Pasar apung di Bangkok.
Pasar apung ini menjadi destinasi wisata bila berkunjung ke Bangkok.
Di sini anda bertemu antara pedagang dan pembeli atau warga lokal dan wisatawan.

Destinasi wisata selanjutnya yang belum saya bahas dan sayang untuk dilewatkan adalah pasar apung di Bangkok. Thailand memang memiliki pesona wisata tersendiri. Dari selatan hingga utara, saya sudah menjelajahnya, hanya saja saya dulu abai dengan dokumentasi dan menulis jurnal traveling. Namun belum ada kata terlambat untuk menulis dan bercerita bahwa tiap tempat di dunia ini selalu menarik dijelajahi seperti floating market di Bangkok. Saya pun akhirnya ikut program tur yang ditawarkan pihak hotel untuk berkunjung ke sana.

Pasar apung yang saya kunjungi bernama Damnoen Saduak, yang terletak 100 kilometer dari Bangkok dan merupakan pilihan destinasi wisata para turis mancanegara. Pasar apung ini sering muncul dalam berbagai adegan film yang menggambarkan kota Bangkok. Saya sendiri pernah menjumpainya dalam film berbahasa Jerman. Pernahkah anda menonton adegan film James Bond yang diperankan Roger Moore atau Nicolas Cage dalam film Bangkok Dangerous dimana settting film mengambil adegan pasar apung? Jadi wajar pasar apung ini dijadikan destinasi wisatawan mancanegara dan cukup terkenal. Diresmikan sebagai pasar apung setelah dibukanya kanal yang menghubungkan dua sungai yakni Mae Klong dan Tha Chin.

Saya naik mini van untuk menjangkau ke sana. Begitu tiba, kami semua diarahkan untuk menuju perahu-perahu kecil berkelompok sembari mendapatkan penjelasan dari tour guide. Di sini pula terdapat tiga kelompok kecil pasar apung yang menjual berbagai kebutuhan warga, keperluan turis seperti sovenir hingga atraksi turis seperti membawakan ular sebagai hiburan.

Warga lokal dengan kesehariannya.
Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke pasar.
Pembeli dan penjual.
Pertemuan pembeli dan pedagang di pasar apung jadi potensi wisata sungai.

Di pasar apung ini, kita bisa melihat bagaimana pedagang dan pembeli bertransaksi hanya dengan menumpang perahu. Bahkan saya bisa mengamati bagaimana penjual makanan bisa meramu dan meracik pesanan pembeli dan tak khawatir terjungkal ke sungai. Di sini juga saya bisa melihat keseharian warga lokal yang tinggal di pinggir sungai. Saya bisa mengamati bagaimana transaksi tawar menawar antara penjual dan pembeli yang mungkin ini tidak dijumpai di belahan dunia lainnya.

Tak hanya makanan dan minuman atau sovenir saja, tetapi bayangkan bagaimana pembeli mencoba sepatu atau sandal wanita sementara mereka dalam kondisi naik perahu. Atau bagaimana mereka menikmati pesanan makanan di perahu. Sebenarnya saya tertarik untuk membeli makanan juga karena saya datang jelang waktu makan siang. Masalahnya, paket tur ini menawarkan paket makan siang juga setelah berkunjung ke floating market.

Pasar apung ini lebih dari sekedar pasar, tempat transaksi penjual dan pembeli. Di sini wisatawan bisa mengamati bagaimana keseharian warga lokal yang terlewatkan saat kita traveling. Namun sebagai perempuan, saya pun tak luput dari keinginan beli sovenir. Aneka macam sovenir ditawarkan mulai harga murah dan mahal, yang akhirnya saya pun membelinya.

Oh ya, keluar dari pasar apung ternyata masih ada pasar tradisional lainnya seperti pasar-pasar pada umumnya. Sambil menunggu panduan tour guide dan berkumpulnya wisatawan yang ikut program tur ini, saya pun menunggu dan membeli sovenir di pasar tradisional ini. Acara kunjungan selanjutnya adalah makan siang yang bertemakan sea food dan tentunya tom yum tak juga ketinggalan.

Apakah anda pernah pergi ke pasar apung juga?