Den Haag (1): Frikadellen yang Berbeda dan Sandwich Salmon, Seperti Apa Rasanya?

Frikadellen rasa ikan.
Salah satu kafe di tengah aktrasi wisata.

Sebelum membahas wisata keluarga Maduro di Den Haag, saya bahas dulu kuliner yang saya pesan di restoran di situ. Setelah puas berkeliling melihat miniatur di Den Haag, akhirnya saya dan suami putuskan untuk makan di restoran di situ. Kebetulan kami juga sudah merasa lapar. Di Maduro sendiri ada dua kafe dan restoran. Pengunjung bisa bebas memilih dimana untuk menikmati kuliner bersama keluarga.

Baca: Frikadellen di Jerman

Di restoran makanan disajikan secara prasmanan. Pengunjung mengambil sesuai yang tersedia, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat. Ada sup juga, yang kemudian saya mengambil sup kurbis. Aneka minuman hangat dan dingin pun ada. Tak lupa aneka kue khas Hollan pun tersedia di sini.

Karena kami tak ingin makan yang berat, pilihan seperti frikadellen ikan dan sandwich ikan salmon menjadi hidangan kami. Selain sup kurbis yang pernah saya ceritakan sebelumnya dan minuman glühwein, yang sepertinya sama saja antara Belanda dengan Jerman.

Semula saya berpikir frikadellen itu bentuknya seperti perkedel di Indonesia. Saya menjumpai frikadellen di Jerman, bentuknya mirip seperti perkedel. Isiannya frikadellen di Jerman adalah daging sapi cincang yang diberi sedikit tepung dan telur. Bentuknya bulat pipih seperti mengingatkan pada perkedel kentang buatan ibu saya di Jakarta. Namun frikadellen di Belanda tampak berbeda.

Si suami pesan ini di Belanda.
Sandwich salmon.

Seperti yang anda lihat, frikadellen bentuknya lonjong panjang. Kemudian rasanya pun berbeda, yakni rasa ikan. Memang jika anda tak ingin makan berat, makan satu frikadellen dengan kentang goreng itu sudah nikmat. Karena begitulah kebanyakan orang-orang di sini menikmatinya. Tetapi sajiannya sungguh berbeda seperti yang saya bayangkan dari soal bentuk dan rasa.

Kemudian sandwich salmon ini tak ada perbedaan. Ini hanya berisi dua tangkup roti yang diolesi butter kemudian diberi irisan salmon dan salad sayuran. Bagi suami saya ini sudah menjadi makan siang untuknya.

Ini seperti menjawab pertanyaan seorang pembaca tempo lalu, bagaimana frikadellen di Belanda? Apakah juga sama seperti perkedel di Indonesia? Kini pertanyaan itu sudah terjawab.

Author: Anna Liwun

I can do all things through Christ who strengthens me [Philippians 4:13]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.