Burung Beo di salah satu taman burung yang saya kunjungi.
Burung Rajawali kepala putih tampak dari kejauhan di salah satu taman burung saya kunjungi.

“… Bagai Rajawali Melintasi Gunung Tinggi. Bagai Rajawali Melintasi Badai Hidup. Di Bawah Kepak Sayap-Mu, Kau Bawaku Terbang Tinggi
Melintasi Langit Biru Bagaikan Rajawali” demikian lirik lagu yang terkenang dalam komunitas doa saat saya masih remaja dulu. Lagu itu seperti menginspirasi saya untuk terbang tinggi menjangkau berbagai tempat, mampu mengatasi masalah hidup dan kuat seperti burung rajawali. Setidaknya lagu ini menginspirasi masa remaja saya untuk fokus pada tujuan hidup.

Alam memberi pelajaran hidup, seperti burung rajawali dengan filsafat hidup yang mungkin sudah banyak diceritakan banyak orang. Seorang teman bijak menceritakan filosofi burung rajawali pada suatu hari saat kami berkunjung ke taman burung. Mungkin anda juga pernah mendengar filosofi hidup yang diajarkan burung rajawali dari orang-orang bijak. Namun jika belum pernah, berikut lima hal yang saya dapatkan dari seorang bijak yang membagikan lima ide berikut pada saya.

1. Tak banyak bicara

Sebagai burung, rajawali adalah burung yang tak banyak berkicau dibandingkan burung lain. “Lihat itu burung beo, Anna! Dia suka sekali berbicara dan meniru perkataan lain. Rajawali tidak demikian tetapi rajawali terbang lebih tinggi dibandingkan burung beo.” Saya termangut-mangut mendengarkan penjelasan teman bijak ini.

Pepatah yang mengatakan “Kaleng yang kosong, nyaringlah bunyinya” adalah pepatah yang tepat menggambarkan. Mereka yang cakap berbicara belum tentu cakap bertindak. Jika ingin terbang mencapai impian, diam dan tak usah banyak “berkicau” seperti burung beo. Perbuat itu hingga waktu membuktikan bahwa kita sudah “terbang tinggi” seperti rajawali, mencapai impian.

2. Punya penglihatan tajam

Teman bijak ini mengatakan bahwa kita perlu memiliki visi hidup, meski itu semua belum terbayang dalam benak kita sebagai manusia. “Belajarlah dari rajawali, burung ini memiliki penglihatan empat hingga lima kali lebih baik dari manusia, sehingga ia dapat tepat sasaran,” kata teman bijak ini lagi. Sebagai burung pemangsa, burung rajawali tahu apa yang akan menjadi buruannya.

Kita memang tidak memiliki penglihatan di masa depan, tetapi kita punya nalar untuk memunculkan visi hidup. Visi hidup membantu kita fokus pada tujuan yang terjadi di depan. Jika burung rajawali tahu apa yang menjadi buruannya, demikian pula kita menjadi tahu apa yang hendak kita raih melalui visi hidup.

3. Pandai dalam strategi dan punya taktik mencapai buruan

Tak ada kemenangan grup sepak bola tanpa ada strategi untuk memenangkannya. Begitu pun burung rajawali mengajari kita untuk belajar menerapkan strategi untuk mencapai target hidup. Bagaimana kita bisa berhasil terbang tinggi jika kita tak punya strategi dan taktik untuk mencapainya?

Kau tahu, Anna. Burung rajawali itu punya strategi agar dapat mengejar mangsanya. Ahli menyebutnya strategi yang dipakai burung rajawali disebut constant absolute target direction. Dengan begitu burung rajawali bisa bergerak cepat, menukik dan mampu melakukan gerakan yang cepat agar bisa mencapai buruannya” kata teman bijak ini menjelaskan.

4. Kokoh dan kuat

Burung rajawali termasuk salah satu binatang yang kokoh dan kuat. Lihat saja jika burung ini berhasil mencengkeram mangsa atau buruan di kakinya. Bagaimana burung rajawali pun mampu menangkap hewan di laut yang dalam dan berhasil menahan derasnya air dengan paruhnya. Burung ini begitu kuat dibandingkan burung yang lainnya.

Teman bijak ini menjelaskan lagi “Dalam Alkitab tertulis di Kitab Yesaya bab empat puluh ayat tiga puluh hingga tiga puluh satu dijelaskan bagaimana penggambaran burung rajawali sebagai burung yang kuat dan kokoh.

Bagaimana kita bisa terbang tinggi jika kita lemah dan mudah menyerah? Bagaimana kita bisa berhasil jika kita merasa lelah terhadap persoalan hidup yang sedang terjadi? Mereka yang berhasil dalam hidup adalah orang-orang yang memiliki mental yang kuat.

5. Kehidupan awal burung rajawali tak pernah mudah

“Rajawali tampak hebat saat ia sedang terbang membelah langit. Namun kamu perlu tahu bahwa hidup burung rajawali di awal itu tak mudah. Perlu waktu berbulan-bulan bagi rajawali setelah lahir untuk bisa terbang seperti induknya. Jelas segala permulaan itu pasti sulit,” kata teman bijak ini menutup pembicaraan.

Adakah orang yang bisa naik sepeda tanpa belajar terlebih dulu? Adakah orang yang sukses di dunia ini tanpa pernah melewati kegagalan dalam hidupnya? Untuk mencapai yang tinggi, orang harus memulainya dari bawah dan itu memang tak pernah mudah.

Kesimpulan

Hidup ini adalah proses belajar terus menerus, bahkan dari alam sekalipun. Burung rajawali yang mengagumkan dan tampak hebat saat terbang tinggi di langit, sesungguhnya mengajari kita tentang bagaimana menjadi pribadi yang juga bisa “terbang tinggi” menggapai impian.

Semangat hari Senin dan tetaplah berharap yang terbaik!