Cara Unik Cari Uang (3): Pengamen dengan Kreasinya

Pengamen memakai topi sinterklas dengan kereta musiknya.

Ada banyak cara orang mencari uang atau mengais rejeki. Saya menghargai cara itu sepanjang dilakukan tanpa mengancam keselamatan orang lain, kriminalitas dan berbagai kejahatan lainnya. Cara mengais rejeki pun bisa dilakukan dengan kreativitas asalkan itu dilakukan tanpa melanggar aturan dan mengganggu kenyamanan publik. Baik di Jakarta maupun kota-kota di Eropa, pengamen itu tetap ada. Namun, tentu berbeda caranya menghasilkan uang.

Amsterdam misalnya, saya sempat menangkap dengan kamera ponsel saya, seorang pengamen yang beraksi di jalanan pusat perbelanjaan. Sebagaimana anda tahu, julukan pengamen adalah mereka yang secara tak resmi mencari uang di area publik dengan bernyanyi. Namun, ada juga yang beruntung mendapatkan banyak uang dari lalu lalang orang bilamana suaranya menarik perhatian orang. Atau ada juga yang hanya memainkan instrumen musik yang begitu memukau pengunjung yang lewat sehingga ia atau mereka yang disebut pengamen ini layak dapat uang yang cukup banyak pula.

Lucunya, pengamen yang saya dapatkan di area perbelanjaan di pusat kota Amsterdam ini tidak bernyanyi seperti umumnya dan tidak pula memainkan alat musik. Lantas apa yang dilakukan? Ia hanya membawa kereta/gerobak musik yang bisa memutarkan lagu-lagu natal. Kebetulan memang saya datang saat liburan natal. Jelaslah momen ini ditangkapnya untuk mendatangkan pundi-pundi uang. Dia tidak bernyanyi, dia hanya menadahkan tangannya pada mereka yang lewat. Seperti yang anda lihat, dia mengenakan topi ala sinterklas dan bergerak menghampiri orang yang lewat.

Lain Amsterdam lain Brussels, saya mendapati pengamen dengan cara bernyanyi seriosa. Awalnya saya mencari darimana sumber suara seriosa ini di tengah kafe dan restoran yang menjadi sentra turis di Brussels. Bayangkan udara malam yang dingin rasanya saya tak sanggup bernyanyi, tetapi tidak untuk perempuan bergincu merah dengan mantel berbulu. Ia bernyanyi seriosa tanpa iringan musik. Ia mendatangi tiap restoran dan mulai bernyanyi seriosa.

Awalnya saya mengira perempuan bernyanyi seriosa ini adalah pesanan restoran untuk menghibur tamu kafe/restoran. Ternyata tidak. Selang setengah jam kemudian, saya mendapati orang yang sama sedang bernyanyi seriosa di depan tamu restoran di lain tempat. Ia tampak menghayati penampilannya malam itu, hingga suaranya melengking.

Dari dua ide unik mencari uang di atas, semoga memberi informasi kepada anda. Di Amsterdam, pengamen tidak menyanyikan lagu pun tidak memainkan alat musik, hanya memutarkan rekaman. Sedangkan di Brussels, dia bernyanyi seriosa tanpa iringan alat musik dan perlengkapan. Hanya seorang diri dengan tampilan yang meyakinkan. Artinya, cara mencari uang dengan modal keberanian.

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.