• Judul Film: The Risen
  • Tahun: 2016
  • Genre: Drama
Clavius (berbaju merah) melihat bagaimana Yesus memberi makan orang sakit kusta dan menyembuhkannya, ketika orang banyak mengusir dan menjauhi orang sakit kusta itu.

Sinopsis film

Film ini diawali dari perintah Pontius Pilatus kepada Panglima Clavius untuk menyelidiki rumor hilangnya Mesias. Yesus Kristus, yang dianggap Mesias Yahudi telah wafat disalib oleh prajurit romawi dan dikabarkan bangkit setelah tiga hari. Clavius terpilih karena beliau begitu cakap dan pandai, terbukti ia berhasil menumpas berbagai pemberontakan pada masa itu. Clavius yang adalah seorang romawi memimpin misi mencari keberadaan tubuh Yesus. Makam Yesus kosong, kubur batu yang berat berhasil digulingkan dan tak mungkin orang yang dipaku dan disalib bisa hidup kembali.

Clavius mengerahkan segala upaya bersama ajudan dan prajuritnya untuk menemukan petunjuk dari orang terdekat Yesus. Ia bertanya kepada Maria Magdalena, tetapi nihil hasilnya. Begitu pun, ia memanggil Bartholomeus untuk bertanya dimanakah keberadaan tubuh Yesus yang telah wafat itu. Bartholomeus malah menjelaskan bahwa ia melihat Yesus seperti layaknya orang hidup. Clavius sama sekali tak percaya perkataan Bartholomeus karena Clavius yakin tidak ada orang bisa hidup setelah hukuman salib yang begitu kejam pada jaman itu. Bahkan Clavius telah melihat, seorang prajurit menikam lambung Yesus untuk membuktikan bahwa Yesus telah wafat.

Clavius semakin dibuat bingung, bahwa batu kubur Yesus yang mungkin memerlukan banyak orang untuk menggulingkannya, terbuka. Ia masuk dan melihat kubur batu Yesus, tampak mahkota duri yang dikenakan Yesus saat disalibkan. Di situ hanya ada kain kafan bekas Yesus dengan bulir-bulir darah yang membekas. Dimana Yesus? Pencariannya berujung pada keberadaan para rasul Yesus, yang bersembunyi ketakutan pada kejaran tentara romawi.

Clavius mengerahkan pasukan ke lokasi persembunyian para rasul. Di suatu gua tempat para rasul berkumpul, saat Clavius tanpa prajurit, ia melihat Yesus di antara mereka. Seperti tak percaya yang dilihatnya, Clavius diam sesaat. Yesus memperlihatkan keajaibannya pada mereka bahwa Ia bukan hantu. Ia menunjukkan luka paku pada tanganNya dan luka pada lambungNya. Ia benar-benar hidup. Ini membuka pengalaman iman Clavius. Sejak itu, ia memutuskan untuk menjadi pengikut Yesus dan pergi bersama para rasul.

Para rasul pergi menjauh dari kejaran prajurit romawi, menuju Galilea. Petrus yang menjadi pemimpin para rasul melakukan apa yang diajarkan Yesus, seperti makan bersama dan berdoa Bapa Kami. Dalam pengejaran tentara romawi, seorang ajudan setia Clavius berhasil menemukan mereka dalam pelarian, tetapi Clavius tetap membela para rasul. Anehnya, Clavius yang kejam itu tak membunuh ajudan yang menyerangnya.

Saat tiba di danau Galilea, Simon Petrus mendapatkan keajaiban menangkap ikan banyak sekali setelah berkali-kali gagal. Di situ ia percaya pada seseorang di tepi danau yang memerintahkannya berganti arah. Lalu Simon Petrus sadar bahwa Yesus telah datang sebagaimana janjiNya untuk bertemu di Galilea. Simon pun berseru “Imanku telah menyelamatkan aku. Guru!” lalu ia datang menghampiri Yesus di tepi danau.

Bersama Yesus, para rasul dan Clavius merasa tak takut lagi, seperti ada Roh yang menyemangati mereka. Berbagai keajaiban telah diperlihatkan Yesus yang membuat Clavius percaya bahwa Yesus adalah orang yang dinubuatkan para nabi sejak dulu kala. Film ditutup dengan pertanyaan Yesus kepada Simon sampai tiga kali “Apakah engkau mencintai Aku, Simon?” Dengan kesungguhan Simon menjawab bahwa ia mencintaiNya kemudian Yesus membawa Simon ke tepi batu karang. Para rasul tidak lagi menjala ikan, melainkan manusia. Yesus naik ke Surga sambil berpesan bahwa Ia akan menyertai mereka semua sampai akhir jaman.

Pesan moral

Saya menonton film ini berbahasa Jerman di salah satu program televisi di rumah. Bahwa perjumpaan Clavius, seorang panglima cerdas yang berjumpa Yesus setelah disalibkan telah membuat perubahan dalam diri Clavius. Seperti Bartholomeus yang menceritakan pada Clavius bahwa senjata Yesus adalah kasih. Yesus memerintahkan para muridNya untuk taat pada Kaisar, bukan melakukan pemberontakan seperti kaum Zelot yang diberantas Clavius.

Perjumpaan Clavius membuka pengalaman iman bahwa Tuhan tidak bersembunyi, tetapi kita yang datang kepadaNya. Yesus memperlihatkan keajaiban di depan mata Clavius yang selama ini tidak pernah dilihatnya. Selama ini Clavius hanya mendengar ajaranNya saja, tetapi kini ia sadar bahwa Yesus seperti yang dikatakan banyak orang, Yesus adalah pribadi yang penuh cinta. Terhadap orang yang sakit kusta, Yesus menghampiri orang yang sudah diusir dan dijauhi karena penyakitnya. Clavius melihat itu, bahwa Yesus datang menyembuhkan orang sakit kusta tersebut.

Hidup ini berisi sekumpulan keajaiban-keajaiban yang tidak kita sadari adalah berkat campur tangan Tuhan. Tuhan hadir memperlihatkan keajaiban itu agar kita percaya, bahwa Ia menyertai kita apa pun kondisinya. Para rasul Yesus pun mengalami kondisi ketakutan dan merasa Yesus meninggalkan mereka. Padahal Yesus selalu menyertai mereka meski tak tampak mata. Clavius belajar bagaimana menjadi pengikut Yesus itu meninggalkan ‘yang lama’ dan menjadi ‘pribadi yang baru.’

Pengalaman iman Clavius mengajari saya bahwa kita mengalami kehadiran Tuhan dalam krisis hidup yang mengubah diri kita menjadi lebih baik. Seperti Clavius yang berubah setelah melakukan perjumpaan dengan Yesus, ia menanggalkan jabatannya, tidak membunuh orang lagi dan pergi mengikuti Yesus. Pengalaman iman Clavius ini mengajari saya bahwa Tuhan tidak bersembunyi. Ia hanya berada sejauh doa, saat kita datang mencariNya.

Selamat merayakan perayaan Jumat Agung bagi anda yang merayakannya!