Makanan Khas Asia (62): Chao, Bubur Nasi dari Vietnam yang Menginspirasi Buat Sarapan

Chao, semacam bubur berkuah.

Bubur ternyata tak hanya milik Indonesia saja. Hal ini pernah saya alami saat saya memesan bubur ayam di Malaka, Malaysia, yang ternyata mirip dengan bubur ayam di Jakarta. Saya pesan bubur ayam yang sedikit kering, tak berkuah dengan suwiran ayam. Hanya saja, saat itu saya tidak mendokumentasikan bubur ayam yang saya beli. Cerita wisata ke Melaka bisa anda cek di link ini.

Lepas dari Malaysia, saya juga temukan bubur juga di negeri tirai bambu. Tepatnya di Shenzhen, saya mendapati kuliner bubur ayam di gemerlapnya pasar malam. Lalu pagi hari, sarapan bubur ayam juga menjadi pilihan saat saya menginap di hotel bintang empat. Dari dua negara tersebut menandai bahwa bubur dengan nasi itu memang bisa menjadi petunjuk sebaran kuliner yang mirip.

Baca juga: Cicipi bubur ayam di Tiongkok

Lalu bagaimana bubur nasi di Vietnam?

Adalah reissuppe sebutan bubur nasi berkuah yang disajikan di restoran Vietnam di Jerman. Jika menilik namanya, reissupe berarti reis (=nasi) dan suppe (=sup, makanan berkuah) yang memang seperti penampakan di atas. Plus bisa disajikan tidak hanya dengan suwiran ayam saja, kreasi lain disajikan dengan daging giling. Wah!

Tak ubahnya makan bubur dipandang baik kala kita terserang sakit, begitu pun chao, bubur asal Vietnam ini. Saya merasakan sendiri manfaatnya pada tubuh kala saya sedang kedinginan kemudian memesannya. Kuah dan kaldunya itu benar-benar meresap dan membuat tubuh hangat. Memang chao biasa disajikan saat udara dingin di Vietnam. Tetapi kebanyakan chao disajikan sebagai sarapan pagi seperti halnya kebiasaan pagi di sebagian negeri Tiongkok.

Umumnya chao itu seperti bubur ayam yang saya kenal. Dimana nasi yang dimasak dalam air kaldu yang banyak dan hampir matang. Kemudian daging ayam potong bisa disuwir dan dimasukkan bersamaan. Kemudian dibumbui sebentar, seperti kecap ikan, daun ketumbar dan rempah Vietnam. Itu bubur ayam yang disebut Chao Ga.

Sementara untuk bubur Chao dengan daging giling seperti yang saya pesan, pun bisa diikuti langkah berikut.

  • Kupas dan potong bawang putih. Panaskan 2 sendok makan minyak dalam wajan, goreng sepertiga bawang putih di dalamnya. Tambahkan daging cincang dan masak dalam waktu sekitar 3 menit.
  • Tambahkan rempah Vietnam, ketumbar, kecap, garam dan merica. Basahi dengan ½ liter air. Didihkan selama 1 menit. Lalu tambahkan beras di panci.
  • Panaskan sisa minyak dalam wajan. Goreng sisa bawang putih di dalamnya sampai berwarna kuning keemasan, aduk ke dalam sup sebelum disajikan, taburi dengan daun bawang atau daun ketumbar.

Apakah anda tertarik mencobanya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.