5 Alasan Berikut Mungkin Penyebab Anda Bosan Berdiam di Rumah

#StayAtHome#WirBleibenZuHause#

Ilustrasi.

Beberapa minggu telah berlalu yang menyebabkan saya dan mungkin juga anda harus berdiam di rumah agar tetap aman. Anjuran pemerintah untuk tinggal di rumah merupakan solusi dan cara agar kita bisa terlindungi dari kemungkinan buruk krisis corona yang sedang melanda dunia ini. Masalahnya, siapa yang tahan berdiam di rumah berhari-hari, tetapi sisi lain ada banyak orang juga yang berhasil berdiam di rumah dan merasa tak bosan.

Berikut 5 alasan yang menyebabkan seseorang merasa bosan berdiam di rumah setelah saya bertanya kepada mereka yang telah sukses berdiam di rumah dan mengaku tak bosan. Siapa tahu anda bisa menemukan ide jitu agar tidak merasa bosan di rumah.

1. Tidak menemukan tujuan berdiam di rumah

Salah satu orang menjawab bahwa mereka butuh tujuan tiap hari agar hidup yang dijalani lebih teratur dan terencana, meski hanya tinggal berdiam di rumah. Tujuannya adalah beraktivitas seharian yang membuat seseorang melalui sepanjang hari, tidak hanya tidur dan makan saja. Punya tujuan selama karantina dengan menulis sebuah buku, menonton film drama korea yang sudah dibeli berjilid-jilid, mencoba masakan baru, menata dan mendesain ulang rumah yang selama ini berantakan, menjahit baju yang kekecilan/kebesaran, membersihkan rumah, berkebun dan masih banyak lagi.

Tujuan akan membuat seseorang fokus pada apa yang hendak dilakukannya meski hanya berdiam di rumah. Lalu buat lagi tujuan harian, misalkan satu hari kemarin sudah membersihkan dapur maka kini lanjut membersihkan kamar tidur. Tujuan harian lain misalnya, kemarin membersihkan kebun belakang maka sekarang menanamkan bibit tanaman. Di sela-sela anda menyelesaikan tujuan, anda juga bisa melakukan aktivitas selingan lain sehingga tidak membosankan seperti berkebun, aktivitas selingan adalah menonton film atau memasak.

2. Terlalu monoton

Ada orang yang suka dan tekun mengerjakan pada satu hal, meski buat kita itu terkesan monoton. Sementara kebanyakan orang mengaku bosan setelah mendapati kehidupan yang monoton. Kembali lagi ini soal karakter pribadi seseorang. Bila anda tak suka sesuatu yang monoton buatlah agenda sepanjang hari di papan tulis di rumah. Pagi hari, buat agenda sarapan pagi ala western kemudian mengerjakan tugas kantor. Jam makan siang, memasak menu pasta. Siang hari mengerjakan hobi baru seperti melukis. Sore hari, senam dan jogging di sekitar rumah. Malam hari, membuat salad untuk makan malam.

Kreativitas itu mengasah seseorang untuk melakukan hal yang berbeda. Jika selama ini anda mengerjakan pekerjaan anda hanya duduk di depan komputer, kini anda pindahkan ke taman belakang rumah. Anda bisa membuat cemilan sambil mengerjakan pekerjaan kantor. Kreativitas itu tak terbatas. Jika selama ini anda tak suka berdandan di kantor, apa salahnya mencoba make up baru sambil mengerjakan pekerjaan kantor di rumah. Apa saja, buatlah kreatif dengan cara anda menikmatinya karena anda sedang berdiam di rumah ‘kan.

3. Tidak berolahraga

Jika anda merasa bosan di rumah, ingat lagi, apakah anda sudah berolahraga? Bergeraklah agar tetap sehat. Meski anda hanya menonton televisi di rumah, anda bisa juga melakukan senam kecil dengan naik turun dari sofa duduk selama lima menit, lalu renggangkan kaki dan tangan bergantian selama lima menit saat jeda iklan. Bukankah itu olahraga namanya selama 10 menit saat jeda iklan?

