Membuka biji walnut (kanan) lalu menjadi kacang (kiri) itu butuh alat seperti yang saya gunakan di atas.

Kacang walnut? Saya belum tahu soal kacang walnut dan masih terdengar asing ketika saya dan suami menjadikannya cemilan di rumah. Kacang walnut ini diperoleh dari panen pohon walnut satu-satunya yang berada di perkarangan rumah. Rupanya pohon walnut itu besar dan rimbun juga sehingga kita bisa duduk di bawah pohonnya untuk berteduh. Itu pengalaman saya mengenal kacang walnut.

Berada di rumah beberapa bulan belakangan karena krisis corona, menyebabkan saya mendapatkan keterampilan baru yakni membuat aneka masakan dan kue. Saya mengecek persediaan kacang walnut sisa panen tahun lalu, ternyata masih ada. Akhirnya saya mengkreasikan kue dengan kacang walnut sebagai penguat rasanya. Nantikan resep saya tersebut! Tetapi pertama-tama, apakah anda tahu manfaat kacang walnut ini?

Kacang walnut memiliki dua variasi di dunia. Sepertinya kacang walnut yang saya miliki masuk dalam versi the English atau Persian walnut. Kacang walnut bisa diproduksi untuk aneka macam kebutuhan, tak hanya menjadi bahan pastry dan kue saja. Ada minyak walnut yang biasanya untuk salad dressing, snack dari walnut, garnish masakan di restoran ekslusif, es krim hingga kacang walnut untuk dijadikan mentega meski kebutuhan yang terakhir ini jarang sekali dikonsumsi banyak orang. Nutrisi kacang walnut lebih tinggi dari kacang-kacang lainnya.

Perlu usaha untuk membuka biji walnut.

Ada kisah dimana dahulu para bangsawan senang mengkonsumsi kacang walnut sebagai cemilan yang menyehatkan. Sejak dulu kacang walnut dipercaya baik dikonsumsi karena punya antioksidan lebih tinggi dibandingkan kacang-kacang lainnya dan mampu untuk melindungi jantung. Karena manfaatnya yang tinggi untuk kesehatan, maka kacang walnut pun bernilai jual tinggi dibandingkan kacang lainnya. Tak banyak orang tahu manfaat kacang walnut, apalagi membeli untuk dikonsumsi sendiri. Mungkin sebaran pohon walnut tidak tumbuh di banyak tempat di dunia.

Setelah mendapatkan biji walnut yang kering, saya perlu usaha untuk membukanya. Ada alat khusus untuk membuka biji walnut. Setelah terbuka, saya melihat bentuk kacang walnut yang aneh dan tidak seperti kebanyakan kacang lainnya. Kemudian saya mencari informasi berbagai manfaat kacang walnut, ternyata saya merasa beruntung bisa menikmatinya karena segudang manfaat yang dimiliki kacang walnut.

Seperti hasil penelitian yang baru-baru ini saya baca terhadap daya ingat kelompok lansia setelah mengkonsumsi kacang walnut di negeri Paman Sam. Hasilnya adalah kacang walnut memperlambat penurunan daya kognisi yang terjadi pada kaum lansia. Rutin mengkonsumsi kacang walnut yang cukup dan tak berlebihan bisa mempengaruhi fungsi kognitif dan kerja jantung yang baik.

So, tubuh sehat berawal dari konsumsi makanan yang sehat pula. Jika kacang walnut baik untuk nutrisi tubuh, maka sudah sewajarnya kita bisa menyelipkannya menjadi cemilan, kue atau salad misalnya.

Bagaimana menurut anda?