Makanan Khas Jerman (69): Bayerische Brotzeitplatte, Makan Malam Dingin di Musim Dingin

Makan malam dingin ala Bavaria.

Musim dingin sedang berlangsung di tempat tinggal saya sampai Maret nanti. Bagi saya yang berasal dari wilayah tropis, makan sesuatu yang hangat seperti bakso, mie rebus, soto atau sop bisa membuat saya senang. Itu adalah pilihan saya menikmati malam yang dingin semisal hujan deras di Jakarta. Saya akan membayangkan makanan-makanan tersebut untuk dinikmati. Tetapi bagaimana jika saya tinggal di benua biru seperti ini? Rupanya ini tidak berpengaruh juga bagi suami saya. Ia lebih memilih makan malam dingin.

Melanjutkan makan malam dingin, mungkin anda bertanya apa itu. Kalt essen pernah saya jelaskan sebelumnya, ini adalah makanan yang sudah diolah dan tidak perlu dimasak lagi. Dari rujukan nama ‘kalt essen’ jelas ini adalah makanan (=essen) dingin (=kalt). Di belahan Jerman lain, ada yang menyebut makan malam seperti ini sebagai Abendbrot. Arti Abendbrot juga seperti (makan) malam dari abend dan roti dari kata brot. Untuk menikmati makan roti adalah makanan dingin tersebut. Jadi hanya perbedaan istilah saja.

Di Bavaria, Jerman bagian Selatan adalah makanan yang fresh semisal tomat, paprika, timun dan aneka sayuran salad. Ada juga keju yang tak mungkin juga dipanggang atau dimasak lagi. Semua langsung bisa dimakan secara fresh. Keju sendiri ada macam-macam yang disajikan dalam hidangan. Kemudian ada yang menambahkan mustard, yang disebut di Jerman sebagai senf. Semua benar-benar fresh, kita berhemat listrik.

Makanan kalt essen lainnya adalah telur rebus, salami, daging yang sudah diolah sebelumnya, ham dan sosis. Semuanya itu sudah masak dan tak perlu diolah lagi. Makanan ini tentu tidak dibuat sendiri. Kami di sini bisa membelinya di supermarket dan toko daging yang dijamin kualitas dan higenitasnya. Makanan tersebut memang menjadi kebiasaan untuk dinikmati secara dingin, tanpa perlu diolah lagi.

Biasanya makanan dingin tersebut dinikmati dengan roti. Jerman adalah negeri yang kaya akan variasi roti. Setiap orang punya gaya masing-masing menikmati ‘makanan dingin’ ini dengan roti. Roti bisa diolesi butter, ada yang melakukannya begitu. Ada yang menyelipkan keju, menambahkan irisan salad, timun, tomat atau paprika sesuai selera. Kemudian makan bersamaan dengan salami, daging panggang, daging ham, bacon atau sosis.

Di Jerman bagian utara, makanan dingin biasanya adalah ikan yang sudah masak. Bisa ikan panggang atau ikan asap. Semua pun sudah harus masak dan kemudian didinginkan agar lebih awet. Tak lupa salad, tomat atau timun sebagai pelengkap menikmati abendbrot.

Jelas menikmati makan dingin tidak hanya hemat energi, tetapi juga tidak banyak perlengkapan masak diperlukan. Untuk perlengkapan makan, orang di sini punya seperti cutting board yang terbuat dari kayu atau plastik saat abendbrot. Kemudian ada pisau dan garpu. Makan malam seperti biasanya terjadi jam 18.00 sore atau menjelang malam hari.

Rupanya apa pun musimnya, menikmati makan malam dingin sudah menjadi kebiasaan. Sementara saya sendiri lebih memilih makanan hangat saat malam dingin di musim dingin seperti sup. Begitulah.

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.