Anda bisa juga menciptakan meja makan menjadi meja ping pong untuk bermain ping pong dengan suami/isteri. Punya banyak karet gelang, anda bisa rakit menjadi olahraga lompat tali yang bisa dilakukan sambil menonton televisi. Bergeraklah agar tubuh sehat dan baik juga untuk stamina tubuh.

Olahraga juga tak melulu dengan peralatan olahraga, anda bisa mencoba pelajari senam baru dengan tutorial yang berseliweran di internet. Pilihan olahraga lainnya adalah ikut olahraga digital bersama teman yang ahli Yoga atau Senam misalnya. Ini membuat anda tak merasa sendirian sehingga termotivasi berolahraga.

4. Merasa kesepian dan stress

Jika anda tinggal seorang diri, anda bisa mengawali hari dengan yoga atau meditasi. Ini akan membuat anda nyaman lahir dan batin. Tak perlu khawatir kesepian juga, anda bisa bermain kartu atau catur dengan mengajak kenalan lain lewat video call. Lalu sediakan minuman atau cemilan sehingga menciptakan kondisi yang sebenar-benarnya. Merasa kesepian, anda juga bisa berkomunikasi digital dengan kenalan lama atau kerabat yang sudah lama tidak kontak.

Segera temukan pemicu stress, apa yang membuat anda mengalami situasi tertekan, kondisi psikologis yang tak menentu. Berkomunikasilah pada orang yang ahli lewat telepon hotline krisis. Di Jerman kami memiliki hotline gratis ‘Telefonseelsorge‘ dimana kita bisa berkomunikasi via telepon sehingga kita tidak merasa sendiri saat mengalami permasalahan yang sedang dihadapi.

Segera atasi masalah psikologis anda bila anda seorang diri dan semakin larut dalam tekanan emosional. Jika tak ingin berkomunikasi dengan orang lain, anda bisa menyalurkan stress sebagai media katarsis dengan menulis jurnal, membuat puisi, melukis atau bernyanyi karaoke di rumah. Lakukan apa yang membuat anda nyaman. Ingatlah segala yang buruk pasti akan berlalu.

5. Terlalu serius

Jika anda terlalu serius membaca pemberitaan seputar krisis corona, beralihlah mencari sesuatu yang menyenangkan hati anda seperti menonton film komedi, menyaksikan film budaya suatu daerah, menyimak kisah petulangan atau traveling seseorang dan sebagainya. Serius boleh tetapi jangan lupa bahwa anda tidak sendiri menghadapi persoalan ini sementara pemerintah dan berbagai ahli berupaya mengatasinya.

Bosan dirasa ketika anda terlalu serius menjalani masa berdiam di rumah. Cobalah menikmati masa santai dan rileks yang selama ini anda lewati karena terlalu sibuk bekerja di luar rumah. Amati rumah anda dan apa yang anda miliki sebagai bagian dari rasa syukur. Senangkan diri sendiri di rumah dengan melakukan hal yang baru, lucu, konyol atau bahkan ajaib yang selama ini tidak dilakukan.

Tak pernah rasanya bekerja di depan komputer bila belum mandi. Tak pernah menemani anak belajar. Tak pernah memasak makanan di dapur lebih dari masak makanan instan. Tak pernah memperhatikan bahwa tanaman yang dulu ditanam di belakang rumah kini sudah tumbuh lebat dan tinggi. Tak pernah membersihkan rumah karena selama ini dikerjakan orang lain. Tak pernah rasanya menjahit baju. Tak pernah rasanya ngobrol berjam-jam dan mendengarkan keluhan orangtua. Kini anda bisa melakukan semua itu, yang dulu anda begitu sibuk melewatinya. Nikmatilah apa adanya hidup anda sekarang!

Kesimpulan

Jika selama ini saya dan mungkin anda lebih menemukan kesenangan di luar rumah, kini temukan itu dalam rumah anda. Segala sesuatu ada hikmahnya. Tetap bersyukur dan perlihara pikiran positif agar krisis ini bisa dilewati bersama dengan baik.

Yes, we can! Semangat berjuang dan bersama kita bisa!

4 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.