Bunganya semakin cantik dan indah.
Begitu mudahnya menemukan bunga aster tumbuh di taman belakang.

Suatu kali saya pergi ke supermarket dan bermaksud mencari bunga peliharaan untuk ditanam di perkarangan rumah. Karena saya ingin membeli banyak tanaman maka saya memilih juga tanaman yang harganya terjangkau. Ada bunga yang harganya terjangkau masuk dalam belanjaan yang akan dibayarkan. Namun ada satu tanaman bunga yang perlu dipertimbangkan ulang, menurut suami yang menemani belanja. Menurutnya, tanaman bunga ini begitu mudah tumbuh dan mudah ditemui dimana saja. Saya pun menyetujuinya dan tidak membelinya.

Apa yang dikatakan suami itu ternyata benar. Margeriten, bunga yang saya batalkan untuk dibeli itu tumbuh di semak-semak di pinggir jalan atau taman kota. Bunga ini pun mudah ditemukan di perkarangan rumah orang Jerman. Tak lama kemudian margeriten itu pun tumbuh indahnya di perkarangan belakang rumah. Belakangan saya mencari tahu padanan kata untuk bunga margeriten ini. Nama latinnya adalah Bellis Perenis yang disebut Daisy dalam bahasa Inggris, sedangkan dalam bahasa Indonesia disebut aster. Aha!

Aster paling banyak tumbuh di sekitar saya tinggal adalah bunga yang berkelopak putih, meski aster punya beberapa warna lain seperti merah dan kuning. Karena warna bunga aster yang kebanyakan putih ini maka bunga aster diidentikkan sebagai simbol ketulusan, kepolosan dan kelembutan. Ketika bunga aster tumbuh menjulang di antara semak-semak dengan mudahnya saya berpikir filosofi hidup bagaimana bunga ini bisa memberikan harapan dalam kebebasan. Karena bunga aster memang tumbuh indah tanpa batasan pot dan bebas di semak rerumputan.

Selain itu, aster ini pun terus diteliti dan dikembangkan untuk manfaat kebaikan hidup. Untuk kecantikan misalnya, ekstrak bunga aster mampu mengangkat sel kulit mati dan menyamarkan bintik hitam. Sedangkan untuk pengobatan, bunga aster dipercaya bisa menghilangkan racun dalam tubuh dan mengobati luka terbuka. Tetapi seorang kenalan yang suka dengan hidup herbal mengatakan bunga aster dijadikan semacam teh yang bisa untuk menghilangkan masuk angin dan penyakit flu.

Lepas dari keindahan dan manfaat bunga aster, pastinya saya percaya bahwa aster ini begitu bebas dan mudahnya tumbuh di Eropa tanpa mengenal musim. Tanpa saya beli pun, aster tumbuh di perkarangan rumah. Ketika tiap bunga punya musimnya sendiri, tetapi aster berbeda. Aster tumbuh di antara semak-semak tanpa mengenal musim dengan mudahnya. Aster tetap berbunga kapan pun dengan bebasnya. Aster memberi keindahan di antara semak-semak dan rumput yang tak berarti.

Saya jadi ingat pesan ibu “Blühe wo du gepflanzt bist” ketika saya pertama kali menjejakkan kaki di Jerman. Ibu saya mengirimkan pesan tersebut dari seorang pastor yang bisa bahasa Jerman. Artinya, berbungalah dimana pun kau tumbuh. Aster ini mengingatkan saya pada pesan ibu saya itu.

Semangat hari Senin!