Ilustrasi.
Anda bisa menebak, mana Daud dan Goliath kan?

Size doesn’t matter. It’s your faith in God.” demikian pendapat guru bijaksana. Bahwa segala sesuatu itu mungkin, jika kita beriman kepada Tuhan. Dalam Alkitab dikatakan, iman sebesar biji sesawi dapat memindahkan gunung. Bayangkan bahwa biji sesawi itu begitu kecil dan mungkin tidak terlihat nyata sedangkan gunung secara nyata tampak jelas. Tetapi begitulah iman sehingga Daud yang difigurkan manusia yang kecil berhasil melawan Goliath, seorang tentara bangsa Filistin yang bertubuh besar seperti raksasa.

Kisah Daud dan Goliath ini kembali saya ingat ketika saya berkunjung ke Amsterdam, Belanda. Di dekat Museum Amsterdam terdapat karya seni Daud dan Goliath, seniman asal Belanda. Kenangan kisah heroik Daud dan Goliath mengingatkan saya saat masih anak-anak dan berkumpul dalam sekolah minggu. Dari kisah tersebut, imajinasi sebagai seorang anak hanya memunculkan bahwa itu adalah mujizat Tuhan, bagaimana Daud bisa mengalahkan Goliath.

Lukisan kanvas Daud dan Goliath di Museum Amsterdam, Belanda.

Lambat laun, saya mencari tahu soal kisah heroik tersebut dan mengkaitkan dengan pengalaman sehari-hari. Apakah mungkin saya mencapai ini dan itu dalam hidup? Nyatanya bahwa Tuhan tidak selalu menjawab doa saya, tetapi Tuhan selalu memberi apa saya butuhkan. Pada akhirnya saya yang adalah seorang ‘Daud’ yang tak punya power bisa menjadi seorang ‘Raksasa’ mengalahkan rasa takut saya sendiri. Rasa takut saya ibarat seperti ‘Goliath’ yang memunculkan rasa pesimis, apakah saya mungkin mengalahkannya? Ternyata saya bisa.

Daud tak punya senjata untuk mengalahkan Goliath. Ia hanya gunakan katapel dan batu untuk menyerang Goliath. Tetapi siapa sangka bahwa Daud bisa mengalahkan Goliath. Apakah kemenangan itu karena senjata yang digunakan Daud?

Goliath dalam kehidupan sehari-hari bisa jadi masalah hidup, rasa takut, putus asa, rasa malas, pesimis, menyerah, dan perasaan negatif lainnya yang bisa diumpamakan. Sebagai ‘Daud’ tentu kita berharap mujizat untuk mengalahkan semua itu. Bagaimana caranya? Seumpama Daud mengalahkan Goliath, ia tidak menggunakan tangan kosong. Daud menggunakan taktik agar bisa menang. Daud juga mengandalkan Tuhan dalam hidupnya.

Jika kita beriman pada Tuhan, bukan seberapa besar atau kecil masalah yang sedang dihadapi melainkan seberapa besar iman kita. Bagaimana iman kita mempercayai bahwa kita pasti bisa MENANG. Kisah heroik Daud melawan Goliath adalah pelajaran soal keberanian yang mampu mengatasi kemustahilan karena Daud yang mengandalkan Tuhan. Di tengah krisis hidup yang sedang kita alami, bukan tak mungkin kita merasa ragu menghadapinya.

Kemenangan bukan tentang kecil melawan yang besar. Kemenangan juga bukan antara yang kuat melawan yang lemah. Ini adalah kemenangan tentang keberanian membangkitkan ‘Raksasa’ dalam diri kita sendiri untuk mengalahkan apa yang kita anggap sebagai GOLIATH dalam hidup. Ini adalah iman bahwa kita pasti BISA sebab Tuhan beserta kita.

Selamat berhari Minggu bersama keluarga!