Ilustrasi.

Hari perempuan internasional jatuh tiap tanggal 8 Maret, yang sudah mulai diperingati di sebagian besar negara di dunia. Tahun lalu, International Women’s Day (IWD) dijadikan public holiday untuk kota Berlin, sementara wilayah tempat tinggal saya tidak menjadikannya hari libur. Tahun ini, IWD jatuh pada hari ini adalah hari Minggu dan secara kebetulan tidak libur. Hari Minggu di Jerman sudah dipastikan sebagai hari tenang, tak ada kegiatan perekonomian dan bisnis.

Inisiatif membuat Hari Perempuan (IWD) di Jerman sudah diusung sejak 100 tahun lalu. Ini sebagai bentuk peringatan agar terjadi kesetaraan gender dan mendorong emansipasi perempuan di ranah publik seperti politik, ekonomi, sosial, pekerjaan dan sebagainya. Tentu upaya ini menjadi momentum bersejarah agar peran perempuan dalam berbagai bidang kehidupan bisa terus diperjuangkan. Perempuan pun patut diperhitungkan dalam kancah politik atau terjun dalam bisnis misalnya. Ada banyak tokoh perempuan yang sudah mendunia lewat karya dan kiprahnya.

Salah satu tokoh yang diperhitungkan lahirnya IWD adalah Clara Zetkin (1857-1933). Dia adalah seorang tokoh politik yang lahir di Sachsen, Jerman dan mengusulkan hari IWD. Usulan tersebut disampaikan dalam konferensi di Copenhagen, Denmark. Konferensi yang juga menjadi gagasannya ini digelar tahun 1910 dan diikuti oleh perwakilan tokoh politik dari 17 negara. Inisiatif menyelanggarakan IWD rupanya sempat terhenti karena adanya perang dunia, namun tuntutan diselenggarakan IWD tetap dilakukan. Ia ingin menyuarakan emansipasi perempuan bahwa perempuan punya kesempatan yang sama seperti kaum pria.

Saat itu dunia politik masih didominasi kaum pria, kiprah Clara Zetkins untuk memperjuangkan emansipasi perempuan di berbagai bidang kehidupan semakin gencar. Ia pernah menulis artikel tentang ‘Die Gleichheit’ agar suara perempuan tetap terdengar luas. Ia pula menggagas konferensi perempuan yang diikuti lintas negara. Kiprah perjuangannya untuk emansipasi perempuan pada masa itu tampak dalam peran Clara Zetkins sebagai tokoh politik dan penulis.

Dalam pencarian literatur tentang Clara Zetkins, ada yang menggambarkan bahwa beliau adalah perempuan cerdas, pemberani dan pejuang yang gigih untuk mempromosikan hak-hak perempuan di masa itu. Sebagaimana anda tahu bahwa sekitar tahun 1900-an terjadi pergolakan politik di Jerman, tetapi Clara Zetkins tetap berkampanye bahwa perempuan punya hak dan peran dalam pembangunan bangsa.

Berangkat dari sejarah ini, saya yakin ini bisa menjadi alasan mengapa IWD begitu penting untuk diperingati di Jerman. Saya sebagai perempuan memang belum sehebat Clara Zetkins, tetapi setiap perempuan punya peran untuk pembangunan dan kemajuan bangsa. Perempuan bisa memulainya dari membangun ketahanan keluarganya masing-masing.

Selamat berbahagia bagi para perempuan di seluruh dunia!