinggi 80 meter.

Bangunan keempat adalah gereja yang kini diubah menjadi pusat informasi. Dahulu bangunan ini adalah gereja pertama protestan di Amsterdam yang dibangun antara tahun 1603 hingga tahun 1611. Hal paling indah dari gereja ini adalah menaranya yang memainkan instrumen antara jam 12.00 hingga jam 13.00 waktu siang hari. Sejak tahun 1929, gereja ini tak aktif lagi sebagai gereja akibat minim pembiayaan mungkin. Sejak tahun 1988, pemerintah setempat mengalihfungsikan menjadi pusat informasi tata kota dan perumahan.

5. De Krijtberg

Gereja tampak dari kejauhan.

Gereja kelima adalah sekitar area shopping centre. Ini adalah gereja katolik yang disebut Paroki Santo Nikolaus. Gereja ini didedikasikan untuk Santo Fransiskus Xaverius dengan gaya arsitektur Neo-Gothic. Tak jauh dari gereja ada Ignatiushuis atau komunitas pengikut Santo Ignatius. Dibuka sejak tahun 1883, gereja ini masih aktif melayani umat seperti penyelenggaraan perayaan ekaristi, pengakuan dosa dan lain-lain.

6. De Nieuwe Kerk

Gereja yang letaknya di depan alun-alun.
Kiri adalah sebagian bangunan royal palace dan tampak ‘new church’.

Gereja terakhir adalah De Nieuw Kerk yang letaknya dekat dengan Royal Palace. Gereja ini adalah gereja protestan yang selesai dibangun pada abad 15. Konstruksinya sendiri sudah sejak abad 14, dengan gaya arsitektur neo-gothic. Pembangunan ‘new church’ sebagai terjemahan Nieuw Kerk dilakukan mengingat gereja ‘old church‘ atau oude kerk di atas sudah tidak muat lagi menampung jumlah umat. Tetapi berlangsungnya jaman mengubah fungsi gereja, kini ini menjadi museum dan tempat perhelatan resmi kenegaraan.

Demikian cerita liputan enam gereja yang saya telusuri di Amsterdam. Benar juga, selalu ada yang menarik di rumah Tuhan.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!