#StayAtHome#WirBleibenZuHause#

Poster belajar dialek Boarisch.

Lain tempat lain kebiasaan. Jika dulu di Indonesia, saya mengenal keragaman bahasa berdasarkan daerahnya masing-masing, maka di Jerman saya mengenal ragam dialek yang berbeda satu sama lain. Meski mereka berbicara dalam bahasa Jerman, tetapi saya benar-benar tak paham apa yang dikatakan. Rupanya mereka berbicara dengan dialek yang mungkin buat pendatang seperti saya perlu waktu untuk memahami maksudnya.

Sebagai pendatang, kita tidak dituntut belajar menulis dan mengucapkan dialek kok. Tenang saja! Cukup pelajari bahasa jerman Hochdeutsch dengan baik, itu sudah cukup bekal untuk menguasai buku-buku literatur dan komunikasi yang dipakai dunia media massa. Hanya saja, anda pasti penasaran seperti apa dialek yang saya maksud ‘kan.

Apa itu Boarisch atau Bairisch?

Boarisch atau Bairisch menurut orang-orang di wilayah Bavaria adalah Umgangssprachen. Ini adalah percakapan sehari-hari di luar teks dan kosakata bahasa jerman yang saya pelajari. Jika kita belajar bahasa Jerman tentu kita belajar bahasa Jerman yang sudah menjadi standar baku. Atau, kita bisa menyebutnya Hochdeutsch yang biasanya dipelajari dalam kursus bahasa jerman atau literatur umumnya.

Rupanya bahasa jerman sendiri punya variasi yang berbeda-beda berdasarkan region atau wilayah geografisnya. Ini yang kemudian memunculkan dialek yang kedengarannya menurut saya menjadi berbeda dari bahasa jerman yang saya temukan dalam literatur perkuliahan misalnya.

Dialek ini semakin terdengar berbeda dalam percakapan kehidupan sehari-hari antar warga di sini. Contohnya, saat orang Jerman di belahan utara yang punya dialek Plattdeutsch bertemu dengan orang Jerman di belahan selatan yang punya dialek Boarisch maka akan tampak terjadi perbedaan dialek yang diucapkan meski mereka sama-sama mengerti bahasa jerman.

Setelah saya pindah ke Jerman bagian Selatan, saya bermaksud memperlancar komunikasi bahasa Jerman dengan banyak berinteraksi dengan keluarga-keluarga di wilayah tempat tinggal saya. Semakin saya berinteraksi dengan mereka, semakin saya tahu dialek yang mereka ucapkan dalam percakapan sehari-hari. Tentunya berbeda dengan teks bahasa jerman yang saya temukan dalam perkuliahan. Saya sendiri sedang mengambil studi dengan bahasa pengantar bahasa jerman.

Contoh yang berbeda seperti kosakata „Kalt“ yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia „Dingin“ sedangkan saya mendengar mereka berkata „Koit“.

Contoh lain „warte mal!“ yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi „tunggu dulu!“ sedangkan mereka berkata „warte moi!“.

Percakapan lain misalnya yang sering saya dengar juga dari dialek Boarisch “Mia wurscht!” Dalam bahasa Jerman sebenarnya dimaksudkan “Mir doch egal, interessiert mich nicht.” Dalam bahasa Indonesia diterjemahkan “Terserah saja, saya benar-benar tidak tertarik (membahasnya).”

Apakah anda sudah menemukan perbedaan antara dialek boarisch dengan bahasa jerman yang sudah terstandar?

Contoh lain misalnya mereka berkata „i kimm glei“ yang dimaksudkan dalam bahasa jerman adalah „ich komme gleich“ atau dalam bahasa Indonesia diterjemahkan „Saya datang segera“. Atau mereka berkata „i due nix“ yang dalam bahasa Jerman dimaksudkan „ich tue nicht“ yang dapat diterjemahkan dalam bahasa Indonesia menjadi „Saya tidak melakukannya“. Tentang penyebutan kosakata dialek Boarisch, anda bisa lihat dalam poster yang saya sertakan dalam foto.

Saya pernah bertanya pada suami saya yang juga kadang berbicara dialek Boarisch dengan keluarganya, apakah mungkin suatu saat nanti saya akan bisa berbicara dialek Boarisch? Dia pun menjawab, itu tidak mungkin. Menurutnya, saya mungkin bisa lancar berbahasa Jerman (Hochdeutsch) yang baik di masa mendatang dan itu sudah cukup sebagai pendatang.

Apakah saya perlu belajar dialek?

Sebagai pendatang, saya memang tak mudah mempelajari bahasa Jerman sekaligus mengenali dialek antar region yang berbeda-beda. Seperti yang dikatakan suami, saya tidak akan bisa meniru dialek mereka tetapi saya tetap bisa berbicara bahasa Jerman yang baik dan benar. Kata orang Jerman, saya adalah pendatang yang sudah semestinya bisa berbicara bahasa Jerman sebagai keterampilan dasar untuk tinggal di Jerman.

Jadi dialek tiap region itu bukan bahasa baru. Seperti boarisch adalah dialek yang dipergunakan sebagian besar warga di Bavaria. Dalam penulisan dan pengucapan bisa saja dialek boarish terjadi perubahan. Itu terkesan semakin sulit buat pendatang untuk mempelajarinya’kan. Dialek bagi warga berbahasa ibu Jerman dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan untuk mengenali darimana seseorang tersebut berasal.

Selamat berakhir pekan!