Tips untuk Anda (12): 5 Hal yang Perlu Diperhatikan agar Tanaman Lavender Bertahan Lama

Ilustrasi.

Lavender begitu disukai banyak orang karena berbagai alasan. Ada yang menyukai karena warnanya yang ungu bagi pecinta warna ungu. Padahal lavender punya berbagai warna lainnya juga. Ada yang menyukai lavender karena wanginya. Ada yang menanam lavender karena manfaatnya untuk pengusir nyamuk dan segudang manfaat lain untuk kecantikan. Namun ada pula yang menanam lavender karena bunganya yang cantik sebagai penghias taman atau ruangan.

Di balik segala keindahan dan manfaatnya, lavender memiliki keunikan tersendiri untuk menanamnya. Ketika saya menunjukkan lavender pada kenalan lain, ada yang berpesan bahwa tak mudah untuk menanam lavender. Di sisi lain, ada juga yang mengatakan lavender yang diletakkan di kamar tidurnya sebagai penghias ruangan makin lama layu dan tak indah lagi.

Nah, saya pun mencari tahu apa yang perlu saya perhatikan bila menanam lavender. Saya bertanya pada mereka, orang-orang di sini yang suka berkebun pun mencari tahu lewat dua jari di internet agar tanaman lavender yang saya miliki benar-benar subur dan awet. Mungkin lima hal berikut yang saya bagikan berguna bagi anda yang sedang mempertimbangkan menanam lavender.

Lavender pengungsir serangga.

1. Perhatikan bibit lavender dan informasi perawatan sebelum membeli

Di Jerman bibit tanaman bisa ditemukan umumnya di supermarket pada saat berakhirnya musim dingin. Secara khusus aneka tanaman dan bibit bisa dibeli di supermarket tertentu yang menjual kebutuhan rumah tangga, termasuk kebutuhan berkebun. Harga bibit lavender bisa bervariasi, setidaknya tidak lebih mahal dari 5€.

Saat membeli bibit tersebut perhatikan juga informasi petunjuk tentang pemeliharaan dan perawatan tanaman lavender, tetapi memang ini hanya tersedia dalam bahasa Jerman. Lalu juga di kemasan bibit ini biasanya tersedia tanggal kadaluarsa yang perlu dipertimbangkan. Agar bibit tamanan lavender berfungsi baik, setidaknya membeli bibit tidak melewati tanggal kadaluarsa.

2. Perhatikan kondisi tanah saat memeliharanya

Tidak semua tanaman butuh kelembaban tinggi, seperti lavender adalah tanaman kering. Lavender tumbuh di tanah yang mengandung alkali, berpasir atau tidak begitu berair. Justru tanah di pot lavender yang lembab memungkinkan jamur sehingga membusukkan akarnya.

Begitu pun bila anda membeli lavender tidak dalam bentuk bibit. Perhatikan apakah tanaman ini banyak dikerumuni semut atau hewan lainnya. Justru tanaman lavender yang demikian tidak sehat untuk dirawat kembali. Begitu pun bila daun lavender tampak layu dan menghitam sebaiknya tidak dipelihara.

3. Perhatikan frekuensi menyiram lavender

Terlalu banyak air menyebabkan lavender layu, pun bila lavender kering akibat terpapar matahari bisa menyebabkan lavender kering. Serba salah memang, tetapi bila kita merawatnya dengan baik maka anda pasti bahagia melihatnya tumbuh indah saat berkembang.

Lavender tumbuh di tanah gembur. Saya gunakan pot yang terdapat lubang di bagian bawahnya agar tidak terjadi genangan air. Bila akar tanaman sehat maka tumbuhan pun berkembang subur. Tambahkan sedikit kerikil atau pasir agar tidak tampak padat pada tanaman lavender. Semakin lavender bertumbuh lama maka semakin sedikit membutuhkan air.

4. Perhatikan sinar matahari yang cocok untuk lavender

Tanaman lavender adalah tanaman yang memerlukan banyak sinar matahari. Ini berbeda dengan tanaman anggrek misalnya, dimana anggrek tidak suka berada di bawah pengaruh sinar matahari. Itu sebab kenalan saya di sini tidak berhasil menanam lavender karena ia meletakkannya di kamar tidur. Ia beralasan ini akan mengurangi nyamuk yang datang di kamar tidur. Kenyataannya, ia mendapati tanaman lavender yang mati dan layu di kemudian hari karena kurang sinar matahari.

5. Perhatikan lokasi untuk menanam lavender

Lavender tak baik bila terpapar matahari senantiasa lebih dari 8 jam. Pun lavender tak bisa tumbuh subur di ruangan lembab dan tak ada cahaya matahari. Tidak rumit, tetapi anda perlu ketekunan agar bisa memetik bunganya saat panen tiba. Tinggi tanaman ini sekitar 40-60 centimeter dan sebaiknya tidak saling berdekatan dengan tanaman lain.

Kesimpulan

Banyak filosofi kehidupan yang diperoleh dari merawat tanaman. Sabar dan tekun adalah cara agar kita bisa mendapatkan hasilnya. Bahwa segala sesuatu itu tidak ada yang instan. Semula saya berpikir mungkin hanya bunga lavender palsu saja dengan pot untuk menghiasi rumah, tetapi muncul ide mengapa tidak memelihara tanaman lavender yang asli.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!

5 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.